ESR Gandeng INA Investasi Fasilitas Logistik Modern di Cikarang dan Cibitung

ESR Cikarang Logistics Park 4 ditargetkan selesai 2027 dan menjadi gudang modern non-captive terbesar di kawasan Jababeka.

Diterbitkan 11 Agustus 2026, 15:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - ESR bersama Indonesia Investment Authority (INA) dan sejumlah mitra pemodal berkomitmen membangun dua fasilitas logistik modern berstandar institusional di Cikarang dan Cibitung, Kabupaten Bekasi.

Investasi ini ditujukan untuk memperkuat infrastruktur logistik nasional, mendukung pertumbuhan industri manufaktur, serta meningkatkan efisiensi rantai pasok Indonesia yang terus berkembang seiring ekspansi e-commerce dan aktivitas industri.

Salah satu proyek yang mulai dibangun adalah ESR Cikarang Logistics Park 4 yang ditandai dengan seremoni groundbreaking pada Selasa (11/8/2026). Proyek tersebut merupakan fasilitas industri dan logistik Grade A yang berlokasi di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang.

Fasilitas ini ditargetkan rampung pada 2027 dan akan menjadi gudang modern yang disewakan kepada pihak ketiga (non-captive) terbesar di kawasan Jababeka.

Head of Southeast Asia ESR Jai Mirpuri mengatakan Indonesia merupakan salah satu pasar paling menarik di Asia Tenggara karena didukung fundamental ekonomi yang kuat.

“Kami sangat antusias untuk terus memperkuat kemitraan strategis dengan INA, setelah baru-baru ini berhasil melakukan realisasi investasi yang sukses bagi mereka di Indonesia,” ujar Jai dikutip Selasa (11/8/2026).

Ia menambahkan permintaan dari sektor manufaktur dan logistik terus meningkat sehingga fasilitas baru di Jabodetabek dirancang untuk memenuhi kebutuhan pelanggan terhadap aset logistik berskala besar dengan spesifikasi yang lebih tinggi.

“Pembangunan ini berada pada posisi yang strategis untuk memenuhi permintaan pelanggan yang membutuhkan aset berskala lebih besar dengan spesifikasi yang lebih tinggi di kawasan logistik strategis, yang dilengkapi dengan fitur-fitur pendukung otomatisasi, efisiensi operasional dan keberlanjutan,” katanya.

Selain proyek di Jababeka, investasi tersebut juga mencakup pembangunan ESR Cibitung Distribution Hub, fasilitas logistik tiga lantai bertaraf Grade A yang akan berlokasi di MM2100 Industrial Town, Cibitung dan ditargetkan beroperasi pada 2028.

 

Permintaan Logistik Diproyeksikan Tembus US$ 188 Miliar

Kedua proyek tersebut berada di koridor industri timur Jabodetabek, kawasan yang selama ini menjadi pusat pertumbuhan manufaktur dan logistik nasional.

ESR menilai lokasi tersebut memiliki posisi strategis karena berada di dalam klaster industri yang sudah berkembang pesat dan terhubung dengan jaringan distribusi utama di Pulau Jawa.

Pasar transportasi barang dan logistik Indonesia sendiri diproyeksikan melampaui US$ 188 miliar pada 2031, didorong pertumbuhan e-commerce, peningkatan ekspor manufaktur, serta konsumsi domestik yang terus meningkat.

ESR Cibitung Distribution Hub dirancang untuk memenuhi kebutuhan pelanggan akan pergudangan modern yang mendukung kegiatan manufaktur dan distribusi regional.

Investasi ini juga diharapkan dapat menambah pasokan infrastruktur logistik modern di kawasan industri timur Jabodetabek yang selama ini menjadi pusat aktivitas manufaktur nasional.

Dengan bertambahnya fasilitas logistik berstandar Grade A, perusahaan logistik pihak ketiga (3PL) internasional maupun regional diperkirakan akan memiliki lebih banyak pilihan lokasi strategis dengan konektivitas yang kuat terhadap kawasan industri dan jaringan rantai pasok di Indonesia.

Kehadiran dua proyek tersebut dinilai penting untuk mendukung transformasi sektor logistik Indonesia yang semakin mengarah pada otomasi, efisiensi operasional, dan integrasi rantai pasok modern.

 

INA Optimistis Prospek Pergudangan Modern Indonesia

Ketua Dewan Direktur INA Oki Ramadhana mengatakan kolaborasi dengan ESR yang dimulai sejak 2023 terus diperkuat melalui investasi baru di sektor pergudangan modern Indonesia.

Menurut Oki, proyek di Jababeka dan MM2100 merupakan investasi strategis karena tingkat penetrasi pergudangan modern di Indonesia masih relatif rendah, sementara prospek pertumbuhannya dinilai sangat besar.

“Prospek pergudangan modern tetap kuat, didukung oleh tren nearshoring pada aktivitas manufaktur, peningkatan penetrasi e-commerce, dan industrialisasi yang terus berkembang,” kata Oki.

Ia menilai pengalaman dan rekam jejak ESR dalam pengembangan serta pengelolaan aset logistik menjadi modal penting untuk menghadirkan fasilitas berkualitas tinggi yang sesuai dengan kebutuhan pasar yang terus berubah.

Kedua fasilitas tersebut akan dikembangkan dengan standar teknis tinggi, termasuk jarak bebas vertikal yang tinggi dan daya dukung lantai yang diperkuat untuk mendukung penggunaan otomasi tingkat lanjut.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6