Ujian Akhir Nasional Digelar Hari Ini

Siswa SMA di Jakarta mengikuti Ujian Akhir Nasional secara serempak. Mengantisipasi kebocoran soal, pengambilan soal hanya bisa dilakukan kepala sekolah satu jam sebelum ujian diadakan.

Diterbitkan 30 Mei 2005, 14:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Para siswa sekolah menengah atas di Jakarta, Senin (30/5) pukul 08.00 WIB, secara serentak memulai Ujian Akhir Nasional (UAN) dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia. Contohnya, di SMA Negeri 70 Bulungan, Blok M, Jakarta Selatan.

Sebanyak 407 siswa jurusan Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial SMAN 70 mengikuti UAN dengan pengawasan cukup ketat di setiap ruangan. Selain diawasi guru, para pengawas juga berasal dari Dinas Pendidikan Menengah Provinsi DKI Jakarta.

Mengantisipasi kebocoran soal, pengambilan soal hanya bisa dilakukan kepala sekolah masing-masing, satu jam sebelum ujian digelar. SMAN 70 yang termasuk dalam rayon sembilan DKI menjadi sekolah yang ditunjuk untuk menyimpan soal bagi 30 SMA se-Kecamatan Kebayoran Baru dan Cilandak, Jaksel. Penjagaan ruang penyimpanan soal juga diperketat. Bahkan, polisi selama 24 jam menjaga ruang penyimpanan soal.

Sebelumnya, pelaksanaan UAN sempat menuai pro dan kontra. Pengamat pendidikan mempertanyakan sejauhmana hasil UAN bisa digunakan untuk mendorong meningkatnya mutu pelajar SMA. Soalnya, siswa yang lulus tetap diwajibkan mengikuti tes masuk perguruan tinggi [baca: Depdiknas Tetap Menyelenggarakan UAN].

Sementara itu hingga kini empat kabupaten di Jawa Timur, yakni Bojonegoro, Ponorogo, Pamekasan, dan Blitar belum menerima dana UAN. Gubernur Jatim Imam Utomo mengatakan, persoalan administrasi menyebabkan dana itu terlambat dikirim. Hal itu diutarakan Imam Utomo saat inspeksi mendadak pelaksanaan UAN di Kabupaten Lamongan, Jatim. Namun, menurut Imam, keterlambatan itu tak mengganggu pelaksanaan UAN yang digratiskan buat siswa itu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jatim Rasiyo menuturkan, Pemerintah Provinsi Jatim menerima dana sekitar Rp 33 miliar buat pelaksaan UAN. Dana itu digunakan untuk penggandaan soal, pengamanan, dan penyelenggaraan UAN. Rasiyo belum bisa merinci besarnya dana yang terlambat dikirim itu.(MAK/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6