Bakso Mang Oedin, Obat Rindu Jemaah Indonesia di Taif

Bakso Mang Oedin di Taif menjadi tempat favorit jemaah Indonesia menikmati cita rasa Nusantara setelah berziarah di sejumlah lokasi bersejarah.

Diterbitkan 12 Juni 2026, 17:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Taif - Di tengah perjalanan menyusuri Kota Taif yang sejuk, langkah jemaah haji dan umrah tidak hanya berhenti pada tempat-tempat bersejarah.

Setelah mengenang jejak dakwah Nabi Muhammad SAW di kota yang penuh cerita itu, sebagian dari mereka mencari satu hal sederhana yang menghadirkan rasa dekat dengan rumah, makanan Indonesia.

Aroma kuah hangat, mi yang tersaji bersama bakso, serta bumbu khas Nusantara menjadi daya tarik tersendiri bagi jemaah yang sedang berada jauh dari rumah.

Di sebuah sudut dekat Masjid Abdullah bin Abbas, hidangan itu hadir melalui Bakso Mang Oedin, rumah makan yang kini menjadi salah satu tujuan kuliner bagi jemaah Indonesia yang singgah di Taif.

Bagi banyak orang, perjalanan ke Taif memang identik dengan ziarah sejarah Islam. Kota yang berada di kawasan pegunungan Arab Saudi itu dikenal memiliki udara yang lebih sejuk dibanding wilayah sekitarnya.

Namun, di sela kunjungan ke berbagai lokasi bersejarah, ada pula momen kecil yang dinantikan, yakni duduk bersama rombongan sambil menikmati makanan yang rasanya mengingatkan pada suasana kampung halaman.

Usaha kuliner tersebut bukan pemain baru di Arab Saudi. Pengelola Bakso Mang Oedin Taif, Irfan mengatakan, perjalanan bisnis ini telah dimulai sejak lebih dari tiga dekade lalu. Cabang pertama berdiri di Jeddah pada 1990.

"Kalau yang di Taif ini baru buka tahun 2023," ujar Irfan pada tim Media Center Haji (MCH) di Taif, Rabu 10 Juni 2026.

 

Pilihan Baru bagi Jemaah

Kehadiran cabang Taif menjadi pilihan baru bagi jemaah yang ingin menikmati masakan Indonesia setelah berkunjung ke sejumlah lokasi di kota tersebut.

Letaknya yang tidak jauh dari Masjid Abdullah bin Abbas membuat rumah makan ini mudah disinggahi, terutama oleh rombongan jemaah haji dan umrah.

Menurut Irfan, mayoritas pengunjung Bakso Mang Oedin memang berasal dari kalangan jemaah. Mereka datang dari berbagai negara, meski jemaah Indonesia tetap menjadi pelanggan terbesar.

"Orang Arab juga banyak jadi pelanggan kita karena suka masakan Indonesia," tuturnya.

Tidak hanya menawarkan makanan, Bakso Mang Oedin juga berusaha mempertahankan rasa khas Nusantara. Untuk menjaga cita rasa yang familiar bagi masyarakat Indonesia, sejumlah bahan khusus masih didatangkan langsung dari Indonesia.

"Bumbu dan rempah menjadi bagian penting yang dibawa dari Tanah Air. Sementara bahan lainnya diperoleh dari Arab Saudi agar proses penyajian tetap berjalan dengan baik," kata Irfan.

 

Menu Tak Hanya Bakso

Menu yang ditawarkan pun tidak hanya berfokus pada bakso. Pengunjung dapat memilih beragam hidangan yang dekat dengan selera masyarakat Indonesia, mulai dari mi ayam bakso, nasi campur ayam, nasi campur daging, nasi goreng, hingga aneka makanan pendamping seperti gorengan dan kerupuk.

Untuk minuman dan hidangan penutup, tersedia pula es cendol yang menjadi salah satu pilihan bagi pengunjung yang ingin menikmati sajian khas Indonesia lainnya.

Harga makanan di rumah makan ini berkisar antara 17 hingga 35 riyal per porsi. Besaran harga menyesuaikan menu yang dipilih, sehingga jemaah memiliki beragam pilihan sesuai kebutuhan.

Setelah berhari-hari menjalani rangkaian ibadah, berpindah tempat, dan berada jauh dari keluarga, makanan dengan cita rasa Indonesia menghadirkan rasa nyaman yang sulit digantikan. Seporsi bakso, nasi goreng, atau segelas es cendol menjadi pengingat bahwa rumah tetap bisa ditemukan melalui rasa.

Harga seporsi baso di sini dibanderol mulai dari 18 riyal (sekitar Rp 85.000), sementara minumannya dihargai mulai dari 5 riyal (sekitar Rp 24.000).