Liputan6.com, Bengkulu: Bunga raflesia yang langka dan dikhawatirkan punah, baru-baru ini, ditemukan di kawasan Hutan Lindung Palak Siring, Desa Kemumu, Kecamatan Kota Argamakmur, Kabupaten Bengkulu Utara. Kawasan ini adalah habitat baru bunga bangkai --demikian sering disebut-- di Bengkulu menyusul ditemukannya bunga tersebut akhir Juli silam.
Menurut sumber SCTV di Hutan Lindung Palak Siring, bunga raflesia ini pertama kali ditemukan petugas jagawana, dua pekan silam. Bunga tersebut tergolong unik dan dari jenis unggul. Pasalnya, terdapat delapan knop atau bakal bunga. Bahkan, satu di antaranya sudah mekar penuh. Sedangkan sisanya masih berbentuk seperti bunga kol berukuran sebesar bola tenis. Diperkirakan, jika tak diganggu, seluruh calon bunga bakal mekar penuh sekitar dua pekan mendatang.
Dari pemantauan SCTV, bunga langka ini termasuk aneh dan tak seperti biasanya. Pasalnya, selain berdiameter sekitar 60 cm (lebih kecil), bunga berada dalam keadaan menggantung pada sebuah pohon di ketinggian sekitar tiga meter. Padahal, sejak diketemukan oleh Thomas Stamford Raffles sekitar seabad silam, bunga ini hanya tumbuh di permukaan tanah. Sebagai tanaman parasit, bunga bangkai menempel pada tanaman inang. Itulah sebabnya, bunga sepenuhnya menggantungkan hidup pada tanaman inang liana atau tetrasigma iancollarium, sejenis tanaman merambat.
Sejak enam tahun silam, Hutan Lindung Palak Siring ditetapkan sebagai hutan lindung bofen lais atau hutan konservasi. Selain itu, kawasan tersebut juga dijadikan obyek wisata. Itulah sebabnya Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam Bengkulu telah melakukan upaya perlindungan dengan melakukan pemagaran di sekitar lokasi tumbuhnya bunga.(SID/Rishnaldi)
Menurut sumber SCTV di Hutan Lindung Palak Siring, bunga raflesia ini pertama kali ditemukan petugas jagawana, dua pekan silam. Bunga tersebut tergolong unik dan dari jenis unggul. Pasalnya, terdapat delapan knop atau bakal bunga. Bahkan, satu di antaranya sudah mekar penuh. Sedangkan sisanya masih berbentuk seperti bunga kol berukuran sebesar bola tenis. Diperkirakan, jika tak diganggu, seluruh calon bunga bakal mekar penuh sekitar dua pekan mendatang.
Dari pemantauan SCTV, bunga langka ini termasuk aneh dan tak seperti biasanya. Pasalnya, selain berdiameter sekitar 60 cm (lebih kecil), bunga berada dalam keadaan menggantung pada sebuah pohon di ketinggian sekitar tiga meter. Padahal, sejak diketemukan oleh Thomas Stamford Raffles sekitar seabad silam, bunga ini hanya tumbuh di permukaan tanah. Sebagai tanaman parasit, bunga bangkai menempel pada tanaman inang. Itulah sebabnya, bunga sepenuhnya menggantungkan hidup pada tanaman inang liana atau tetrasigma iancollarium, sejenis tanaman merambat.
Sejak enam tahun silam, Hutan Lindung Palak Siring ditetapkan sebagai hutan lindung bofen lais atau hutan konservasi. Selain itu, kawasan tersebut juga dijadikan obyek wisata. Itulah sebabnya Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam Bengkulu telah melakukan upaya perlindungan dengan melakukan pemagaran di sekitar lokasi tumbuhnya bunga.(SID/Rishnaldi)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315872/original/087159700_1785900314-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T102428.295.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334946/original/033690300_1787906817-cek_fakta_bank_mandiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5629728/original/027803900_1778227032-cek_fakta_-_pendamping_desa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3372858/original/061241900_1612917784-Vaksin-Nakes-Lansia1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/365032/original/271201bRaflesia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)