Cara Merebus Kimpul agar Tidak Gatal, Ikuti 7 Langkah Ini supaya Aman Dikonsumsi

Bingung cara merebus kimpul agar tidak gatal? Simak langkah-langkah yang benar mulai dari memilih umbi, merendam, hingga merebus agar kimpul empuk dan nyaman di

Diterbitkan 04 Agustus 2026, 14:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kimpul atau talas kimpul merupakan salah satu umbi-umbian yang cukup populer di Indonesia. Umbi ini bisa diolah menjadi kolak, keripik, camilan rebus, hingga berbagai hidangan tradisional. Meski memiliki rasa yang gurih dan tekstur yang lembut, banyak orang enggan mengolahnya karena khawatir menimbulkan rasa gatal di mulut atau tenggorokan. Oleh sebab itu penting untuk memahami cara merebus kimpul.

Rasa gatal tersebut bukan tanpa sebab. Kimpul mengandung kristal kalsium oksalat (calcium oxalate raphides) yang berbentuk seperti jarum-jarum mikroskopis. Jika tidak diolah dengan benar, kristal ini dapat mengiritasi kulit, lidah, mulut, hingga tenggorokan. Kabar baiknya, kandungan penyebab gatal tersebut dapat dikurangi melalui proses pengupasan, pencucian, perendaman, dan perebusan yang tepat. Berikut Liputan6.com ulas cara merebus kimpul agar tidak gatal.

Mengapa Kimpul Bisa Menyebabkan Gatal?

Kristal kalsium oksalat merupakan senyawa alami yang terdapat pada berbagai jenis talas, termasuk kimpul. Menurut University of Hawaiʻi at Mānoa College of Tropical Agriculture and Human Resources, kristal berbentuk jarum tersebut dapat melukai jaringan halus di mulut sehingga menimbulkan sensasi gatal, perih, atau seperti tertusuk.

Sementara itu, Food and Agriculture Organization (FAO) menjelaskan bahwa proses pengolahan seperti pengupasan, perendaman, dan pemasakan hingga matang dapat membantu menurunkan sifat iritatif umbi talas sehingga lebih aman dikonsumsi.

Cara Merebus Kimpul agar Tidak Gatal

Berikut langkah-langkah yang bisa Anda lakukan.

1. Pilih Kimpul yang Sudah Tua

Gunakan kimpul yang sudah cukup tua karena umumnya memiliki tekstur lebih padat dan lebih cocok diolah. Pilih umbi yang berukuran besar, terasa berat, dan tidak lembek.

2. Gunakan Sarung Tangan Saat Mengupas

Getah pada kulit kimpul dapat membuat tangan terasa gatal. Untuk menghindarinya, gunakan sarung tangan plastik atau karet saat mengupas.

Jika tidak memiliki sarung tangan, Anda bisa mengoleskan sedikit minyak goreng pada tangan sebelum mulai mengupas agar getah tidak mudah menempel.

3. Kupas Agak Tebal dan Cuci Bersih

Kupas kulit kimpul hingga lapisan tipis di bawah kulit ikut terbuang. Setelah itu, potong-potong sesuai kebutuhan.

Cuci potongan kimpul di bawah air mengalir sambil digosok perlahan hingga lapisan licin dan sisa getah berkurang. Bilas beberapa kali sampai air cucian terlihat lebih jernih.

4. Rendam dalam Air

Rendam potongan kimpul selama sekitar 30–60 menit. Sebagian masyarakat Indonesia menambahkan garam ke dalam air rendaman sebagai cara tradisional untuk mengurangi rasa gatal.

Namun, perlu diketahui bahwa hingga saat ini bukti ilmiah mengenai efektivitas garam dalam menghilangkan kristal kalsium oksalat masih terbatas. Yang lebih berperan adalah proses perendaman dan pencucian itu sendiri.

Setelah selesai direndam, bilas kembali dengan air bersih.

5. Rebus hingga Benar-Benar Matang

Didihkan air dalam panci hingga cukup banyak untuk merendam seluruh potongan kimpul.

Masukkan kimpul, lalu rebus selama sekitar 20–40 menit, tergantung ukuran potongannya. Gunakan api sedang agar panas merata dan bagian dalam umbi matang sempurna.

6. Buang Air Rebusan Pertama

Jika ingin hasil yang lebih maksimal, rebus kimpul selama sekitar 10–15 menit, lalu buang air rebusan pertama.

Isi kembali panci dengan air baru dan lanjutkan perebusan hingga kimpul benar-benar empuk. Cara ini membantu mengurangi sebagian senyawa yang larut ke dalam air selama proses pemasakan.

7. Pastikan Kimpul Benar-Benar Matang

Jangan mengangkat kimpul terlalu cepat. Umbi yang masih setengah matang masih berpotensi menimbulkan rasa gatal saat dimakan.

Kimpul yang sudah matang memiliki tekstur lembut hingga ke bagian tengah dan mudah ditusuk menggunakan garpu.

Tanda Kimpul Sudah Aman Dikonsumsi

Berikut beberapa ciri kimpul yang telah matang dengan baik:

  • Teksturnya empuk merata hingga bagian dalam.
  • Mudah ditusuk menggunakan garpu.
  • Tidak terlihat getah pada permukaannya.
  • Tidak memiliki rasa getir atau sepat.
  • Saat dicicipi sedikit, tidak menimbulkan rasa gatal maupun sensasi panas di lidah dan tenggorokan.

Tips agar Kimpul Tidak Gatal

  • Selain mengikuti cara perebusan yang benar, beberapa tips berikut juga dapat membantu.
  • Hindari mengonsumsi kimpul yang masih setengah matang.
  • Jika akan diolah menjadi kolak, pastikan kimpul sudah matang sebelum dicampurkan dengan santan atau gula.
  • Gunakan air rebusan yang baru apabila ingin mengurangi rasa gatal lebih maksimal.
  • Simpan kimpul yang sudah direbus di dalam wadah tertutup apabila belum langsung dikonsumsi.

 

Apakah Garam Benar-Benar Bisa Menghilangkan Rasa Gatal?

Merendam atau merebus kimpul dengan garam merupakan cara yang sudah lama dipraktikkan di berbagai daerah di Indonesia. Namun, penelitian ilmiah belum menunjukkan bahwa garam secara khusus mampu menghilangkan kristal kalsium oksalat.

Sebaliknya, para peneliti lebih banyak menjelaskan bahwa pengupasan, pencucian, perendaman dalam air, serta perebusan hingga matang merupakan faktor utama yang membantu mengurangi sifat iritatif pada talas dan kerabatnya. Oleh karena itu, garam sebaiknya dipandang sebagai pelengkap dalam pengolahan, bukan satu-satunya solusi.

Pertanyaan Seputar Cara Merebus Kimpul

1. Berapa lama merebus kimpul agar tidak gatal?

Umumnya kimpul direbus selama 20–40 menit, tergantung ukuran umbi. Jika menggunakan metode dua kali perebusan, rebus selama 10–15 menit, buang airnya, lalu lanjutkan perebusan hingga empuk.

2. Mengapa kimpul membuat mulut terasa gatal?

Rasa gatal berasal dari kristal kalsium oksalat yang secara alami terdapat pada jaringan kimpul. Kristal berbentuk jarum ini dapat mengiritasi mulut dan tenggorokan apabila umbi tidak diolah dengan benar.

3. Apakah air rebusan pertama harus dibuang?

Membuang air rebusan pertama bukanlah keharusan, tetapi cara ini banyak direkomendasikan karena dapat membantu mengurangi sebagian senyawa yang larut selama proses perebusan sehingga rasa gatal berkurang.