Sukses

2 Restoran di China Tertangkap Basah Jual Bubur Berbahan Makanan Sisa dan Abaikan Kebersihan

Liputan6.com, Jakarta - Staf dapur di sebuah restoran di China tertangkap basah menggunakan sisa makanan untuk memasak bubur dan menangani makanan tanpa mencuci tangan. Restoran yang telah memiliki 1.000 gerai di seluruh China ini memiliki banyak penggemar, termasuk pembawa acara televisi Taiwan Dee Hsu.

Melansir dari laman South China Morning Post, Rabu (17/3/2021), seorang staf terlihat mengambil iga babi dari panci sisa sup dan menggunakannya untuk memasak ubi China dan bubur daging untuk pelanggan. Aksi tersebut terungkap dalam rekaman yang dtayangkan di stasiun televisi lokal.

"Ya, itu sisa. Tidak apa-apa untuk memasaknya lagi," jawab pekerja lain ketika ditanya oleh reporter yang menyamar apakah akan ada masalah keamanan pangan.

Kamera juga menangkap staf dapur yang menangani makanan yang dimasak dengan tangan kotor beberapa kali. Toko yang terletak di tenggara kota Fuzhou, ditutup setelah penyelidikan rahasia oleh Fujian Television mengungkapkan serangkaian masalah sanitasi, kata restoran itu dalam sebuah pernyataan awal pekan ini.

Sanmi Congee, yang juga merupakan jaringan restoran terkenal dengan lebih dari 1.100 toko di seluruh negeri juga diselidiki dan diekspos karena mempekerjakan orang tanpa sertifikat kesehatan dan praktik tidak sehat serupa di salah satu tokonya di kota.

Pihak Man Ling meminta maaf karena "mengecewakan" pelanggannya. Mereka mengatakan akan menggelar pemeriksaan keamanan dan kebersihan makanan di semua tokonya, pada Senin, 15 Maret 2021. Kasus tersebut terungkap setelah program yang didedikasikan untuk Hari Hak Konsumen ditayangkan. Toko tersebut juga telah dihapus dari aplikasi pemesanan makanan.

2 dari 4 halaman

Warung Bubur Besar

Senda dengan Man Ling, Sanmi mengeluarkan permintaan maaf pada Selasa, 16 Maret 2021, mengakui adanya "bahaya kebersihan dan keselamatan". Pihaknya juga telah menutup toko dan menghapusnya dari aplikasi pemesanan makanan online.

Kedua merek tersebut, yang dimiliki oleh perusahaan terpisah yang berbasis di Shanghai, telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Makanan mereka yang "sehat" dan murah mendapatkan popularitas di tengah booming industri pengiriman makanan di China.

Dengan sebagian besar bisnis mereka berasal dari platform pemesanan makanan pihak ketiga, kedua restoran tersebut termasuk di antara tiga restoran bubur teratas di China pada pertemuan industri katering tahun lalu.

Man Ling menjual total lebih dari 180 juta mangkuk bubur setiap tahun, menurut aplikasi analisis data pemesanan makanan bernama Food Info. Itu menjadi topik hangat di media sosial Tiongkok pada 2019 ketika pembawa acara dan aktris Taiwan Dee Hsu secara terbuka memujinya di Weibo.

"Saat saya bekerja di Beijing atau Shanghai, saya selalu memesan dari restoran bubur Man Ling… Enak sekali!" dia menulis.

3 dari 4 halaman

Diplomasi Lewat Jalur Kuliner

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: