Chuseok di Korea Selatan: Siapkan Rp 4,13 Juta Hanya untuk Hidangan

Berikut rincian pengeluaran rumah tangga di Korea Selatan pada perayaan Chuseok pada 2026.

Diterbitkan 25 September 2026, 21:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Chuseok merupakan momen berkumpul bersama keluarga dan merayakannya. Namun, bagi banyak orang Korea Selatan, hari raya ini juga menghadirkan pertanyaan yang tak terelakkan. Berapa biaya yang harus dikeluarkan tahun ini?

Mengutip Korea Times, Jumat (25/9/2026), pengeluaran bisa membengkak dengan cepat, mulai dari biaya hadiah dan makanan hingga biaya bahan bakar dan tol.

Ini rincian perkiraan pengeluaran rumah tangga di Korea Selatan selama libur panjang Chuseok selama empat hari tahun ini, yang berlangsung dari 24-27 September 2026:

Meja Charye

Bagi banyak keluarga Korea Selatan, makanan merupakan salah satu komponen pengeluaran terbesar saat Chuseok. Hidangan hari saya biasanya mencakup masakan tradisional dan makanan musiman untuk acara kumpul keluarga, serta di banyak rumah tanggal untuk ritual penghormatan leluhur yang dikenal sebagai charye.

Meskipun semakin banyak rumah tangga yang memilih untuk tidak melaksanakan ritual itu seiring dengan mengecilnya ukuran keluarga dan perubahan sikap generasi muda, persiapan makanan untuk charye tetap menjadi pengeluaran cukup besar.

Sebuah survei yang dilakukan oleh Dewan Nasional Organisasi Konsumen Korea menunjukkan biaya persiapan hidangan charye untuk keluarga dengan empat anggota keluarga rata-rata mencapai 313.089 won atau Rp 4,13 juta (asumsi won terhadap rupiah 13,22). Angka itu turun 2,3% dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan harga buah-buahan, makanan laut, dan makanan olahan turut mendorong penurunan biaya tersebut, sementara harga produk peternakan sedikit meningkat akibat wabah penyakit hewan yang mengurangi pasokan.

Harga pangan menjadi perhatian khusus menjelang hari raya besar, sehingga pemerintah meluncurkan subsidi dan diskon senilai rekor 193 miliar won atau Rp 2,55 triliun untuk produk pertanian, peternakan, dan perikanan menjelang Chuseok. Menurut Kementerian Keuangan dan Ekonomi, total biaya hidangan charye turun untuk pertama kalinya dalam sembilan tahun terakhir.

 

Hadiah Uang Tunai untuk Keluarga

Di Korea Selatan, anggota keluarga lazim saling memberikan uang tunai sebagai hadiah saat hari raya besar. Anak-anak dewasa yang sudah mandiri secara finansial sering memberikan uang kepada orang tua mereka sebagai tanda terima kasih dan bantuan biaya, sementara orang tua mungkin memberikan uang tunai kepada anak-anak atau cucu mereka yang masih muda.

Berdasarkan analisis Kakao Pay terhadap transaksi pengiriman uang selama periode Chuseok dari 2021 hingga 2025, rata-rata jumlah uang yang dikirimkan kepada orangtua pada tahun lalu mencapai 213.000 won atau Rp 2,81 juta, meningkat 38% dibandingkan 2021. Pengiriman uang dari orangtua kepada anak-anak juga mengalami kenaikan, dengan rata-rata 114.000 won atau Rp 1,50 juta pada tahun lalu, atau naik 16% dari 2021.

Biaya perjalanan

Perjalanan merupakan pengeluaran besar lainnya selama Chuseok, saat jutaan warga Korea Selatan melakukan perjalanan untuk mengunjungi keluarga atau pulang ke kampung halaman. Tahun ini, sebagian beban tersebut akan diringankan berkat penurunan harga bahan bakar dan pembebasan sementara biaya tol jalan bebas hambatan.

 

 

Harga Bahan Bakar Dipangkas

Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi menyatakan, harga bahan bakar akan dipangkas sebesar 100 won atau Rp 1.325 per liter di 226 tempat istirahat (service station) di jalan bebas hambatan yang dikelola oleh Korea Expressway Corp., sebagai bagian dari upaya meringankan biaya transportasi di tengah tingginya harga bahan bakar.

Per 17 September, harga rata-rata bensin di lokasi-lokasi tersebut adalah 1.844 won atau Rp 24.371 per liter dan solar 1.834 won atau Rp 24.239 . Diskon tersebut akan menurunkan harga masing-masing menjadi 1.744 won atau Rp 23.049 dan 1.734 won atau Rp 22.917.

Biaya tol jalan bebas hambatan juga akan digratiskan secara nasional selama empat hari, termasuk di jalan bebas hambatan yang dikelola pihak swasta. Sejak 2017, pemerintah telah menanggung biaya tol senilai 1,05 triliun won atau Rp 13,87 triliun selama 14 periode liburan Tahun Baru Imlek dan Chuseok, yang mencakup lebih dari 403 juta kendaraan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6