Liputan6.com, Jakarta - Undangan reuni sekolah sering menghadirkan perasaan campur aduk. Ada antusiasme untuk bertemu kembali dengan teman-teman lama, tetapi ada pula rasa cemas membayangkan pertanyaan seputar kehidupan dan karier, mulai dari "Sekarang kerja di mana?" hingga "Sudah jadi manajer?".
Tanpa disadari, reuni sekolah bisa menjadi momen untuk membandingkan pencapaian karier. Melihat teman yang sudah menduduki posisi tinggi, membangun bisnis sendiri, atau kerap membagikan kesuksesan di media sosial dapat membuat seseorang merasa tertinggal.
Sebenarnya, tujuan reuni bukan untuk membuktikan siapa yang paling berhasil, melainkan kembali terhubung dengan orang-orang yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidup, melansir Business Insider, Senin (27/7/2026).
Advertisement
Membandingkan diri dengan orang lain merupakan hal yang wajar. Namun, kebiasaan mengukur nilai diri berdasarkan pencapaian orang lain dapat perlahan mengikis rasa percaya diri. Terlebih, setiap orang memiliki definisi kesuksesan dan perjalanan karier yang berbeda.
Para terapis mengingatkan bahwa karier tidak memiliki garis waktu yang seragam. Kesempatan, kondisi keluarga, kesehatan, serta pilihan hidup dapat memengaruhi arah perjalanan seseorang. Ada yang menemukan kesuksesan di usia muda, sementara lainnya baru mencapai tujuan setelah melalui berbagai perubahan.
Sebelum menghadiri reuni, cobalah mengubah sudut pandang. Alih-alih datang dengan keinginan membandingkan pencapaian, jadikan reuni sebagai kesempatan berbagi cerita, mengenang masa sekolah, dan menghargai perjalanan hidup masing-masing.
Dengan begitu, pertemuan tersebut dapat terasa lebih menyenangkan tanpa tekanan untuk membuktikan apa pun.
Fokus pada Tujuan Datang ke Reuni
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308134/original/062266800_1785129725-edvinas-ivanovas-flw3gr27KYA-unsplash.jpg)
Salah satu cara mengurangi kebiasaan membandingkan karier adalah mengingat kembali alasan menghadiri reuni sekolah. Momen ini bukan tentang siapa yang paling sukses, melainkan kesempatan untuk kembali terhubung dengan teman-teman lama setelah lama terpisah oleh kesibukan masing-masing.
Tetapkan tujuan yang lebih personal sebelum datang. Misalnya, bertemu sahabat lama, mengenang pengalaman semasa sekolah, atau sekadar menikmati waktu bersama teman-teman yang sudah lama tidak ditemui. Dengan begitu, perhatian tidak terus tersita oleh pencapaian karier orang lain.
Penting juga untuk tidak berasumsi bahwa semua orang yang hadir menjalani kehidupan tanpa masalah. Di balik jabatan, bisnis, atau pencapaian yang terlihat, setiap orang bisa memiliki tantangan yang tidak diketahui.
Advertisement
Berhenti Mengukur Diri dari Pencapaian Orang Lain
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308135/original/092677600_1785129729-jeffrey-f-lin-IBxZh9bL5vc-unsplash.jpg)
Perbandingan karier sering muncul karena seseorang hanya melihat pencapaian akhir orang lain tanpa mengetahui proses di baliknya. Setiap individu memiliki latar belakang, kesempatan, tantangan, serta prioritas hidup yang berbeda. Kesuksesan yang terlihat belum tentu menggambarkan seluruh perjalanan yang telah dilalui.
Karena itu, cobalah mengubah cara pandang terhadap pencapaian teman. Alih-alih menjadikannya sebagai tolok ukur, anggap keberhasilan orang lain sebagai pengingat bahwa setiap orang memiliki waktu dan jalannya sendiri untuk berkembang.
Ketika rasa minder mulai muncul saat berbincang di reuni, ingat kembali berbagai pencapaian yang telah diraih, sekecil apa pun. Menghargai proses diri sendiri dapat membantu mengurangi keinginan membandingkan perjalanan karier.
Tak Harus Menjawab Semua Pertanyaan Karier
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308136/original/047011000_1785129741-rijki-budiman-x9W8ZGollk8-unsplash.jpg)
Salah satu sumber kecanggungan saat reuni sekolah adalah pertanyaan mengenai pekerjaan, gaji, atau pencapaian yang terasa terlalu pribadi. Setiap orang berhak menentukan informasi tentang karier yang ingin dibagikan, terutama jika pertanyaan tersebut membuat tidak nyaman.
Menyiapkan jawaban singkat dan netral dapat membantu mengurangi tekanan. Cukup ceritakan bidang pekerjaan atau aktivitas yang sedang ditekuni, kemudian arahkan percakapan ke topik lain yang lebih ringan, seperti kabar teman atau kenangan semasa sekolah.
Penting pula memberi ruang bagi diri sendiri untuk menikmati reuni sesuai kemampuan. Jika suasana mulai terasa melelahkan atau memicu rasa tidak nyaman, mengambil jeda sejenak atau pulang lebih awal bukanlah masalah.
Dengan batasan yang sehat, reuni dapat menjadi momen untuk kembali terhubung tanpa tekanan untuk menunjukkan kehidupan yang sempurna. Pertemuan pun terasa lebih hangat karena setiap orang bisa hadir dengan lebih santai dan menjadi diri sendiri.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5288151/original/067339000_1752895807-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308316/original/080408800_1785136454-cek_fakta_-_penggerak_HAM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299565/original/093541200_1784264989-cek_fakta_magang_nasional_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308116/original/010825900_1785129339-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-27T121435.797.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308133/original/083286200_1785129723-bunly-hort-o9olH5LziVg-unsplash.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307394/original/055796200_1785030369-Ilustrasi_lowongan_kerja-26_Juli_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8789375/original/002886600_1782897902-hiring.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/17241/original/japfa-131009b.jpg)