Waktu Tepat Penggunaan Serum Vitamin C dan Retinol Agar Lebih Optimal

Para ahli merekomendasikan penggunaan serum Vitamin C di pagi hari sebagai antioksidan pelindung, sementara Retinol optimal di malam hari untuk regenerasi kulit

Diterbitkan 10 Agustus 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dalam rutinitas perawatan kulit, Vitamin C dan Retinol dikenal sebagai dua bahan aktif yang sangat bermanfaat bagi kesehatan kulit. Keduanya memiliki kemampuan luar biasa dalam mengatasi tanda-tanda penuaan dan mencerahkan kulit. Namun, waktu aplikasi yang tepat menjadi kunci untuk memaksimalkan efektivitasnya sekaligus meminimalkan potensi iritasi.

Para ahli dermatologi sepakat bahwa serum Vitamin C paling optimal digunakan pada pagi hari. Hal ini karena perannya sebagai antioksidan yang kuat, berfungsi sebagai perisai pelindung kulit dari paparan lingkungan di siang hari.

Sebaliknya, Retinol, turunan Vitamin A, bekerja paling efektif saat kulit beristirahat dan beregenerasi di malam hari. Penggunaan yang terpisah ini memastikan masing-masing bahan dapat bekerja secara optimal tanpa saling mengganggu.

Vitamin C: Perisai Antioksidan di Pagi Hari

Serum Vitamin C adalah antioksidan kuat yang berperan sebagai perisai pelindung kulit Anda sepanjang hari. Penggunaan di pagi hari memberikan dorongan antioksidan pada kulit sebelum beraktivitas, membantu melawan radikal bebas yang terbentuk dari sinar UV dan polusi udara.

Menurut dermatolog bersertifikat Joshua Zeichner, Vitamin C bertindak sebagai "jaring pengaman" untuk melindungi kulit dari cahaya yang masih masuk, melengkapi fungsi tabir surya yang memblokir sinar UV. Vitamin C, atau L-asam askorbat, adalah vitamin yang larut dalam air dan dianggap penting bagi tubuh, serta membantu mencegah dan memperbaiki kerusakan akibat sinar UV dan racun lainnya.

Manfaat utama Vitamin C meliputi pencerahan kulit kusam, pemudaran bintik hitam atau hiperpigmentasi, serta peningkatan produksi kolagen untuk menjaga kekencangan dan elastisitas kulit. Bahan ini juga membantu mengurangi tampilan garis halus dan kerutan. Untuk hasil terbaik, direkomendasikan serum dengan konsentrasi 10% hingga 20% vitamin C dalam bentuk L-asam askorbat.

Retinol: Regenerasi Kulit Optimal di Malam Hari

Retinol, turunan Vitamin A, adalah bahan aktif yang bekerja paling efektif saat kulit Anda beristirahat dan beregenerasi di malam hari. Kulit secara alami memperbaiki dan memperbarui dirinya sendiri saat tidur, menjadikan malam hari waktu yang ideal untuk perawatan kulit yang ditargetkan.

Retinoid sensitif terhadap sinar matahari dan dapat kehilangan potensinya saat terpapar sinar UV. Oleh karena itu, mengaplikasikannya di malam hari memastikan stabilitas dan efektivitasnya, sekaligus meminimalkan potensi reaksi fotosensitivitas. Dr. Sandra Lee menjelaskan bahwa retinoid paling efektif saat kulit dalam mode perbaikan, yang terjadi di malam hari.

Manfaat Retinol sangat beragam, termasuk mempercepat pergantian sel kulit untuk mengangkat sel kulit mati, meningkatkan produksi kolagen untuk mengurangi garis halus dan kerutan, serta memudarkan bintik hitam dan bekas jerawat. Retinol juga dapat membantu mengontrol produksi sebum berlebih, meminimalkan tampilan pori-pori, dan mencegah penyumbatan yang menyebabkan jerawat.

Mengapa Tidak Digunakan Bersamaan: Faktor pH dan Iritasi

Meskipun Vitamin C dan Retinol adalah kombinasi yang kuat, menggabungkannya dalam satu waktu dapat mengurangi efektivitas keduanya dan meningkatkan risiko iritasi.

Alasan utamanya adalah perbedaan pH optimal tempat kedua bahan ini bekerja. Vitamin C, terutama asam L-askorbat, membutuhkan lingkungan pH rendah (asam) sekitar 3.5 atau lebih rendah agar dapat menembus kulit dan bekerja secara efektif. Sebaliknya, Retinol bekerja paling baik pada pH yang lebih tinggi, mendekati netral (antara 5.0 dan 6.0). Jika kedua bahan ini digabungkan secara langsung, pH pada kulit dapat menjadi tidak seimbang, berpotensi menetralkan atau mengurangi efektivitas salah satu atau bahkan kedua bahan.

Keduanya adalah bahan aktif yang kuat, dan penggunaan bersamaan lebih mungkin menyebabkan efek samping seperti kemerahan, rasa sakit, kesemutan, atau pengelupasan.

Strategi Cerdas Menggabungkan dalam Rutinitas Harian

Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari kedua bahan ini tanpa efek samping, strategi terbaik adalah memisahkannya berdasarkan waktu penggunaan.

Pada rutinitas pagi, setelah membersihkan wajah dan menggunakan toner, aplikasikan serum Vitamin C. Biarkan menyerap selama sekitar 30-60 detik, lalu lanjutkan dengan pelembap dan tabir surya spektrum luas dengan SPF minimal 30.

Di malam hari, setelah membersihkan wajah, aplikasikan Retinol. Untuk pemula atau kulit sensitif, disarankan memulai dengan konsentrasi rendah dan menggunakannya beberapa kali seminggu, secara bertahap meningkatkan frekuensi seiring dengan toleransi kulit. Selalu ikuti dengan pelembap untuk membantu mengurangi kekeringan dan mendukung lapisan pelindung kulit.

Penting untuk diingat bahwa Retinol dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap matahari, sehingga penggunaan tabir surya harian di pagi hari tetap krusial. Paparan UV yang tidak terlindungi dapat menggagalkan perbaikan yang telah dilakukan.