Kumpulan Dzikir Ringan Berpahala Besar, Simak 12 Keutamaannya

Dzikir merupakan ibadah yang paling ringan namun memiliki kedudukan yang sangat agung dalam Islam dan diperintahkan langsung Allah SWT.

Diterbitkan 07 Oktober 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dzikir merupakan ibadah yang paling ringan namun memiliki kedudukan yang sangat agung dalam Islam dan diperintahkan langsung Allah SWT. Meski ringan, dzikir merupakan ibadah berpahala besar dan memiliki berbagai keutamaan luar biasa.

Rasulullah SAW bersabda: "Permisalan orang yang berdzikir kepada Allah dengan orang yang tidak berdzikir kepada Allah adalah seperti orang yang hidup dan mati" (HR. Al-Bukhari no. 6407 dan Muslim no. 779)

Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar pada bab Adzkar ba'dash Shalah menjelaskan kesunnahan berdzikir. Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam kitab Al-Wabil Ash-Shaib juga menyatakan bahwa zikir ibarat makanan pokok bagi hati dan ruh; apabila seorang hamba gersang dari siraman zikir, maka hati dan ruhnya akan menjadi lemah dan sakit.

Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam kitab Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menjelaskan bahwa salah satu dampak positif menjaga sunnah dzikir adalah tercapainya derajat kecintaan kepada Allah. Dzikir dari sudut pandang ilmu kedokteran jiwa juga merupakan terapi psikiatrik yang setingkat lebih tinggi daripada psikoterapi biasa, karena mengandung unsur spiritual yang dapat membangkitkan harapan dan ketenangan jiwa.

Merujuk berbagai sumber, berikut ini adalah kumpulan dzikir ringan dengan pahala dan keutamaan luar biasa.

Kumpulan Dzikir Ringan Sesuai Urutan: Arab, Latin, dan Artinya

1. Istighfar (3x)

Arab: أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمَ الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Latin: Astaghfirullaahal-'azhiim alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaih (3x)

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, yang tiada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya." (3x)

Diriwayatkan dari Tsauban, bahwa Rasulullah SAW apabila selesai shalat, beliau beristighfar tiga kali. Dalam kitab Dzikir Pagi & Petang dan Sesudah Sholat Fardhu karya Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani, istighfar ini dibaca sebagai pembuka dzikir setelah sholat, sebagai bentuk pengakuan atas kekurangan dan kekhilafan yang mungkin terjadi selama sholat.

Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menyebutkan bahwa para ulama telah sepakat mengenai kesunnahan berdzikir usai melaksanakan shalat.

2. Doa Keselamatan: Allahumma Antas Salam

Arab: اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلَامُ، فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَاَدْخِلْنَا الْـجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَامِ

Latin: Allaahumma antas-salaam, wa minkas-salaam, wa ilaika ya'uudus-salaam, fahayyinaa rabbanaa bis-salaam, wa adkhilnal jannata daaras-salaam, tabaarakta rabbanaa wa ta'aalaita yaa dzal-jalaali wal-ikraam

Artinya: "Ya Allah, Engkau-lah As-Salam (sumber keselamatan), dan dari-Mu lah keselamatan, dan kepada-Mu lah keselamatan itu kembali. Maka hidupkanlah kami wahai Tuhan kami dengan keselamatan, dan masukkanlah kami ke dalam surga negeri keselamatan. Mahasuci Engkau, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan."

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Tsauban. Dalam buku Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW karya Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih, doa ini disebutkan sebagai doa yang selalu dibaca Nabi setelah istighfar, dan mengandung pujian kepada Allah sebagai sumber segala keselamatan serta permohonan keberkahan. Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar mengutip doa ini sebagai salah satu dzikir yang paling utama dibaca setelah shalat fardhu.

3. Kalimat Tauhid dan Doa Warid

Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Latin: Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalahu, lahul mulku walahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir (3x)

Artinya: "Tiada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." (3x)

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. Dalam buku Dzikir Pagi & Petang dan Sesudah Sholat Fardhu karya Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani, dzikir ini dibaca tiga kali setelah shalat fardhu, dan mencakup tauhid serta pengakuan atas kekuasaan Allah dalam menghidupkan dan mematikan.

Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menyebutkan bahwa dzikir ini memiliki keutamaan besar sebagai bentuk pengagungan kepada Allah.

4. Doa Perlindungan dari Api Neraka

Arab: اَللَّهُمَّ أَجِرْنِيْ مِنَ النَّارِ

Latin: Allaahumma ajirnii minan naar (7x)

Artinya: "Ya Allah, lindungilah aku dari api neraka." (7x)

Dalam kitab Dzikir Pagi & Petang dan Sesudah Sholat Fardhu karya Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani, disebutkan bahwa doa ini dianjurkan untuk dibaca tujuh kali setelah shalat fardhu, terutama setelah shalat Subuh dan Maghrib.

Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menyebutkan bahwa doa ini termasuk dalam rangkaian dzikir yang diajarkan Nabi SAW untuk memohon perlindungan dari azab neraka.

5. Tasbih, Tahmid, dan Takbir

Arab: سُبْحَانَ اللهِ (33x) الْحَمْدُ لِلَّهِ (33x) اللهُ أَكْبَرُ (33x)

Latin: Subhaanallaah (33x) Alhamdulillaah (33x) Allaahu Akbar (33x)

Artinya: "Maha Suci Allah" (33x) "Segala puji bagi Allah" (33x) "Allah Maha Besar" (33x)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa bertasbih setelah shalat sebanyak 33 kali, bertahmid 33 kali, dan bertakbir 33 kali, hingga jumlahnya menjadi 99, kemudian menyempurnakannya menjadi 100 dengan membaca 'Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah...' maka dihapuskan dosa-dosanya meski sebanyak buih di lautan" (HR. Muslim).

Dalam kitab Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih menjelaskan bahwa rangkaian tasbih, tahmid, dan takbir ini adalah dzikir yang paling masyhur dan memiliki keutamaan yang sangat besar.

6. Doa Tahlil Penutup

Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Latin: Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir

Artinya: "Tiada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu."

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dan merupakan penutup dari rangkaian tasbih, tahmid, dan takbir. Dalam kitab Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih menjelaskan bahwa membaca tahlil ini setelah dzikir 33x akan menyempurnakan jumlah menjadi 100 dan menjadi sebab diampuninya dosa-dosa.

7. Ayat Kursi

Arab: اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

Latin: Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā takhużuhụ sinatuw wa lā naụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żal-lażī yasyfa'u 'indahụ illā biiżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyaiim min 'ilmihī illā bimā syā, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm

Artinya: "Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Mahahidup, Yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar." (QS. Al-Baqarah: 255)

Diriwayatkan dari Abu Umamah, Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa membaca ayat kursi pada setiap selesai shalat fardhu, maka tidak ada yang menghalanginya untuk masuk surga kecuali ia (tidak) mati" (HR. An-Nasa'i, dishahihkan oleh Al-Albani).

Dalam kitab Dzikir Pagi & Petang dan Sesudah Sholat Fardhu, Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani menjelaskan bahwa Ayat Kursi adalah dzikir yang paling agung dan memiliki keutamaan yang sangat besar.

8. Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas (Masing-masing 3x)

Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir, ia berkata: "Aku pernah diperintahkan oleh Rasulullah SAW untuk membaca surah-surah mu'awwidzat pada setiap selesai shalat fardhu" (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Al-Albani). Dalam kitab Hisnul Muslim, Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani menjelaskan bahwa ketiga surah ini adalah perlindungan yang paling kuat dari segala keburukan.

9. Doa Memohon Pertolongan untuk Dzikir dan Syukur

Arab: اَللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Latin: Allaahumma a'innii 'alaa dzikrika wa syukrika wa husni 'ibaadatik

Artinya: "Ya Allah, bantulah aku untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan baik."

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dan An-Nasa'i dari Muadz bin Jabal, bahwa Rasulullah SAW pernah memegang tangannya dan bersabda: "Wahai Muadz, demi Allah aku mencintaimu. Aku wasiatkan kepadamu, janganlah engkau tinggalkan setiap selesai shalat untuk mengucapkan doa ini".

Dalam buku Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr, doa ini disebut sebagai doa yang paling komprehensif karena mencakup tiga pilar utama ibadah: dzikir, syukur, dan ibadah yang baik.

10. Doa Memohon Ampunan dan Rahmat

Arab: اَللَّهُمَّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ ظُلْمًا كَثِيْرًا وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ فَاغْفِرْ لِيْ مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِيْ إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Latin: Allaahumma innii zhalamtu nafsii zhulman katsiiran wa laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta faghfir lii maghfiratan min 'indika warhamnii innaka antal ghafuurur rahiim

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri dengan kezaliman yang banyak, dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau, maka ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (HR. Bukhari dan Muslim)

11. Doa Memohon Keselamatan Lahir dan Batin

Arab: اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِي بَدَنِي، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِي سَمْعِي، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِي بَصَرِي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

Latin: Allaahumma 'aafinii fii badanii, Allaahumma 'aafinii fii sam'ii, Allaahumma 'aafinii fii basharii, laa ilaaha illaa anta

Artinya: "Ya Allah, sehatkanlah badanku. Ya Allah, sehatkanlah pendengaranku. Ya Allah, sehatkanlah penglihatanku. Tiada tuhan melainkan Engkau."

Doa ini diriwayatkan oleh Abu Dawud. Dalam buku Dzikir Pagi & Petang dan Sesudah Sholat Fardhu, doa ini disebutkan sebagai salah satu doa yang paling sering dibaca Nabi untuk memohon kesehatan lahir dan batin.

12. Doa Memohon Kebaikan Dunia dan Akhirat

Arab: رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Latin: Rabbanā ātinā fid dunyā hasanah wa fil ākhirati hasanah wa qinā 'adzāban nār

Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka." (QS. Al-Baqarah: 201)

Dalam kitab Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, doa ini disebutkan sebagai doa yang paling sering dipanjatkan oleh Nabi SAW. Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menjelaskan bahwa doa ini menghimpun semua kebaikan dunia dan akhirat.

13. Sayyidul Istighfar

Arab: اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

Latin: Allāhumma anta rabbī lā ilāha illā anta, khalaqtanī wa anā 'abduka, wa anā 'alā 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu. A'ūdzu bika min syarri mā shana'tu. Abū'u laka bi ni'matika 'alayya wa abū'u bi dzanbī. Faghfir lī fainnahu lā yaghfirudz dzunūba illā anta.

Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau."

Nabi SAW bersabda: "Barangsiapa membacanya di waktu pagi dengan penuh keyakinan, lalu ia meninggal pada hari itu sebelum waktu sore, maka ia termasuk penghuni surga" (HR. Bukhari).

Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam kitab Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menjelaskan bahwa doa ini dinamakan Sayyidul Istighfar (penghulu istighfar) karena maknanya yang sangat komprehensif, mencakup tauhid, pengakuan dosa, syukur nikmat, dan taubat dalam satu kalimat.

14. Tasbih dengan Bilangan yang Banyak

Arab: سُبْحَانَ اللّٰهِ وَبِحَمْدِهِ

Latin: Subhānallāhi wa bihamdih (100x)

Artinya: "Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya." (100x)

Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa, ketika pagi dan sore, membaca doa 'Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya' sebanyak seratus kali, maka pada hari kiamat tidak ada orang lain yang melebihi pahalanya kecuali orang yang juga pernah mengucapkan bacaan seperti itu atau lebih" (HR. Muslim).

Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar mengutip hadits ini dan menjelaskan keutamaannya yang sangat besar bagi mereka yang mengamalkannya secara rutin.

Waktu Pengamalan Dzikir Ringan

1. Setelah Shalat Fardhu

Dzikir ringan yang paling utama adalah yang dibaca setelah menunaikan shalat fardhu lima waktu. Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar pada bab Adzkar ba'dash Shalah menegaskan bahwa para ulama telah sepakat mengenai kesunnahan berdzikir usai melaksanakan shalat.

Rangkaian dzikir ini dimulai dari istighfar, doa keselamatan, kalimat tauhid, tasbih-tahmid-takbir, hingga doa-doa pendek yang diajarkan Nabi SAW.

2. Waktu Pagi Setelah Subuh

Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam kitab Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menjelaskan bahwa zikir pagi dimulai sejak terbitnya fajar hingga matahari terbit. Waktu ini adalah momentum emas untuk membaca dzikir pagi yang lengkap, termasuk Ayat Kursi, Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, serta Sayyidul Istighfar.

3. Waktu Petang Setelah Ashar

Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih menambahkan bahwa zikir petang dimulai setelah shalat Ashar hingga terbenamnya matahari. Dzikir petang ini memiliki keutamaan yang sama dengan dzikir pagi, sebagai perlindungan dari gangguan setan dan keburukan sepanjang malam.

4. Sepanjang Hari dan Setiap Waktu

Dzikir ringan seperti tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil dapat dibaca kapan saja, bahkan sambil beraktivitas. Dalam kitab Hisnul Muslim, Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani menjelaskan bahwa dzikir adalah ibadah yang paling ringan dan tidak memerlukan syarat waktu atau tempat tertentu. Imam An-Nawawi dalam Riyadhus Shalihin juga menuliskan bab khusus tentang keutamaan dzikir yang dapat dilakukan dalam segala keadaan, baik duduk, berbaring, haid, maupun junub.

5. Sebelum Tidur

Dzikir ringan juga dianjurkan untuk dibaca sebelum tidur, seperti membaca Ayat Kursi, Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, serta doa-doa sebelum tidur yang diajarkan Nabi SAW. Dalam buku Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih menjelaskan bahwa dzikir sebelum tidur berfungsi sebagai perlindungan selama tidur dan penyempurna ibadah harian.

Hikmah Dzikir Ringan

1. Mendapatkan Ketenangan Hati dan Jiwa

Allah berfirman: "Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram" (QS. Ar-Ra'd: 28). Dr. MS. Udin, MA dalam bukunya Konsep Dzikir dalam Al-Qur'an dan Implikasinya terhadap Kesehatan menjelaskan bahwa dzikir merupakan terapi psikiatrik yang setingkat lebih tinggi daripada psikoterapi biasa, karena mengandung unsur spiritual yang membangkitkan harapan dan ketenangan jiwa.

2. Diampuni Dosa Meskipun Sebanyak Buih di Lautan

Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa bertasbih setelah shalat sebanyak 33 kali, bertahmid 33 kali, dan bertakbir 33 kali, hingga jumlahnya menjadi 99, kemudian menyempurnakannya menjadi 100 dengan membaca 'Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah...' maka dihapuskan dosa-dosanya meski sebanyak buih di lautan" (HR. Muslim). Dalam kitab Al-Adzkar, Imam An-Nawawi menyebutkan bahwa dzikir ringan seperti Subhanallah wa bihamdihi yang dibaca 100 kali sehari akan dihapuskan dosa-dosanya meskipun sebanyak buih di lautan.

3. Mendapatkan Perlindungan dari Segala Keburukan

Dalam kitab Hisnul Muslim, Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani menjelaskan bahwa dzikir pagi dan petang berfungsi sebagai perlindungan dari gangguan setan, bahaya dunia, hingga kecemasan batin. Sementara itu, Ibnu Qayyim dalam Al-Wabil Ash-Shaib menegaskan bahwa zikir pagi dan sore ibarat baju besi; semakin banyak lapisan lempengnya, semakin kuat perlindungan yang diberikan.

4. Mendapatkan Pahala Setara Haji dan Umrah

Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang salat Subuh berjamaah kemudian duduk berzikir hingga matahari terbit kemudian salat dua rakaat, maka baginya pahala seperti pahala haji dan umrah sempurna, sempurna, sempurna" (HR. Tirmidzi).

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini secara umum menunjukkan keutamaan memperbanyak zikir selepas Subuh.

5. Dicintai oleh Allah

Rasulullah SAW bersabda: "Dua kalimat yang ringan diucapkan, berat di timbangan, dan dicintai oleh Ar-Rahman: Subhanallahi wa bihamdihi, Subhanallahil 'azhim" (HR. Bukhari dan Muslim).

Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam kitab Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menegaskan bahwa salah satu dampak positif menjaga sunnah dzikir adalah tercapainya derajat kecintaan kepada Allah.

6. Membuka Pintu Rezeki dan Keberkahan

Rasulullah SAW secara khusus mendoakan keberkahan bagi umatnya di waktu pagi: "Ya Allah, berkahilah untuk umatku di waktu paginya" (HR. Ahmad).

Dalam kitab Al-Adzkar, Imam An-Nawawi menyebutkan bahwa dzikir pagi dan petang dapat membuka pintu rezeki dan mendatangkan keberkahan dalam hidup.

7. Menghidupkan Hati yang Mati

Rasulullah SAW bersabda: "Permisalan orang yang berdzikir kepada Allah dengan orang yang tidak berdzikir kepada Allah adalah seperti orang yang hidup dan mati" (HR. Al-Bukhari no. 6407 dan Muslim no. 779).

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar, di mana beliau menjelaskan bahwa dzikir adalah sumber kehidupan hati dan ruh.

8. Mendapatkan Syafaat Nabi di Hari Kiamat

Nabi SAW bersabda: "Barangsiapa bershalawat untukku sepuluh kali pada pagi hari dan sepuluh kali pada sore hari, maka ia mendapat syafaatku pada hari Kiamat" (HR. At-Thabrani).

9. Terjaga dari Gangguan Setan dan Jin

Dalam kitab Hisnul Muslim, disebutkan bahwa barang siapa membaca Ayat Kursi pada waktu pagi, ia dipelihara dari gangguan jin hingga petang hari. Membaca doa perlindungan seperti "Bismillahilladzi laa yadhurru ma'asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa' wa huwas samii'ul 'aliim" tiga kali pada pagi dan petang juga akan melindungi dari segala bahaya.

10. Doa yang Mustajab

Rasulullah SAW bersabda: "Doa yang dilakukan di tengah malam dan setelah selesai melaksanakan sholat fardhu lima waktu" adalah doa yang didengar oleh Allah (HR. Tirmidzi, hasan shahih). Waktu setelah sholat fardhu adalah waktu yang mustajab untuk berdoa, sehingga dzikir ringan yang dibaca pada waktu ini memiliki nilai yang sangat besar.

11. Menyempurnakan Ibadah Sholat

Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam kitab Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menjelaskan bahwa dzikir dan doa setelah sholat berfungsi sebagai penyempurna ibadah, menutupi kekurangan yang mungkin terjadi selama sholat, serta menjadi bukti ketaatan kepada Allah.

12. Mendapatkan Kesehatan Jiwa dan Raga

Dr. MS. Udin, MA menjelaskan bahwa dzikir mampu mengendalikan stres sehingga produksi hormon menjadi seimbang dan meminimalisasi terjadinya gangguan penyakit. Dengan berdzikir secara teratur, seseorang akan memiliki ketenangan batin yang berdampak pada kesehatan fisik dan mentalnya.