7 Bacaan Shalawat yang Sering Diamalkan Saat Peringatan Maulid Nabi Teks Arab, Latin dan Artinya

Maulid Nabi merupakan momen spesial yang sebaiknya diisi dengan berbagai amal, ibadah dan syiar.

Diterbitkan 23 Agustus 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Maulid Nabi merupakan momen spesial yang sebaiknya diisi dengan berbagai amal, ibadah dan syiar. Sholawat menjadi salah satu bagian penting dari rangkaian prosesi tersebut. Oleh sebab itu, umat Islam juga perlu memiliki referensi mengenai bacaan shalawat yang sering diamalkan saat peringatan Maulid Nabi SAW.

Memperbanyak shalawat di bulan Maulid adalah bentuk manifestasi cinta kepada Rasulullah dan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam kitab 70 Shalawat Pilihan karya Ustadz Mahmud Sami, dijelaskan bahwa shalawat pada hakikatnya adalah wujud pengagungan kepada Nabi sekaligus pengakuan atas kedudukan beliau di sisi Allah.

Qadhi 'Iyadh dalam kitab Asy-Syifa' juga menerangkan bahwa pembacaan shalawat di setiap permulaan urusan bertujuan untuk memohon berkah (bertabarruk).

Di Indonesia, peringatan Maulid Nabi identik dengan pembacaan kitab-kitab maulid seperti Barzanji, Diba', dan Simthud Durar. Dalam setiap pembacaan tersebut, terdapat momen mahalul qiyam, saat jamaah berdiri serentak melantunkan shalawat bersama sebagai bentuk penghormatan kepada Rasulullah SAW.

Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah bacaan shalawat yang sering diamalkan saat peringatan maulid nabi teks Arab, Latin dan artinya.

1. Shalawat yang Dibaca Saat Mahalul Qiyam (Berdiri dalam Maulid)

Salah satu momen paling khas dalam peringatan Maulid Nabi adalah saat mahalul qiyam, yaitu ketika jamaah berdiri setelah sebelumnya duduk mendengarkan pembacaan riwayat kelahiran Nabi Muhammad SAW. Pada saat ini, jamaah melantunkan shalawat bersama-sama sebagai bentuk penghormatan dan kegembiraan menyambut kelahiran Rasulullah.

Bacaan Marhaban dan Pujian kepada Nabi

Arab: صَلَّى اللهُ عَلى مُحَمَّدْ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ مَرْحَبًا يَا مَرْحَبًا يَا مَرْحَبًا، مَرْحَبًا جَدَّ الحُسَيْنِ مَرْحَبًا

Latin: Shallallāhu ‘alā Muhammad, shallallāhu ‘alayhi wasallam Marhaban yā marhaban yā marhaban, marhaban jaddal Husaini marhaban

Artinya: "Allah bershalawat untuk Nabi Muhammad SAW, Allah bershalawat dan mengucap salam sejahtera untuknya. Selamat datang, selamat datang, selamat datang, selamat datang kakek dari Husain, selamat datang."

Bacaan Ya Nabi Salam 'Alayka

Arab: يَا نَبِى سَلَامْ عَلَيْكَ، يَا رَسُوْلْ سَلَامْ عَلَيْكَ يَا حَبِيْبْ سَلَامْ عَلَيْكَ، صَلَوَاتُ اللهْ عَلَيْكَ

Latin: Yā nabī salām ‘alayka, yā rasūl salām ‘alayka Yā habīb salām ‘alayka, shalawātullāh ‘alayka

Artinya: "Wahai Nabi, salam sejahtera untukmu. Wahai Rasul, salam sejahtera untukmu. Wahai Kekasih, salam sejahtera untukmu. Shalawat (rahmat) Allah untukmu."

 Bacaan Asyraqal Badru 'Alayna

Arab: اَشْرَقَ الْبَدْرُ عَلَيْنَا، فَاخْتَفَتْ مِنْهُ الْبُدُوْرُ مِثْلَ حُسْنِكْ مَا رَأَيْنَا، قَطُّ يَا وَجْهَ السُّرُوْرِ

Latin: Asyraqal badru ‘alayna, fakhtafat minhul budūru Mitsla husnik mā ra’aynā, qaththu yā wajhas surūri

Artinya: "Satu purnama telah terbit di atas kami, pudarlah jutaan purnama lainnya karenanya. Belum pernah kulihat seperti keelokanmu, wahai wajah yang gembira."

Bacaan Anta Syamsun Anta Badrun

Arab: اَنْتَ شَمْسٌ اَنْتَ بَدْرٌ، اَنْتَ نُوْرٌ فَوْقَ نُوْرِ اَنْتَ اِكْسِيْرٌ وَّغَالِى، اَنْتَ مِصْبَاحُ الصُّدُوْرِ

Latin: Anta syamsun anta badrun, anta nūrun fawqa nūri Anta iksīruw wa ghālī, anta mishbāhus shudūri

Artinya: "Kau bak mentari, kau juga laksana purnama, kau cahaya di atas cahaya. Kau laksana obat segala guna lagi mahal, kau adalah lentera hati."

2. Shalawat Nariyah

Shalawat Nariyah merupakan salah satu shalawat yang paling populer dilantunkan saat peringatan Maulid Nabi. Shalawat ini dikenal dengan sebutan shalawat tafrijiyah karena dipercaya sebagai pelepas segala kesulitan dan kesusahan.

Arab: اَللّٰهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَــمَّدِ الَّذِيْ تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضٰى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلىٰ اٰلِهِ وَصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَ نَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

Latin: Allâhumma shalli shalâtan kâmilatan wa sallim salâman tâmman ‘alâ sayyidinâ Muhammadinil-ladzî tanhallu bihil-‘uqadu wa tanfariju bihil-kurabu wa tuqḍâ bihil-ḥawâ’iju wa tunâlu bihir-raghâ’ibu wa ḥusnul khawâtimi wa yustasqal-ghamâmu biwajhihil-karîmi wa ‘alâ âlihi wa ṣaḥbihi fî kulli lamḥatin wa nafasin bi‘adadi kulli ma‘lûmin lak(a).

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujan pun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan napas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau."

3. Shalawat Fatih

Shalawat Fatih adalah shalawat yang sering dilantunkan saat Maulid Nabi karena mengandung doa pembuka segala pintu kebaikan dan kemudahan.

Arab: اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ وَنَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ وَالْهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ الْعَظِيمِ

Latin: Allahumma shalli wa sallim wa bārik ‘alâ sayyidinâ Muhammadinil-Fātiḥi limâ ughliqa, wal-Khātimi limâ sabaqa, wa Nāṣiril-ḥaqqi bil-ḥaqqi, wal-Hādī ilā ṣirāṭikal-mustaqīm, wa ‘alâ ālihi wa ṣaḥbihi ḥaqqa qadrihi wa miqdārihil-‘aẓīm.

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat, keselamatan, dan keberkahan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, pembuka apa yang tertutup, penutup apa yang telah lalu, penolong kebenaran dengan kebenaran, dan petunjuk ke jalan-Mu yang lurus, serta kepada keluarga dan sahabatnya, sesuai dengan kedudukan dan kemuliaannya yang agung."

4. Shalawat Badar

Shalawat Badar merupakan syair pujian yang sangat populer di Indonesia dan sering dilantunkan saat peringatan Maulid Nabi. Shalawat ini berisi pujian kepada Nabi Muhammad SAW serta permohonan perlindungan melalui perantaraan para sahabat yang gugur dalam Perang Badar. Di masa lalu, shalawat ini menjadi simbol perlawanan spiritual dan penguat semangat bagi para pejuang bangsa.

Arab: صَـلا َةُ اللهِ سَـلا َمُ اللهِ عَـلَى طـهَ رَسُـوْلِ اللهِ صَـلا َةُ اللهِ سَـلا َمُ اللهِ عَـلَى يـس حَبِيْـبِ اللهِ تَوَ سَـلْنَا بِـبِـسْـمِ اللّهِ وَبِالْـهَادِى رَسُـوْلِ اللهِ وَ كُــلِّ مُجَـا هِـدِ لِلّهِ بِاَهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ اِلهِـى سَـلِّـمِ اْلا ُمـَّة مِـنَ اْلافـَاتِ وَالنِّـقْـمَةَ وَمِنْ هَـمٍ وَمِنْ غُـمَّـةٍ بِاَ هْـلِ الْبَـدْرِ يـَا اَللهُ

Latin: Shalaatullaah Salaamullaah ‘Alaa Thaaha Rasuulillaah Shalaatullaah Salaamullaah ‘Alaa Yaa Siin Habiibillaah Tawassalnaa Bibismillaah Wabil Haadi Rasuulillaah Wakulli Mujaahidin Lillaah Bi Ahlil Badri Yaa Allaah Ilaahi Sallimil Ummah Minal Aafaati Wanniqmah Wamin Hammin Wamin Ghummah Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

Artinya: "Rahmat dan keselamatan Allah, semoga tetap untuk Nabi Thaha (Nabi Muhammad), utusan Allah. Rahmat dan keselamatan Allah, semoga tetap untuk Nabi Yasin, kekasih Allah. Kami bertawassul dengan nama Allah dan dengan petunjuk Rasulullah, dan dengan setiap pejuang di jalan Allah, dengan perantaraan Ahli Badar, ya Allah. Wahai Tuhanku, selamatkanlah umat ini dari bencana dan siksa, dan dari duka serta kesedihan, dengan perantaraan Ahli Badar, ya Allah."

5. Shalawat Munjiyat

Shalawat Munjiyat memiliki arti "Shalawat Penyelamat". Penamaan ini berasal dari peristiwa seorang ulama yang selamat dari badai laut setelah membaca shalawat ini. Shalawat ini sering dibaca saat Maulid Nabi sebagai permohonan keselamatan dan perlindungan.

Arab: اَللّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْاَهْوَالِ وَالْاٰفَاتِ وَتَقْضِيْ لَنَا بِهَا جَمِيعَ الْحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ اَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَا بِهَا اَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Latin: Allahumma sholli 'ala sayyidina muhammadin wa 'ala aali sayyidina muhammadin sholaatan tunjiina bihaa min jamii'il ahwaali wal aafaat, wa taqdhiilana bihaa jamii'al haajat, watuthohhiruna bihaa min jamii'is sayyiaat, watarfa'una bihaa 'indaka a'lad darojaat, watuballighuna bihaa aqshol ghooyaat min jamii'il khoirooti fil hayaati waba'dal mamaati birahmatika ya arhamar rahimin.

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarga beliau, yang dengan shalawat itu, Engkau akan menyelamatkan kami dari semua keadaan yang menakutkan dan dari semua cobaan; dengan shalawat itu, Engkau akan mengabulkan segala hajat kami; dengan shalawat itu, Engkau akan menyucikan kami dari segala keburukan; dengan shalawat itu, Engkau akan mengangkat kami ke derajat paling tinggi; dengan shalawat itu pula, Engkau akan menyampaikan kami kepada tujuan yang paling sempurna dalam semua kebaikan, ketika hidup dan setelah mati, dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Pengasih dari semua yang mengasihi."

6. Shalawat Ibrahimiyah

Shalawat Ibrahimiyah adalah shalawat yang paling akrab di lidah umat Islam karena dibaca setiap kali duduk tasyahud akhir dalam salat. Shalawat ini juga sering dilantunkan saat peringatan Maulid Nabi sebagai bentuk pengamalan sunnah yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW.

Arab: اَللّـٰـهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَـيَّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى أَٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِى الْعٰلَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Latin: Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘ala ali sayyidina Muhammad, kama shallayta ‘ala sayyidina Ibrahim wa ‘ala ali sayyidina Ibrahim, wa barik ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘ala ali sayyidina Muhammad, kama barakta ‘ala sayyidina Ibrahim wa ‘ala ali sayyidina Ibrahim, fil ‘alamina innaka Hamidun Majid.

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga beliau, sebagaimana telah Engkau limpahkan shalawat kepada junjungan kami Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahkanlah keberkahan kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarganya, sebagaimana telah Engkau limpahkan keberkahan kepada junjungan kami Nabi Ibrahim dan keluarganya di seluruh alam. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia."

7. Shalawat Nuril Anwar

Shalawat Nuril Anwar sering dilantunkan dalam peringatan Maulid Nabi karena mengandung pujian kepada Nabi Muhammad sebagai cahaya di atas segala cahaya.

Arab: اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى نُوْرِ اْلأَنْوَارِ وَسِرِّ الأَسْرَارِ وَتِرْيَاقِ اْلاَغْيَارِ وَمِفتَاحِ بَابِ الْيَسَارِ سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ نِالْمُخْتَارِ وَآلِهِ اْلأَطْهَارِ وَاَصْحَابِهِ اْلاَخْيَارِ عَدَدَ نِعَمِ اللهِ وَاِفضَالِهِ

Latin: Allahumma shalli ‘ala nuril anwar, wa sirril asrar, wa tiryāqil aghyar, wa miftāhi bābil yasār, sayyidinā wa maulānā Muhammadinil-mukhtār, wa ālihil-ath-hār, wa ashābihil-akhyār, ‘adada ni‘amillāhi wa ifdhālih.

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada cahaya segala cahaya, rahasia segala rahasia, penawar segala penyakit, dan pembuka pintu kemudahan, yaitu junjungan dan pemimpin kami Nabi Muhammad pilihan, serta keluarganya yang suci dan para sahabatnya yang mulia, sebanyak nikmat dan karunia Allah."

Fadhilah Bersholawat pada Maulid Nabi SAW

1. Mendapat Balasan 10 Kali Lipat dari Allah

Setiap satu shalawat yang dibaca akan dibalas dengan sepuluh shalawat dari Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali." (HR Muslim). Ini merupakan janji langsung dari Allah yang menjadi modal spiritual bagi setiap Muslim yang memperbanyak shalawat di bulan Maulid.

2. Dihapuskan Dosa dan Diangkat Derajat

Dalam riwayat An-Nasa’i disebutkan bahwa shalawat dapat menghapus sepuluh dosa dan mengangkat sepuluh derajat. Pada momen Maulid Nabi, memperbanyak shalawat menjadi kesempatan emas untuk membersihkan diri dari dosa-dosa dan meraih kedudukan yang lebih tinggi di sisi Allah.

3. Mendapat Syafaat Rasulullah SAW

Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang paling dekat dengannya di hari kiamat adalah mereka yang paling banyak bershalawat kepadanya. Dengan memperbanyak shalawat di bulan Maulid, seorang Muslim menabung amalan untuk mendapatkan syafaat di hari pembalasan.

4. Mendapat Perlindungan dan Penghiburan di Kubur

Shalawat akan memohonkan ampunan kepada pembacanya dan menghiburnya di alam kubur. Ini menjadi bekal penting bagi setiap Muslim yang ingin selamat dari siksa kubur.

5. Mendapat Kemudahan dan Kelancaran Rezeki

Shalawat Nariyah, misalnya, diyakini dapat memberi perlindungan dari orang-orang zalim, kelancaran rezeki, kemudahan urusan, dan keselamatan dari musibah. Shalawat-shalawat yang dilantunkan saat Maulid Nabi menjadi wasilah untuk meraih keberkahan hidup di dunia dan akhirat.

Pertanyaan Seputar Sholawat Maulid Nabi

1. Apa saja bacaan shalawat yang sering diamalkan saat peringatan Maulid Nabi?

Shalawat yang sering diamalkan antara lain Shalawat Nariyah, Shalawat Fatih, Shalawat Badar, Shalawat Munjiyat, Shalawat Ibrahimiyah, dan Shalawat Nuril Anwar, serta bacaan pujian pada saat mahalul qiyam seperti Marhaban, Ya Nabi Salam 'Alayka, Asyraqal Badru 'Alayna, dan Anta Syamsun Anta Badrun.

2. Apa yang dimaksud dengan mahalul qiyam dalam peringatan Maulid Nabi?

Mahalul qiyam adalah momen saat jamaah berdiri setelah sebelumnya duduk dalam forum pembacaan Maulid, seperti Kitab Barzanji, untuk membaca shalawat bersama-sama sebagai bentuk penghormatan dan kegembiraan menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW.

3. Mengapa Shalawat Nariyah sering dibaca saat Maulid Nabi?

Shalawat Nariyah sering dibaca karena dipercaya dapat memberi perlindungan dari orang-orang zalim, kelancaran rezeki, kemudahan urusan, dan keselamatan dari musibah. Shalawat ini juga menjadi doa pelepas segala kesulitan dan kesusahan.

4. Apa keutamaan Shalawat Badar yang sering dilantunkan saat Maulid?

Shalawat Badar berisi pujian kepada Nabi Muhammad SAW serta permohonan perlindungan melalui perantaraan para sahabat yang gugur dalam Perang Badar. Shalawat ini juga menjadi simbol perlawanan spiritual dan penguat semangat bagi para pejuang bangsa di masa lalu.

5. Apakah membaca shalawat saat Maulid Nabi termasuk amalan yang dianjurkan?

Ya, memperbanyak shalawat saat Maulid Nabi sangat dianjurkan sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah dan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hal ini sejalan dengan perintah Allah dalam Al-Qur'an dan sabda Rasulullah SAW yang menganjurkan umatnya untuk memperbanyak shalawat, terutama di hari Jumat dan momen-momen istimewa seperti bulan Maulid.