Liputan6.com, Jakarta - Memilih alas kaki yang tepat kerap luput dari perhatian saat menyiapkan perjalanan udara, padahal detail kecil ini bisa memengaruhi kenyamanan sekaligus keselamatan selama penerbangan. Kebiasaan pakai sendal jepit di pesawat memang praktis dan santai, namun sejumlah pramugari serta pakar travel justru menyarankan penumpang menghindarinya demi alasan yang jauh lebih serius dari sekadar gaya berpakaian.
Sepintas sendal jepit terlihat aman-aman saja karena hanya dipakai untuk duduk berjam-jam di kursi sempit. Kenyataannya, kabin pesawat menyimpan berbagai risiko yang tidak terpikirkan banyak orang, mulai dari lantai toilet yang licin, suhu udara yang berubah drastis, hingga kemungkinan evakuasi darurat yang menuntut gerak cepat dan perlindungan penuh pada kaki.
Berikut ini adalah sejumlah alasan kenapa sebaiknya tidak pakai sendal jepit di pesawat yang telah dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin (10/8/2026). Dengan memahami risikonya, kamu bisa menentukan alas kaki yang lebih tepat sebelum boarding, sehingga perjalanan udara terasa lebih aman, nyaman, dan bebas dari masalah yang sebenarnya bisa dihindari sejak awal.
Advertisement
1. Sendal Jepit Bisa Lepas Saat Evakuasi Darurat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320412/original/023853500_1786349069-pexels-magda-ehlers-pexels-2543306.jpg)
Situasi darurat di udara menuntut penumpang bergerak cepat menuju pintu keluar tanpa hambatan apa pun, termasuk dari alas kaki yang mereka kenakan. Sendal jepit mudah terlepas begitu kaki melangkah cepat atau menaiki perosotan evakuasi, sehingga penumpang berisiko kehilangan alas kaki di tengah proses penyelamatan yang seharusnya berjalan singkat.
Ketika alas kaki terlepas, penumpang sering kali berhenti sejenak untuk memungutnya kembali padahal setiap detik sangat berharga dalam kondisi darurat. Kebiasaan ini justru memperlambat laju evakuasi dan berpotensi menghambat penumpang lain yang berada tepat di belakangnya menuju pintu keluar pesawat.
Selain berisiko terlepas, sendal jepit juga tidak memberi perlindungan pada telapak dan jari kaki dari serpihan kaca, logam tajam, atau puing yang mungkin berserakan saat evakuasi darurat berlangsung. Kondisi ini membuat penumpang lebih rentan mengalami luka pada kaki tepat saat mereka membutuhkan mobilitas penuh untuk menyelamatkan diri.
Advertisement
2. Minim Daya Cengkeram dan Mudah Membuat Tergelincir
Alas kaki dengan sol tipis dan permukaan licin seperti sendal jepit membuat penumpang lebih mudah tergelincir, terutama saat berjalan di lorong pesawat yang sempit atau menaiki tangga darurat. Daya cengkeram yang minim ini menjadi masalah serius ketika kondisi lantai basah atau licin akibat tumpahan cairan.
Risiko tergelincir semakin tinggi saat pesawat mengalami turbulensi mendadak dan penumpang harus tetap berpegangan sambil berjalan menuju kursi atau toilet. Sol sendal jepit yang tipis dan licin tidak memberikan pijakan stabil, sehingga penumpang lebih mudah kehilangan keseimbangan dibandingkan memakai sepatu tertutup.
Sepatu tertutup dengan sol karet umumnya dirancang untuk memberi cengkeraman lebih baik pada berbagai jenis permukaan, termasuk lantai pesawat yang licin. Pilihan alas kaki seperti ini membantu penumpang tetap stabil saat berjalan, apalagi ketika membawa barang bawaan atau anak kecil di sepanjang lorong kabin.
3. Kaki Lebih Cepat Kedinginan di Dalam Kabin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320413/original/033027600_1786349069-1938.jpg)
Suhu di dalam kabin pesawat cenderung lebih dingin dibandingkan suhu ruangan pada umumnya, terutama saat pesawat berada di ketinggian jelajah. Kaki yang terbuka akibat memakai sendal jepit menjadi bagian tubuh pertama yang terasa kedinginan, apalagi jika penerbangan berlangsung selama berjam-jam tanpa jeda.
Kondisi kaki yang kedinginan dalam waktu lama dapat memengaruhi kenyamanan tubuh secara keseluruhan, membuat penumpang lebih sulit beristirahat atau tidur selama perjalanan. Sirkulasi darah pada area kaki juga cenderung melambat ketika suhu di sekitarnya rendah, sehingga rasa tidak nyaman bisa muncul lebih cepat.
Membawa kaus kaki tebal atau memakai sepatu tertutup selama penerbangan membantu menjaga suhu tubuh tetap hangat sekaligus membuat penumpang lebih rileks. Kenyamanan kaki yang terjaga sepanjang perjalanan turut memengaruhi kualitas istirahat, terutama pada penerbangan jarak jauh yang memakan waktu berjam-jam di udara.
Advertisement
4. Rawan Terinjak atau Tertimpa Barang Bawaan
Lorong pesawat yang sempit membuat penumpang lain, kru kabin, hingga troli makanan berpotensi menyenggol atau menginjak kaki penumpang yang memakai sendal jepit. Tanpa perlindungan sol dan bagian atas yang menutup jari kaki, benturan kecil sekalipun bisa terasa jauh lebih menyakitkan dibandingkan memakai sepatu tertutup.
Barang bawaan penumpang lain yang tergeletak di lantai atau koper yang ditarik menuju kabin bagasi juga berpotensi mengenai kaki tanpa disadari pemiliknya. Situasi seperti ini kerap terjadi saat proses boarding maupun ketika penumpang berjalan bolak-balik menuju toilet selama penerbangan berlangsung.
Cedera ringan seperti lecet atau memar pada kaki mungkin terdengar sepele, tetapi tetap bisa mengganggu kenyamanan sepanjang sisa perjalanan, apalagi jika penerbangan masih berlangsung lama. Sepatu tertutup memberi lapisan pelindung tambahan yang membuat risiko semacam ini jauh lebih kecil terjadi.
5. Lantai Toilet Pesawat Tidak Higienis
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320414/original/040097600_1786349069-First_class_Lavatory_with_Window.jpg)
Toilet pesawat termasuk area yang paling sering digunakan bergantian oleh puluhan bahkan ratusan penumpang dalam satu kali penerbangan. Lantainya kerap basah oleh percikan air maupun cairan lain, sehingga berjalan tanpa perlindungan penuh seperti memakai sendal jepit membuat kaki lebih mudah bersentuhan langsung dengan permukaan yang kurang bersih.
Ruang toilet yang sempit dan terbatas juga membuat proses pembersihan di tengah penerbangan sulit dilakukan secara menyeluruh, apalagi pada rute penerbangan panjang dengan frekuensi penggunaan yang tinggi. Kondisi ini membuat lantai toilet menjadi salah satu area dengan tingkat kebersihan paling rendah di dalam kabin.
Memakai sepatu tertutup saat menuju toilet membantu menjaga kaki tetap terlindungi dari kontak langsung dengan permukaan yang basah dan kurang higienis tersebut. Kebiasaan sederhana ini turut menjaga kebersihan diri penumpang selama berada di dalam pesawat, terutama pada penerbangan yang berlangsung lebih dari beberapa jam.
Advertisement
6. Ada Pilihan Sepatu Tertutup yang Sama Praktisnya
Anggapan bahwa sendal jepit lebih praktis saat pemeriksaan keamanan bandara sebenarnya tidak sepenuhnya tepat, sebab banyak model sepatu tertutup masa kini dirancang agar mudah dilepas dan dipakai kembali. Sepatu berbahan ringan seperti sneakers slip-on atau loafers bisa menjadi pilihan yang sama praktisnya tanpa mengorbankan perlindungan kaki.
Dengan memilih sepatu yang tepat, penumpang tidak perlu mengorbankan kenyamanan maupun kepraktisan hanya demi menghindari sendal jepit selama penerbangan berlangsung. Sepatu dengan bahan lentur dan bertali elastis memudahkan proses buka pasang tanpa membuat proses pemeriksaan keamanan menjadi lebih lama dari biasanya.
Investasi pada sepasang sepatu tertutup yang nyaman dan mudah dilepas jauh lebih bermanfaat dibandingkan risiko yang mengintai akibat memakai sendal jepit sepanjang penerbangan. Pilihan alas kaki yang tepat membuat perjalanan udara terasa lebih aman, nyaman, dan bebas dari gangguan kecil yang sebenarnya bisa dicegah.
Tanya Jawab Seputar Pakai Sendal Jepit di Pesawat
Apakah boleh memakai sendal jepit saat naik pesawat? Secara aturan maskapai umumnya memperbolehkan, tetapi pramugari dan pakar travel menyarankan menghindarinya karena alasan keselamatan dan kebersihan, terutama saat kondisi darurat atau ke toilet pesawat.
Sepatu seperti apa yang direkomendasikan untuk penerbangan? Sepatu tertutup berbahan ringan seperti sneakers, loafers, atau flat yang mudah dilepas saat pemeriksaan keamanan menjadi pilihan paling aman dan nyaman selama penerbangan berlangsung.
Mengapa kaki terasa dingin saat naik pesawat? Suhu kabin pesawat cenderung lebih rendah dibandingkan ruangan biasa, sehingga kaki yang terbuka tanpa pelindung seperti sendal jepit lebih cepat merasakan hawa dingin selama penerbangan.
Apakah lantai toilet pesawat benar-benar tidak higienis? Ya, toilet pesawat digunakan bergantian oleh banyak penumpang dan sulit dibersihkan secara menyeluruh di tengah penerbangan, sehingga lantainya cenderung basah dan kurang higienis.
Bagaimana sendal jepit memengaruhi proses evakuasi darurat? Sendal jepit mudah terlepas saat penumpang bergerak cepat menuju pintu keluar, sehingga bisa memperlambat proses evakuasi dan membuat kaki lebih rentan terluka oleh puing di sekitar area darurat.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320337/original/020715600_1786345570-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-10T140430.897.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320072/original/053154100_1786333844-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-10T104516.679.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320188/original/007408700_1786339779-cek_fakta_-_sri_mulyani_berbagi_dana_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6210955/original/079363800_1779089133-cek_fakta_BLT_umkm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320411/original/016906800_1786349069-pexels-ivett-34447679.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309572/original/092080100_1785231644-ZFHJKS1lCPzBCjGAXghjGH8sxL1tH7Z61ZSE1xRy.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2514143/original/092528100_1543834653-a-l-l-e-f-v-i-n-i-c-i-u-s-145443-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320279/original/056777800_1786342814-Orang_yang_Suka_Nonton_Berita.jpeg)