Cara Bungkus Pisang Pakai Tisu agar Awet dan Tidak Cepat Busuk

Cara bungkus pisang pakai tisu untuk memperlambat pematangan.

Diterbitkan 01 Agustus 2026, 10:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Cara bungkus pisang pakai tisu jadi trik sederhana untuk memperlambat pisang cepat menghitam. Kuncinya ada pada membungkus bagian pangkal atau tandan pisang yang menjadi sumber gas pematangan.

Metode ini bisa memakai tisu kering maupun tisu yang sedikit dibasahi. Selain praktis, cara bungkus pisang pakai tisu juga terasa lebih ramah lingkungan dibanding memakai plastik.

Mengutip Taste of Home, tangkai pisang melepaskan gas etilen yang berperan dalam proses pematangan buah. Karena itu, membungkus bagian tangkai dengan plastik atau bahan penutup lainnya dapat membantu memperlambat penyebaran gas etilen sehingga pisang tetap segar lebih lama. Prinsip inilah yang menjadi dasar berbagai cara menyimpan pisang agar tahan lama di rumah, termasuk memanfaatkan tisu.

Cara Bungkus Pisang Pakai Tisu Basah di Bagian Pangkal

Cara bungkus pisang pakai tisu basah paling banyak dipakai untuk pisang satu sisir yang masih menempel pada tandannya. Idenya adalah menutup pangkal tandan dengan tisu lembap supaya gas etilen tidak leluasa keluar dan menyebar ke seluruh buah.

  1. Pilih pisang berkualitas: Ambil pisang dengan kulit mulus dan tidak sobek, karena kulit yang rusak mempercepat pembusukan.

  2. Cuci di air mengalir: Bilas sisir pisang untuk menghilangkan debu dan kotoran yang menempel dari perjalanan.

  3. Keringkan sampai benar-benar kering: Lap seluruh permukaan pisang dengan tisu atau kain, sebab air yang menggenang justru bikin pisang cepat busuk.

  4. Basahi tisu secukupnya: Basahi selembar tisu dengan sedikit air, jangan sampai terlalu basah, cukup terasa lembap saja.

  5. Bungkus pangkal atau tandan: Lilitkan tisu lembap menutup rapat bagian pangkal yang menjadi sumber utama gas etilen.

  6. Rekatkan lalu simpan: Ikat dengan karet, kemudian simpan pisang di suhu ruang yang teduh dan jauh dari sinar matahari langsung.

Mengutip Simply Recipes, Tina Varjabedian, Head of Global Communications Chiquita, menyarankan agar pisang disimpan pada suhu ruang di tempat yang sejuk, kering, dan tidak terkena sinar matahari langsung. Cara penyimpanan ini dapat membantu menjaga kesegaran pisang lebih lama.

Baca juga: tips memisahkan pisang dari buah lain penghasil gas etilen

Cara Bungkus Pisang Pakai Tisu Kering untuk Menyerap Kelembapan

Kalau tidak ingin repot membasahi tisu, cara bungkus pisang pakai tisu kering bisa jadi pilihan yang lebih praktis. Tisu kering berfungsi menyerap kelembapan berlebih di permukaan buah sekaligus sedikit menghambat gas etilen, sehingga bintik cokelat muncul lebih lambat.

  1. Pisahkan tandan jadi kelompok kecil: Bagi pisang per dua atau tiga buah agar sirkulasi udara di antara buah lebih lancar.

  2. Pastikan permukaan pisang kering: Jika baru dicuci, keringkan dulu sampai tidak ada sisa air yang menempel.

  3. Bungkus longgar dengan tisu dapur: Balut setiap kelompok pisang secara longgar memakai tisu dapur kering, jangan terlalu ketat.

  4. Tutup bagian pangkalnya: Beri perhatian lebih pada pangkal karena dari sanalah gas pematangan paling banyak keluar.

  5. Letakkan di keranjang berlubang: Simpan di keranjang dengan sirkulasi udara baik dan jauhkan dari apel, pepaya, atau alpukat.

Selain membungkus tangkai pisang untuk memperlambat pematangan, menjaga kebersihan kulit pisang juga tidak kalah penting. Mengutip Southern Living, mencuci pisang segera setelah dibeli dapat membantu menghilangkan telur lalat buah yang mungkin menempel pada kulitnya sehingga risiko munculnya lalat buah di dapur dapat berkurang.

Baca juga: panduan memilih pisang yang matang ideal dan cara memilih pisang yang pas untuk digoreng atau direbus.

Cara Bungkus Pisang Kupas Pakai Tisu Sebelum Disimpan di Kulkas

Untuk pisang matang yang sudah dikupas, misalnya sisa bahan kolak atau pisang goreng, langkah berikut menunjukkan cara bungkus pisang pakai tisu agar tidak lekas lembek dan menghitam. Tisu di sini dipakai sebagai alas dan penutup di dalam wadah kedap udara sebelum masuk kulkas.

  1. Kupas pisang yang sudah matang: Gunakan pisang matang sempurna, bukan yang masih hijau agar rasanya tidak pahit.

  2. Alasi wadah dengan tisu: Letakkan selembar tisu kering di dasar wadah kedap udara untuk menyerap kelembapan.

  3. Susun pisang dengan longgar: Tata pisang agar tidak saling menekan supaya teksturnya tidak rusak.

  4. Tutup lagi dengan tisu: Tambahkan selembar tisu di bagian atas sebelum wadah ditutup.

  5. Simpan di chiller: Tutup rapat, lalu taruh di bagian chiller kulkas, bukan freezer, agar pisang tetap mudah diolah.

Mengutip Martha Stewart, Tamika Sims, Senior Director of Food Technology Communications di International Food Information Council, menyarankan agar pisang disimpan pada suhu ruang hingga mencapai tingkat kematangan yang diinginkan. Setelah itu, pisang dapat dipindahkan ke kulkas selama setidaknya dua hari untuk membantu mempertahankan kesegarannya, meskipun kulitnya akan berubah menjadi hitam.

Dengan cara ini, pisang kupas bisa bertahan lebih lama. Baca juga: trik simpan pisang kupas agar awet sampai tiga minggu, empat cara menyimpan pisang kupas, dan cara mengurangi limbah pisang di rumah.

Seberapa Efektif Membungkus Pisang dengan Tisu?

Membungkus pangkal pisang dengan tisu memang dapat membantu memperlambat proses pematangan, tetapi hasilnya tidak seajaib yang sering diklaim di media sosial. Dilansir dari Parade, pengujian menunjukkan bahwa penggunaan tisu basah pada pangkal pisang hanya memberikan efek yang terbatas sehingga kesegarannya diperkirakan bertahan sekitar satu hingga dua hari lebih lama.

Efek tersebut terjadi karena tisu hanya membantu mengurangi penyebaran gas etilen yang dilepaskan dari pangkal pisang, bukan menghentikan proses pematangannya sepenuhnya. Meski manfaatnya tidak terlalu besar, tambahan waktu satu hingga dua hari tetap dapat membantu menjaga kesegaran pisang, terutama jika disertai dengan cara penyimpanan yang tepat.

Mengutip Reader's Digest, Jessica Gavin, ahli kuliner bersertifikat, menjelaskan bahwa pisang umumnya memerlukan waktu sekitar lima hingga sepuluh hari untuk berubah dari hijau hingga terlalu matang. Selama periode tersebut, tingkat kematangannya dapat berubah setiap satu hingga empat hari, bergantung pada kondisi penyimpanan dan lingkungan sekitarnya. Suhu, cahaya, dan sirkulasi udara sama-sama berperan, sehingga membungkus tisu saja tidak cukup bila pisang tetap terkena panas atau sinar matahari.

Sebagaimana dilansir The Kitchn, membungkus pangkal pisang dengan aluminium foil menjadi metode yang paling efektif setelah pengujian terhadap tujuh cara penyimpanan. Cara ini membantu mempertahankan tekstur pisang dan mengurangi munculnya bercak cokelat selama proses pematangan. 

Mengacu pada University of Nebraska, pisang paling baik disimpan di tempat yang sejuk dan gelap dengan suhu ideal sekitar 54 derajat Fahrenheit (12 derajat Celsius). Selain itu, hindari meletakkannya berdekatan dengan apel dan alpukat karena kedua buah tersebut menghasilkan gas etilen yang dapat mempercepat pematangan pisang.

Mengutip Better Homes & Gardens, Dana Peters, Produce and Floral Field Inspector di Whole Foods Market, menjelaskan bahwa menggantung pisang dapat membantu mengurangi risiko memar yang sering terjadi ketika buah saling bertumpuk selama penyimpanan. Cara ini juga membantu menjaga kondisi fisik pisang tetap baik hingga siap dikonsumsi.

Bila pisang telanjur terlalu matang, jangan langsung dibuang; kupas, potong, lalu bekukan sebagai stok, seperti cara membekukan pisang untuk smoothie dan kue, atau olah menjadi camilan agar tidak terbuang percuma. Pisang yang belum sempat diolah tetap memiliki kandungan gizi yang bermanfaat. Sebagaimana dijelaskan Cleveland Clinic, buah ini kaya akan serat yang baik untuk menjaga kesehatan pencernaan, sehingga sayang jika dibiarkan terlalu matang hingga akhirnya terbuang.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Bungkus Pisang Pakai Tisu

Apakah membungkus pisang dengan tisu benar-benar membuatnya awet?

Membungkus pisang dengan tisu bisa memperlambat pematangan, tetapi efeknya tergolong kecil, umumnya hanya menambah satu hingga dua hari. Hasil terbaik didapat jika dikombinasikan dengan menyimpan pisang di suhu ruang yang sejuk, jauh dari sinar matahari, dan terpisah dari buah lain. Untuk gambaran lengkap, simak juga lima cara menyimpan pisang agar tidak cepat busuk.

Lebih baik pakai tisu basah atau tisu kering untuk membungkus pisang?

Keduanya sama-sama bisa dipakai tergantung kebutuhan. Tisu basah cocok untuk menutup pangkal tandan agar gas etilen tertahan, sedangkan tisu kering lebih pas untuk menyerap kelembapan berlebih dan sebagai alas pisang kupas di dalam wadah. Pastikan tisu basah tidak terlalu basah agar pisang tidak malah cepat berjamur.

Apakah pisang yang sudah dibungkus tisu boleh langsung disimpan di kulkas?

Boleh, asalkan pisang sudah dalam kondisi matang. Pisang mentah yang dimasukkan ke kulkas cenderung gagal matang dan berubah pahit, jadi biarkan matang di suhu ruang lebih dulu. Setelah itu, pisang bisa dinikmati langsung atau diolah menjadi aneka sajian, mulai dari pisang goreng crispy, keripik pisang renyah, hingga beragam olahan pisang lainnya.

Pada akhirnya, membungkus pisang dengan tisu adalah trik murah yang patut dicoba selama harapannya realistis, yakni menunda pematangan beberapa hari, bukan menghentikannya. Dengan memilih pisang berkualitas, menutup pangkalnya, serta menyimpannya di tempat yang tepat, buah kesukaan keluarga ini bisa bertahan lebih lama dan tidak mudah terbuang. Selain enak, pisang juga menyimpan banyak manfaat, seperti manfaat pisang untuk kesehatan tubuh, membantu mengelola diabetes, manfaat khusus untuk wanita, menjaga jantung, sampai merawat kecantikan wajah. Jika di rumah tersedia banyak stok, jenis seperti pisang ambon pun bisa diperlakukan dengan cara serupa, termasuk memanfaatkan daun pisang yang juga perlu disimpan dengan benar agar tetap segar.