Sukses

Herman Awom: Pembunuhan Theys Bermotif Politik

Liputan6.com, Jayapura: Menyusul terbunuhnya Ketua Umum Theys Hiyo Eluay, Presidium Dewan Papua (PDP) akan membentuk tim penyelidik [baca: Theys Tewas]. Tim tersebut terdiri dari anggota PDP dan aktivis Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM). Pembentukan tim tersebut lantaran ada dugaan pembunuhan Theys dilatarbelakangi niat PDP mengibarkan bendera Bintang Kejora pada 1 Desember mendatang. "Kelihatannya seperti itu," ujar anggota PDP Pendeta Herman Awom di Jayapura, Papua, saat tele wicara dengan reporter SCTV Nunung Setiyani, Ahad (11/11) petang.

Herwan menambahkan, Theys sempat mengutarakan niat itu kepada sebuah media massa setempat --tepatnya Senin silam-- seusai persidangan kasus makar [baca: Sidang Kasus Makar Dimulai 14 Mei]. Mendengar itu, aparat kepolisian menyarankan agar PDP mengurungkan niatnya. Selanjutnya, banyak anggota PDP yang mendapat teror agar tak merealisasikan hal itu. Bahkan, baru 30 menit berselang, Herman mengaku diteror dari seorang tak dikenal. Kepada anaknya --yang menerima telepon-- lelaki itu berpesan agar setiap kali bepergian, Awom harus mendapatkan pengawalan. "Kalau tidak, nasibnya bisa seperti Pak Theys," ujar Herman, menirukan perkataan lelaki tersebut.

Lebih lanjut Herman mengungkapkan, jauh-jauh hari sebelum pembunuhan terjadi, pihaknya mendengar laporan ada usaha pembubaran PDP oleh aparat keamanan setempat. Padahal, Herman menambahkan, PDP adalah pilihan rakyat Papua. Dengan begitu, setiap pihak yang hendak membubarkan PDP harus menyelenggarakan Kongres Rakyat Papua.

Sejauh ini, meski menduga ada kaitannya, Herman belum berani mengambil kesimpulan. Apalagi, terbetik kabar, kepolisian setempat juga akan membentuk tim khusus yang bakal menyelidiki kasus pembunuhan itu. Sedianya, antara hasil penyelidikan tim bikinan PDP dan polisi tinggal dicocokkan saja.

PDP juga berniat tak mengirimkan anggotanya bergabung dalam tim yang dibentuk polisi tersebut. Pasalnya, Herman mengungkapkan, PDP mempunyai penasihat hukum sendiri, yaitu ELSAM. Sejatinya, PDP bakal mengikuti setiap saran yang diusulkan ELSAM. Namun, ia mengharapkan, agar hasil penyelidikan tim polisi berdasarkan kebenaran dan keadilan.

Herman menolak jika pembunuhan Theys dikaitkan dengan banyaknya faksi di Papua --apalagi, sejumlah faksi juga banyak yang berbeda pendapat. Pasalnya, selama ini, sebanyak lebih dari 200 suku mendiami Papua. "Mengenai perbedaan, itu sudah biasa," ujar Herman.

Hingga saat ini, Herman mengungkapkan --selain menunggu hasil penyelidikan kedua tim-- dalam waktu dekat, ia masih menunggu hasil otopsi dokter yang memeriksa mayat Theys. Dengan begitu, penyebab kematiannya menjadi jelas. Soalnya, tak ditemukan luka di tubuh korban, kecuali memar merah di bawah pusar dan lidah yang terjulur dari mulut Theys.(SID)

    Live Streaming EMTEK GOES TO CAMPUS 2018 di Surabaya

    Tutup Video