Sukses

Festival Seni Singkawang Agora, Eksplorasi dan Berkreasi di Ruang Terbuka

Liputan6.com, Jakarta - Berekspresi lewat seni dapat diwujudkan dalam beragam cara dan memakai media tak terduga. Satu di antaranya adalah terselenggaranya Festival Seni Singkawang Agora (Singagora) di Kelurahan Setapuk Besar (Hulu) dan Singkawang Cultural Center, 4-6 April 2019.

Festival seni yang digelar seniman dan sejumlah komunitas di Singkawang ini menghadirkan deretan acara yang meliputi musik eksperimental, pertunjukan teater, performance art, puisi visual, pameran sketsa, foto, dan video.

Salah satu penggagas acara yang juga seniman dari Kelompok Teater Garasi, Arsita Iswardhani menyampaikan festival ini adalah satu rangkaian untuk mempertemukan seniman dari ragam disiplin termasuk komunitas kreatif di Singkawang.

"Kami berproses, berkolaborasi, dan belajar bersama. Kemudian menciptakan beragam bentuk [seni]( "") yang merujuk pada tema toleransi dan keberagaman," kata Arsita Iswardhani dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com.

Arsita menambahkan, kehadiran mereka di Singkawang sejak 2017 merupakan salah satu cara melihat ke-Indonesiaan di luar pulau Jawa. "Karena kami sekelompok seniman, maka masuknya melalui kesenian," lanjutnya.

Bersama rekannya Akbar Yumni, mereka bekerja sama dengan kelompok Teater Tebs, komunitas musik, perupa, dan komunitas kreatif yang rata-rata anak muda. Dari pertemuan ini, mereka menghasilkan sejumlah karya seni menarik.

"Dalam proses kerjasama ini, kami sama-sama belajar. Sehingga hasil tidak lagi begitu penting ketika setiap orang dan kelompok, bersama melakukan kerja kreatif sesuai dengan disiplin mereka," tutur Akbar.

2 dari 3 halaman

Kolaborasi Seni

Lewat kolaborasi ini, Teater Garasi mengundang tiga seniman musik yakni Yennu Ariendra (Yogyakarta), J "Mo'ong" Santoso Pribadi (Yogyakarta), dan Nursalim Yadi Anugerah (Pontianak).

Hasil workshop musik "Tukar Getar" ini telah dipresentasikan pada 27 Maret 2019 lalu di Gedung Singkawang Cultural Center. Selain workshop, kegiatan yang diinisiasi Teater Garasi ini juga berlanjut hingga akhirnya seniman dan komunitas seni di Singkawang bersepakat untuk menggelar festival kecil.

"Festival yang digagas oleh para seniman muda Singkawang dan kelompok Teater Garasi ini menjadi penting untuk dicermati dalam medan sosial seni di Singkawang," ungkap Frino Bariarcianur, salah seorang pegiat seni Singkawang.

"Teks "Agora" yang diambil dari istilah Yunani, yang berarti ruang terbuka, adalah wujud gambaran kekuatan komunitas dan individu saat berinteraksi dan merespons ruang besar yaitu Singkawang, dengan perspektif serta metode baru," tambahnya.

Frino juga menyebut kehadiran kelompik Teater Garasi menjadi salah satu penanda penting di Singkawang. Penciptaan antar komunitas telah menguatkan kembali jejaring seni Singkawang dengan kelompok seni luar.

3 dari 3 halaman

Penyelenggaraan Festival Seni Singkawang Agora

Pada Kamis, 4 April 2019, acara dimulai dengan para seniman terlibat membuka rangkaian Festival Seni Singkawang Agora (Singagora) di Singkawang Cultural Center. Menampilkan Performance Art Sandi Muliawarman dan Yucca Salsabilla, pameran sketsa karya Ayub Dame Dwijayanto, karya foto Wan Sofyan, serta feature dokumenter dari Perkumpulan MySingkawang.

Pameran dokumentasi juga menghadirkan benda-benda yang menjadi alat musik seperti kerikil, seng, daun kering, dan alat-alat musik lainnya. Tak kalah menariknya, pameran puisi visual yang dipamerkan oleh Komunitas Musim Bergambar hasil workshop bersama Akbar Yumni.

Pada Jumat, 5 April 2019, festival ini menampilkan pertunjukan teater berjudul "Dua Wajah" karya Suyanto yang dikenal dengan nama Mpok di Kelurahan Setapuk Besar (Hulu), Singkawang. Pertunjukan yang digelar di depan halaman rumah warga disambut antusias. Pertunjukan teater "Dua Wajah" mengisahkan kehidupan orang-orang Singkawang pada malam hari di Pasar Hongkong.

Pada puncak acara, Festival Seni Singagora kembali menampilkan hasil kolaborasi para seniman lintas disiplin di Singkawang Cultural Center, pada Sabtu, 6 April 2019, pukul 19.30 WIB.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Pedoman Penerapan New Normal Bagi Restoran Cafe dan Warung Makan