Sukses

Catatan Akhir Pekan: Para Warga Senior Pencetak Rekor Dunia

Liputan6.com, Jakarta - Semakin tua usia seseorang biasanya kemampuan fisiknya juga akan berkurang. Selain itu, kemampuan berpikir biasanya juga semakin berkurang. Belum lagi soal penampilan fisik yang ditakutkan banyak orang.

Meski begitu, usia bukanlah alasan atau halangan untuk meraih prestasi.Berprestasi memang tidak pernah memandang umur, semakin tua banyak orang mungkin akan memilih untuk beristirahat menikmati hidup.

Namun ada beberapa orang terus berusaha mewujudkan eksistensinya walaupun dari segi usia semakin menua, Mereka tak ingin menghabiskan masa tua seperti kebanyakan orang tua lainnya. Sejumlah lansia (orang lanjut usia) memilih menyalurkan hobi mereka dengan cara yang tak biasa.

Dalam usia yang terbilang senja, mereka justru mencetak rekor. Dilansir dari beragam sumber, berikut enam lansia atau warga senior yang mencetak prestasi atau membuat rekor membanggakan sekaligus mengejutkan.

Penerjun Tandem Perempuan Tertua

Terjun tandem memang relatif lebih aman dibandingkan terjun payung sendirian. Meski begitu kegiatan yang satu ini tetap membutuhkan nyali besar serta kemampuan fisik yang prima.

Jadi kalau ada lansia yang masih berani melakukannya tentu itu hal yang istimewa. Hal itu yang dilakukan Estrid Geertsen. Ia tercatat sebagai penerjun tandem perempuan tertua. Perempuan berkewarganegaraan Denmark ini lahir pada 1 Agustus 1904.

Ia membuat rekor terjun tandem tersebut pada 30 September 2004. Ia terjun dari ketinggian 4000 meter di atas kota Rosklide, Denmark. Pada saat itu usianya menginjak 100 tahun 60 hari..

Pendaki Gunung Tertua

Katsuke Yanagisawa berhasil memecahkan rekor sebagai manusia tertua yang mendaki Gunung Everest yang merupakan gunung tertinggi di dunia.

Katsuke yang lahir pada 20 Maret 1936 ini memanjat bagian utara dari puncak tertinggi di dunia tersebut pada 22 Mei 2007. Ia tak sendirian, pria asal Jepang ini mendaki bersama tim Himex saat usianya 71 tahun 63 hari.

2 dari 4 halaman

Balerina Tertua

Charin Yuthasastrkosol merupakan pemegang rekor sebagai balerina tertua di dunia. Perempuan berkebangsaan Amerika Serikat namun lahir di Thailand ini baru mulai belajar balet pada usia 47 tahun. Setelah itu Charin yang lahir pada 30 Desember 1930 rutin melakukan pertunjukan balet.

Pertunjukkan balet terakhir yang dilakukannya yakni di depan Duta Besar Thailand untuk Amerika Sakthip Krairikish di Albuquerque, New Mexico, Amerika. Hal itu terjadi pada 21 Juli 2002, saat usianya sudah 71 tahun.

Perempuan Tertua yang Melahirkan Anak

Rekor sebagai perempuan tertua yang melahirkan anak dipegang oleh Omkali Singh. Dia melahirkan anak kermbar pada usia 70 tahun, pada 2008 silam.

Rekor sebelumnya dimiliki oleh perempuan asal Spanyol, Maria del Carmen Bousada Lara, yang melahirkan bayi kembar pada usia 66 tahun pada 29 Desember 2006.

Omkali merawat anak kembar itu, Amritwani (laki-laki) dan Barsaat (perempuan), bersama dengan suaminya yang sudah berusia 80-an tahun.

Selain anak kembar itu, pasangan yang tinggal di Uttar Pradesh –wilayah utara India– itu, juga memiliki dua putri yang sudah berkeluarga juga lima cucu. Amritwani merupakan satu-satunya anak lelaki yang memang sangat didambakan Omkali dan suaminya.

Saat melahirkan anak kembar dan memecahkan rekor sebagai perempuan tertua yang melahirkan, Omkali mendapat banyak kritik, baik secara online maupun dari masyarakat setempat. Namun, para ibu di daerahnya banyak yang memberikan dukungan kepadanya.

3 dari 4 halaman

Pemegang Rekor Dunia Lari Tertua

Ida Keeling menjadi contoh nyata bahwa usia hanyalah angka dan bukan penghambat untuk terus bisa hidup sehat. Perempuan asal Amerika Serikat ini memecahkan rekor dunia bagi pelari lanjut usia. Ia membuat rekor dunia pelari di kelompok usia pertamanya pada usia 92 tahun.

Pada kompetisi Penn Relays 2016, Ida berlari 100 meter dalam waktu 1 menit 17 detik, dan berhasil memecahkan rekor dunia bagi kelompok usia 100 tahun.

Lahir pada 15 Mei 1915 lalu, Ida adalah seorang ibu tunggal yang bekerja di pabrik selama masa Depresi Besar. Pada usia 67 tahun, ia kehilangan dua anak lelaki dewasanya karena kekerasan terkait penggunaan obat-obatan Ida sempat depresi berat.

Putrinya, Shelley kemudian berusaha menghibur ibunya dengan mengajaknya ikut dalam kompetisi lari lokal sejauh 5K. Dia menyelesaikan lomba lari 5k itu dan sisanya adalah sejarah. Bagi Ida berlari adalah obat baginya. Ia pun bersyukur dengan berlari dapat menyingkirkan rasa sedihnya, bahkan berhasil membuat rekor dunia.

Pesenam Tertua

Wajah Johann Quaas memang tampak seperti lansia pada umumnya, beruban dengan bantuan kacamata untuk mempertajam penglihatannya. Tapi siapa sangka ia merupakan seorang atlet senam.

Ototnya yang tangguh membuat Quaas masih mampu menyangga tubuhnya di atas papan dengan menggunakan kedua tangan.Hal ini membuat Quaas dinobatkan sebagai pesenam tertua menurut Guinness World Records pada 2012 saat berusia 86 tahun.

Quaas sempat berpikir kalau ia terlambat mempelajari olahraga senam, yaitu saat usianya sudah 50 tahun.  Namun berkat ketekunan dan kegigihannya dalam berlatih membuat perempuan kelahiran Jerman pada 1925 ini mampu memenangkan berbagai kejuaraan senam pada usia yang tak lagi muda.

"Saya meyakini bahwa ketika tubuh fit dan sehat, maka saya akan lebih mudah menguasai kehidupan," ucap Quaas yang memang menyukai olahraga sejak kecil.

4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Cerita Akhir Pekan: 6 Kawasan Wisata di Dunia dengan Pramuwisata Andal
Artikel Selanjutnya
Cerita Akhir Pekan: Suka Duka Seorang Pemandu Wisata