Ini Perbedaan Power Steering Listrik dan Hidrolik pada Mobil

Kemudi mobil terasa ringan? Ketahui beda sistem EPS dan hidrolik, mulai dari efisiensi BBM hingga perawatan rutinnya.

Diterbitkan 15 September 2026, 06:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pernahkah Anda membandingkan rasa putaran setir di mobil keluaran lama dengan mobil modern zaman sekarang? Keduanya sama-sama terasa ringan saat dibelokkan, tetapi teknologi di balik kap mesinnya ternyata sangat bertolak belakang.

Perbedaan Electric Power Steering (EPS) dan Hydraulic Power Steering (HPS) tidak hanya soal kecanggihan fitur, melainkan mencakup cara kerja, efisiensi bahan bakar, hingga ritual perawatannya.

Dikutip dari laman resmi Daihatsu, Selasa (15/9/2026), berikut perbedaan utama antara sistem EPS dan Power Steering hidrolik:

1. Sumber Tenaga: Motor Listrik vs Tekanan Oli

Perbedaan paling mencolok dari kedua sistem ini ada pada sumber tenaga yang digunakan untuk membantu memutar roda. Pada sistem Hydraulic Power Steering (HPS), tenaga bantuan berasal dari tekanan oli hidrolik yang dipompa secara mekanis melalui sabuk penggerak (drive belt) mesin.

Sementara itu, EPS sudah mempensiunkan penggunaan oli dan pompa hidrolik. Sistem EPS memanfaatkan sensor torsi dan komputer (ECU) untuk memerintahkan motor listrik memberikan dorongan tenaga secara presisi setiap kali setir diputar.

2. Beban Mesin dan Efisiensi Bahan Bakar

Karena pompa hidrolik pada HPS terus-menerus berputar mengikuti putaran mesin, sistem konvensional ini otomatis memberikan beban mekanis tambahan pada kendaraan.

Sebaliknya, EPS bekerja jauh lebih efisien karena motor listriknya hanya mengonsumsi daya saat setir benar-benar diputar. Pengurangan beban kerja mesin ini secara tidak langsung membantu mobil modern berteknologi EPS meraih konsumsi BBM yang lebih irit.

 

3. Trik Perawatan: Bebas Oli vs Cek Kebocoran

Urusan perawatan juga menyajikan cerita yang sangat berbeda. Pengguna EPS bisa bernapas lega karena tidak perlu lagi melakukan ritual mengecek stik oli power steering atau khawatir garasi ketetesan cairan.

Namun, pemilik mobil berkemudi EPS harus memastikan sistem kelistrikan dan soket sensor selalu bersih serta terbebas dari rendaman air tinggi.

Di sisi lain, pemilik sistem hidrolik wajib rajin memeriksa volume fluida, mengganti oli kemudi secara berkala, serta mengecek kondisi selang agar tidak terjadi kebocoran yang bisa membuat setir mendadak berat.

Memilih antara sistem EPS atau HPS sebenarnya kembali pada kebutuhan serta gaya berkendara Anda.

EPS menawarkan rasa kemudi yang sangat ringan di kecepatan rendah, minim perawatan rutin, dan sangat ramah untuk mobilitas perkotaan. Namun, HPS lawas masih memiliki penggemar setia karena mampu memberikan umpan balik (road feel) yang lebih alami dan mantap saat diajak melibas jalanan bergelombang atau melaju pada kecepatan tinggi.

Apa pun sistem bantuan kemudi yang terpasang di mobil Anda, kunci utamanya tetap terletak pada perawatan yang konsisten. Mengenali karakternya sejak dini akan membantu Anda mendeteksi kerusakan lebih cepat sebelum timbul masalah fatal di jalan.