Liputan6.com, Jakarta - Kecombrang, atau dikenal juga sebagai honje atau bunga kantan, telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari kekayaan kuliner Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera dan Jawa. Tanaman rempah yang banyak tumbuh di Asia Tenggara ini memberikan sentuhan unik pada berbagai hidangan, termasuk sambal. Bagi Anda yang mencari Resep Sambal Kecombrang yang Harum dan Pedas, hidangan ini menjanjikan sensasi rasa yang tak terlupakan, mampu membangkitkan selera makan dengan aroma wangi dan rasa gurih pedasnya.
Cita rasa khas sambal kecombrang terletak pada perpaduan pedas, asam, dan aroma segar bunga kecombrang yang menyengat. Teksturnya yang sedikit kasar dengan potongan kecil bunga kecombrang juga menambah sensasi renyah saat disantap, menjadikannya pelengkap ideal untuk beragam hidangan utama.
Untuk Anda yang ingin menghadirkan kelezatan sambal kecombrang di meja makan, panduan lengkap berikut akan membantu menciptakan sambal yang harum, pedas, dan nikmat. Simak resep lengkapnya berikut ini, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Senin (8/6/2026).
Advertisement
Bahan-Bahan untuk Sambal Kecombrang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5460149/original/074044400_1767236936-unnamed_-_2026-01-01T100508.642.jpg)
Membuat sambal kecombrang yang otentik memerlukan kombinasi bahan utama dan bumbu pelengkap yang mudah ditemukan. Komponen-komponen ini akan memastikan sambal memiliki aroma dan rasa yang khas.
Bahan Utama:
- 3-5 kuntum bunga kecombrang, iris tipis
- 100 ml minyak sayur
Bumbu Halus/Iris:
- 5-10 buah cabai merah besar
- 10-15 buah cabai merah keriting
- 10-30 buah cabai rawit merah (sesuai selera pedas)
- 5-15 siung bawang merah
- 3-10 siung bawang putih
- 1 buah tomat merah, potong-potong (opsional)
- 2 lembar daun jeruk purut (opsional)
- 1 batang serai, memarkan (opsional)
- 1 potong terasi, bakar (opsional)
Bumbu Perasa:
- 1-2 sendok teh garam
- 1-2 sendok teh gula pasir atau gula merah
- 1 sendok makan kaldu jamur atau kaldu bubuk (opsional)
- Air perasan ½ jeruk nipis atau jeruk limau (opsional)
Advertisement
Cara Membuat Sambal Kecombrang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5565344/original/065962300_1777020130-11.jpg)
Proses pembuatan sambal kecombrang cukup sederhana, namun membutuhkan ketelitian pada setiap langkahnya. Ikuti petunjuk berikut untuk menghasilkan sambal yang lezat dengan bumbu yang matang sempurna.
- Siapkan semua bahan. Iris tipis bunga kecombrang, lalu sisihkan. Cuci bersih cabai, bawang, tomat, dan bahan lainnya.
- Haluskan atau cincang kasar cabai merah besar, cabai merah keriting, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, tomat, dan terasi bakar sesuai selera.
- Panaskan 100 ml minyak sayur dalam wajan dengan api sedang.
- Tumis bumbu yang telah dihaluskan hingga harum dan matang. Jika menggunakan daun jeruk dan serai, masukkan saat proses menumis agar aromanya lebih keluar.
- Masak sambal hingga bumbu matang sempurna dan minyak tampak mulai terpisah dari bumbu.
- Masukkan irisan bunga kecombrang, lalu aduk rata. Tumis selama 2-3 menit hingga kecombrang sedikit layu namun masih mempertahankan aroma segarnya.
- Tambahkan garam, gula pasir atau gula merah, serta kaldu jamur jika digunakan. Aduk hingga seluruh bumbu tercampur rata.
- Koreksi rasa. Sesuaikan tingkat asin, manis, dan pedas sesuai selera.
- Matikan api, kemudian tambahkan air perasan jeruk nipis atau jeruk limau jika digunakan. Aduk rata hingga sambal terasa lebih segar.
- Angkat dan pindahkan ke wadah saji. Sambal kecombrang siap dinikmati bersama ikan goreng, ayam goreng, aneka lauk bakar, atau lalapan.
Tips Agar Hasil Maksimal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5460144/original/081401900_1767236934-unnamed_-_2026-01-01T100413.652.jpg)
Untuk mendapatkan sambal kecombrang dengan aroma dan rasa yang optimal, ada beberapa tips yang dapat diterapkan. Saran ini akan membantu meningkatkan kualitas sambal yang Anda buat.
- Pilih Kecombrang Segar: Gunakan bunga kecombrang yang segar, baik dalam keadaan kuncup maupun mekar, serta pilih batang yang mulus dan berwarna kemerahan untuk aroma dan rasa yang lebih kuat.
- Tumis Bumbu Hingga Matang Sempurna: Pastikan bumbu halus ditumis dengan api kecil hingga benar-benar matang dan minyaknya terpisah, hal ini mencegah bau langu dan membuat sambal lebih awet.
- Remas Kecombrang dengan Garam (Opsional): Untuk mengurangi getah dan rasa pahit pada kecombrang, Anda bisa meremas-remas irisan kecombrang dengan sedikit garam sebelum dimasak, lalu bilas bersih.
- Koreksi Rasa: Selalu koreksi rasa sambal setelah semua bumbu tercampur, sesuaikan tingkat pedas, manis, dan asin sesuai selera Anda, serta tambahkan perasan jeruk nipis atau limau di akhir proses untuk kesegaran.
Advertisement
Cara Penyimpanan yang Tepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8063987/original/049794400_1780908399-10024825906903979581.jpeg)
Penyimpanan sambal kecombrang yang benar akan menjaga kualitas rasa dan aromanya tetap nikmat dalam jangka waktu lebih lama. Perhatikan cara penyimpanan berikut agar sambal Anda awet dan tetap segar.
- Gunakan Wadah Kedap Udara: Setelah sambal dingin, masukkan ke dalam wadah atau stoples kedap udara untuk mencegah kontaminasi dan menjaga kesegaran.
- Simpan di Kulkas: Sambal kecombrang dapat bertahan 5-7 hari jika disimpan di kulkas dalam wadah kedap udara, atau hingga 1 bulan di lemari es untuk penyimpanan lebih lama.
- Perhatikan Kebersihan: Selalu gunakan sendok bersih saat mengambil sambal dari wadah untuk menghindari pertumbuhan bakteri, dan pastikan sambal selalu terendam minyak jika disimpan di suhu ruang untuk ketahanan 3-5 hari.
- Pembekuan untuk Jangka Panjang: Sambal kecombrang juga bisa disimpan di freezer hingga 6 bulan untuk ketahanan maksimal.
Pertanyaan Seputar Sambal Kecombrang yang Harum dan Pedas
Apa manfaat kecombrang bagi kesehatan?
Kecombrang kaya akan antioksidan, antibakteri, dan antikanker, serta mengandung vitamin C, A, B kompleks, kalium, magnesium, fosfor, dan zat besi.
Bagaimana cara memilih kecombrang yang bagus?
Pilih bunga kecombrang yang segar, baik kuncup maupun mekar, dengan batang mulus tanpa noda hitam, dan berwarna kemerahan atau merah muda.
Berapa lama sambal kecombrang bisa bertahan?
Sambal kecombrang bisa bertahan 5-7 hari di kulkas dalam wadah kedap udara, atau hingga 1 bulan di lemari es, dan 6 bulan di freezer.
Apakah batang kecombrang bisa digunakan untuk sambal?
Ya, bagian batang kecombrang yang masih muda dan berwarna putih pucat bisa digunakan.
Mengapa sambal kecombrang memiliki aroma unik?
Aroma unik kecombrang mirip campuran jeruk limau dan jahe, memberikan sentuhan segar dan eksotis pada masakan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306299/original/013680100_1784873619-Screenshot_2026-07-24_113426.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515491/original/005117600_1772177639-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-27T142917.860.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306125/original/027820500_1784862750-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-24T101123.644.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5432027/original/046775500_1764753933-e.jpg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306092/original/041197800_1784859164-HL_Ikan_goreng.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306085/original/073609300_1784858509-Gemini_Generated_Image_tkpwydtkpwydtkpw.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5514605/original/080630800_1772096607-opor_ayam_gemini.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472482/original/096114800_1768367502-Gemini_Generated_Image_qf2l7qqf2l7qqf2l.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304796/original/084870800_1784772961-Gemini_Generated_Image_cz5rahcz5rahcz5r.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304820/original/060735000_1784774067-65b1b36f-e972-47b9-aa36-e5d8445332be.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304360/original/006935200_1784713383-Resep_Ayam_Kecap_Cabai_Hijau_Satu_Wajan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304425/original/037002200_1784714467-ad91a1f8-119d-4999-84cf-55702c956727.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304065/original/020174200_1784705795-ChatGPT_Image_Jul_22__2026__02_35_33_PM.jpg)