Unggah Foto Buaya Buatan AI di Singapura, Warga Myanmar Terancam Dipenjara

Warga Myanmar itu ternyata menggunakan AI untuk membuat foto buaya yang diklaim ada di Waduk Pandan.

Diterbitkan 07 Oktober 2026, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Singapura bertindak tegas pada pelaku penyebaran informasi palsu yang menggunakan modifikasi AI. Terbaru, seorang warga Myanmar diadili dan terancam hukuman penjara selama tiga tahun.

Pada 20 Agustus 2026, Badan Perairan Nasional (PUB) Singapura menerima informasi bahwa ada seekor buaya terlihat di Waduk Pandan. PUB dan Dewan Taman Nasional pun mengerahkan seluruh daya untuk melakukan operasi pencarian dan penangkapan buaya tersebut.

Mereka juga sempat menutup aktivitas di waduk untuk menjamin keselamatan masyarakat. Termasuk melarang penggunaan waduk pada Asosiasi Dayung Singapura dan Federasi Kano Singapura.

Namun belakangan diketahui bahwa informasi adanya buaya tersebut ternyata tidak benar. Warga Myanmar itu ternyata menggunakan AI untuk membuat foto buaya yang diklaim ada di Waduk Pandan.

"Kami tidak akan ragu untuk mengambil tindakan terhadap siapa pun yang menyebarkan kebohongan. Selain menimbulkan ketakutan dan ketidaknyamanan bagi masyarakat, kebohongan semacam itu juga mengakibatkan sumber daya publik dikerahkan secara tidak perlu untuk menangani insiden-insiden tersebut," bunyi pernyataan resmi dilansir CNA.

Warga Myanmar tersebut akan kembali menjalani sidang pada 10 November 2026. Ia terancam hukuman penjara hingga tiga tahun dan denda hingga 10 ribu Dolar Singapura (Rp 139 juta).

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.

Â