Cara Menulis Bismillah pada Malam 1 Muharram, Tradisi Ulama yang Masih Dijaga

Cara menulis bismillah pada malam 1 muharram menjadi salah satu amalan yang banyak dicari umat Islam sebagai amalan yang diwariskan para ulama.

Diterbitkan 15 Juni 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cara menulis bismillah pada malam 1 muharram menjadi salah satu amalan yang banyak dicari umat Islam saat memasuki Tahun Baru Hijriyah. Tradisi ini dikenal luas di kalangan pesantren dan sebagian masyarakat Muslim sebagai amalan yang diwariskan para ulama.

Cara menulis bismillah pada malam 1 muharram dilakukan dengan menuliskan kalimat basmalah sebanyak 113 kali menggunakan tulisan Arab. Amalan ini biasanya dikerjakan sejak masuk malam 1 Muharram hingga sebelum Maghrib pada hari berikutnya.

Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriyah. Bulan ini juga termasuk satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT.

Keutamaan Muharram dijelaskan dalam Al-Qur'an Surah At-Taubah ayat 36. Dalam ayat tersebut Allah menyebut adanya empat bulan mulia yang harus dihormati oleh umat manusia.

 

Keutamaan Bulan Muharram

Allah SWT berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثۡنَا عَشَرَ شَهۡرࣰا فِی كِتَـٰبِ ٱللَّهِ

Latin: Inna ‘iddata asy-syuhuri ‘indallahi itsna ‘asyara syahran fii kitabillah.

Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan dalam ketetapan Allah."

Para ulama menjelaskan bahwa Muharram termasuk bulan yang memiliki kemuliaan istimewa. Karena itu banyak amalan baik yang dianjurkan untuk dilakukan selama bulan tersebut.

Salah satu tradisi yang berkembang di kalangan ulama dan pesantren adalah menulis basmalah sebanyak 113 kali. Tradisi ini terus dilestarikan hingga sekarang sebagai bagian dari amalan awal tahun Hijriyah.

Muharram juga dikenal sebagai Syahrullah atau Bulan Allah. Sebutan tersebut menunjukkan kemuliaan yang diberikan Allah kepada bulan Muharram.

 

Asal Usul Menulis 113 Bismillah

Tradisi menulis 113 basmalah disebut dalam sejumlah kitab ulama. Salah satunya adalah kitab Khazinatul Asrar Jalilatul Adzkar karya Imam Muhammad Haqqiy An-Nazily.

Dalam penjelasan tersebut disebutkan bahwa menulis basmalah 113 kali dilakukan sebagai bentuk ikhtiar memohon perlindungan kepada Allah SWT. Amalan ini juga menjadi simbol memulai tahun baru dengan harapan kebaikan.

Jumlah 113 dipilih bukan tanpa alasan. Angka tersebut merujuk pada jumlah basmalah yang terdapat dalam Al-Qur'an.

Menurut Imam Muhammad As-Syarbini Al-Khathib dalam Tafsir As-Sirajul Munir, Al-Qur'an terdiri dari 114 surat. Namun hanya 113 surat yang diawali dengan kalimat basmalah karena Surah At-Taubah tidak diawali basmalah.

 

Tata Cara Menulis Bismillah

Kalimat yang ditulis adalah:

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Latin: Bismillahirrahmanirrahim.

Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."

Basmalah tersebut ditulis sebanyak 113 kali menggunakan tulisan Arab. Penulisan dilakukan dengan penuh kesungguhan dan niat yang baik.

Dalam beberapa keterangan ulama, penulis dianjurkan berada dalam keadaan suci dari hadas kecil maupun besar. Kebersihan lahir dan batin menjadi bagian penting dari pelaksanaan amalan ini.

Selain itu dianjurkan mengenakan pakaian yang bersih dan rapi. Sebagian ulama juga menganjurkan menghadap kiblat saat menulis.

 

Adab Saat Menulis Basmalah

Menulis basmalah sebaiknya dilakukan dengan tenang. Penulis dianjurkan fokus dan tidak disibukkan dengan aktivitas lain.

Di lingkungan pesantren, para santri biasanya menjaga konsentrasi selama proses penulisan. Mereka menghindari percakapan yang tidak diperlukan hingga amalan selesai.

Syekh Muhyiddin Zadah dalam Hasyiyah Tafsir Al-Baidlawi meriwayatkan bahwa Umar bin Abdul Aziz memberikan perhatian khusus terhadap penulisan basmalah. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap kalam suci.

Dalam riwayat tersebut disebutkan agar huruf ba dipanjangkan, gerigi sin diperjelas, dan huruf mim dibuat sempurna. Tujuannya agar tulisan basmalah tampak indah dan penuh adab.

 

Waktu Pelaksanaan Amalan

Waktu pelaksanaan amalan ini dimulai sejak masuk malam 1 Muharram. Praktiknya bisa dilakukan setelah Maghrib ketika pergantian tahun Hijriyah dimulai.

Sebagian ulama membolehkan penulisan dilakukan hingga menjelang Maghrib hari berikutnya. Dengan demikian terdapat rentang waktu yang cukup panjang untuk menyelesaikannya.

Setelah selesai menulis, sebagian ulama menganjurkan membaca doa khusus. Doa tersebut berisi permohonan keberkahan, keselamatan, dan kemudahan urusan.

Tradisi ini berkembang luas terutama di lingkungan pesantren Nusantara. Banyak masyarakat yang tetap mengamalkannya setiap datang bulan Muharram.

 

Catatan Penting dari Para Ulama

Meski populer di kalangan masyarakat, para ulama mengingatkan bahwa amalan ini bukan berasal dari hadis yang secara langsung memerintahkan penulisan 113 basmalah. Tradisi tersebut lebih dikenal sebagai ijazah dan amalan yang diwariskan oleh para ulama.

Karena itu pelaksanaannya tidak boleh dianggap sebagai kewajiban agama. Umat Islam tetap dapat mengerjakannya sebagai bentuk ikhtiar dan doa kepada Allah SWT.

Yang terpenting adalah menjaga niat agar tetap lurus. Semua perlindungan dan keberkahan sejatinya berasal dari Allah semata.

Selain menulis basmalah, Muharram juga menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak puasa sunnah, sedekah, istighfar, dan muhasabah diri. Amalan-amalan tersebut memiliki dasar yang lebih kuat dalam syariat Islam.

Pada akhirnya, cara menulis bismillah pada malam 1 muharram merupakan tradisi yang telah lama dikenal di kalangan ulama dan pesantren sebagai bentuk doa serta harapan akan keselamatan. Dengan tetap memahami kedudukannya sebagai amalan yang bersumber dari tradisi ulama, cara menulis bismillah pada malam 1 muharram dapat menjadi momentum untuk memulai tahun baru Hijriyah dengan semangat ibadah, kebaikan, dan kedekatan kepada Allah SWT.

Muharram.

 

Pertanyaan Seputar Cara Menulis Bismillah

1. Mengapa bismillah ditulis 113 kali pada malam 1 Muharram?Karena jumlah basmalah dalam Al-Qur'an sebanyak 113, mengingat Surah At-Taubah tidak diawali dengan basmalah.

2. Kapan waktu menulis 113 bismillah?Sejak Maghrib malam 1 Muharram hingga sebelum Maghrib hari berikutnya.

3. Apakah menulis 113 bismillah memiliki dalil hadis shahih?Tidak ditemukan hadis shahih yang secara khusus memerintahkan amalan tersebut. Amalan ini dikenal sebagai tradisi dan ijazah para ulama.

4. Bagaimana cara menulis bismillah pada malam 1 Muharram?Ditulis dalam bahasa Arab sebanyak 113 kali, dalam keadaan suci, fokus, dan disertai niat memohon perlindungan serta keberkahan dari Allah.

5. Apa amalan lain yang dianjurkan di bulan Muharram?Puasa Asyura, puasa Tasu'a, memperbanyak sedekah, istighfar, taubat, membaca Al-Qur'an, dan memperbanyak amal saleh.