Sholawat Qomaril Wujud Lengkap, Pahami Makna dan Keutamaannya

Sholawat Qomaril Wujud indah dilantunkan, menenangkan hati dan menambah cinta kepada Nabi. Amalkan Sholawat Qomaril Wujud tiap hari.

Diterbitkan 05 Desember 2025, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sholawat qomaril wujud menjadi salah satu sholawat yang populer di kalangan umat Muslim di Indonesia. Sholawat qomaril wujud ini juga terkenal karena memiliki makna yang mendalam, hal ini membuat sholawat ini banyak diamalkan oleh banyak orang sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memohon syafaat Rasulullah SAW. Keindahan dan kesederhanaan sholawat qomaril wujud membuatnya mudah dihafal dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pemberian nama sholawat qomaril wujud sendiri merupakan hal yang istimewa, nama ini mengandung makna yang sangat indah, dimana kata qomaril memiliki arti bulan atau rembulan, sedangkan kata wujud memiliki arti keberadaan atau eksistensi. Dalam konteks sholawat qomaril wujud, Rasulullah SAW diibaratkan seperti rembulan yang menerangi alam semesta dengan cahaya kenabian dan risalahnya, dalam gelap malam. Sholawat qomaril wujud tidak hanya untuk ungkapan cinta, namun juga sarana untuk memperoleh keberkahan.

Untuk lebih memahami dengan mendalam makna dan keutamaan sholawat qomaril wujud, berikut ini telah Liputan6 rangkum bacaan lengkapnya, beserta dengan informasi terkait, pada Jumat (5/12).

Sejarah dan Bacaan Sholawat Qomaril Wujud

Menurut sumber dari Lembaga Dakwah PBNU, sholawat qomaril wujud merupakan ijazah dari As Sayyid Al Arif Billah Al Quthub Al Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf, yang merupakan seorang ulama besar yang berasal dari keturunan Al Ba’alawi, sebuah keluarga yang dikenal memiliki silsilah nasab hingga Rasulullah SAW.

Keturunan Al Ba’alawi telah lama dikenal sebagai para pembawa dakwah dan penyebar ajaran tasawuf di berbagai penjuru dunia, termasuk di Asia Tenggara. Tidak hanya menyebarkan ilmu agama, mereka juga mengajarkan berbagai wirid dan sholawat yang memiliki nilai dan makna yang dalam. Salah satunya adalah sholawat qomaril wujud yang telah melalui proses yang sakral dan terjaga keasliannya.

Berikut ini adalah teks lengkap sholawat qomaril wujud dalam tulisan Arab, latin dan artinya:

أَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ قَمَرِ اْلوُجُوْدِ فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَفِيْ كُلِّ يَوْمٍ وَفِيْ الْيَوْمِ اْلمَوْعُوْدِ سِرًّا وَجَهْرًا فِيْ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammadin qamaril wujudi fi hadzal yaumi wa fi kulli yaumin wal yaumil maw'udi sirran wa jahran fid dunya wal akhirati wa 'ala alihi wa shahbihi wa sallim

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, rembulannya alam semesta, pada hari ini, pada setiap hari, dan pada hari yang dijanjikan (hari kiamat), secara diam-diam dan terang-terangan, di dunia dan di akhirat, juga kepada keluarga dan para sahabatnya."

Dilihat dari terjemahan yang ada, sholawat qomaril wujud mengandung makna yang sangat mendalam. Penyebutan Nabi Muhammad SAW sebagai ‘qomaril wujud’ menggambarkan peran penting beliau sebagai pemberi cahaya dan petunjuk bagi seluruh umat manusia, sebagaimana bulan yang menerangi dunia dalam kegelapan.

Dalam Islam sendiri, rembulan sering digunakan sebagai simbol keindahan, kesempurnaan dan cahaya yang menerangi dalam kegelapan. Rembulan juga memiliki sifat-sifat yang dapat dikaitkan dengan akhlak Rasulullah SAW. Rembulan memberikan cahaya dengan lembut dan tidak menyilaukan, sebagaimana Rasulullah SAW yang dalam menyampaikan dakwahnya selalu dengan kebaikan dan kelembutan.

Dalil-Dalil Sholawat dalam Islam

Dasar utama dalam mengamalkan sholawat dan bagaimana keutamaan bersholawat kepada Rasulullah SAW telah diterangkan dalam Islam, tepatnya terdapat di dalam Al Quran surat Al Ahzab ayat 56 yang berbunyi:

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Innallaha wa mala'ikatahu yushalluna 'alan nabiyy, ya ayyuhalladhina amanu shallu 'alaihi wa sallimu taslima

Artinya: "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya."

Ayat ini memberikan landasan yang sangat kuat tentang keutamaan bersholawat kepada Rasulullah SAW. Allah SWT sendiri bersholawat, begitu pula pada malaikat. Kemudian Allah SWT memerintahkan kepada hamba-hambanya yang beriman untuk turut bershalawat kepada Rasulullah SAW. Hal ini menunjukan betapa tingginya kedudukan sholawat dalam Islam dan besar nya keutamaan yang terkandung di dalamnya.

Tidak hanya dalam Al Quran, keutamaan sholawat juga diterangkan dalam berbagai hadist. Rasulullah SAW telah memberikan banyak keterangan tentang keutamaan bersholawat dalam hadist-hadistnya. Salah satu hadist yang sangat mashur adalah:

"Barangsiapa bersholawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali." (HR. Muslim)

Dalam hadist lain juga dijelaskan keutamaan sholawat yang istimewa:

"Barangsiapa bersholawat kepadaku satu kali, niscaya Allah bersholawat kepadanya sepuluh sholawat, menghapus darinya sepuluh kesalahan, dan mengangkat untuknya sepuluh derajat." (HR. Ahmad)

Hadist ini menunjukan tiga keuntungan sekaligus yang diperoleh dari bersholawat, yaitu: mendapatkan sholawat dari Allah SWT, menghapus dosa-dosa, dan meningkatkan derajat diri di sisi Allah SWT.

Keutamaan dan Manfaat Sholawat Qomaril Wujud

Mengamalkan sholawat qomaril wujud memiliki banyak keutamaan dan manfaat yang sangat banyak untuk umat muslim yang melakukannya. Selain yang telah dijelaskan diatas, berikut ini adalah beberapa keutamaan dan manfaat lain yang bisa didapat dengan mengamalkan sholawat qomaril wujud:

1. Perlindungan dari Malapetaka dan Penyakit

Salah satu keutamaan dari mengamalkan sholawat qomaril wujud adalah sebagai benteng perlindungan dari berbagai malapetaka dan penyakit. Para ulama yang mengajarkan sholawat qomaril wujud ini meyakini bahwa dengan rutin membaca sholawat, seseorang akan mendapatkan perlindungan khusus dari Allah SWT. Perlindungan ini meliputi perlindungan dari musibah yang tidak terduga dan berbagai jenis penyakit. 

2. Terjaga dari Kemaksiatan dan Dosa Besar

Keutamaan lainnya yang bisa didapatkan dari mengamalkan sholawat qomaril wujud adalah bisa menjaga diri dari kemaksiatan dan dosa-dosa besar yang mungkin dilakukan, dengan rutin mengingat Rasulullah SAW melalui sholawat qomaril wujud, hati seseorang akan selalu terhubung dengan nilai-nilai kebaikan yang diajarkan oleh beliau. Hal ini membuat seseorang lebih berhati-hati dalam berucap dan bertindak.

3. Meluluhkan Hati yang Membenci

Mengamalkan sholawat qomaril wujud juga dipercaya bisa meluluhkan hati mereka yang memiliki perasaan negatif, penyakit hati dan kebencian. Hal ini karena sholawat mengandung energi positif dan doa yang baik, yang bisa mempengaruhi diri dan lingkungan sekitar secara spiritual. Dalam Islam, doa dan dzikir yang dilakukan dengan ikhlas juga akan membawa keberkahan yang dapat dirasakan oleh banyak orang.

4. Perlindungan dari Gangguan Spiritual

Perlindungan dari gangguan spiritual dan makhluk halus lainnya juga bisa didapatkan dengan mengamalkan sholawat qomaril wujud, sholawat menjadi perlindungan karena mengandung nama Rasulullah SAW dan doa-doa untuk kebaikan. Hal ini juga akan memberikan ketenangan psikologis yang baik bagi mereka yang sering merasa terganggu oleh hal-hal yang berbau gaib.

5. Terkabulnya Hajat

Mengamalkan sholawat juga bisa menjadi wasilah untuk terkabulnya berbagai hajat dan kesembuhan dari berbagai penyakit. Keyakinan ini berdasarkan pada hadist rasulullah SAW yang menyatakan bahwa doa yang didahului dengan sholawat akan lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT.

Tanya Jawab Seputar Sholawat Qomaril Wujud

Q: Apakah sholawat qomaril wujud hanya boleh dibaca pada waktu tertentu saja?

A: Tidak, meskipun dianjurkan dibaca setelah shalat Maghrib dan Subuh sebanyak 10 kali, sholawat qomaril wujud dapat dibaca kapan saja. Bacaannya yang singkat memungkinkan untuk diamalkan dalam berbagai kesempatan seperti dalam perjalanan, saat mengerjakan pekerjaan rumah, atau aktivitas sehari-hari lainnya.

Q: Berapa kali minimal dan maksimal membaca sholawat qomaril wujud?

A: Tidak ada batasan minimal dan maksimal yang pasti. Anjuran umum adalah 10 kali setelah shalat Maghrib dan Subuh, namun dapat disesuaikan dengan kemampuan dan waktu yang tersedia. Yang terpenting adalah konsistensi dan keikhlasan dalam mengamalkannya.

Q: Apakah anak-anak boleh mengamalkan sholawat qomaril wujud?

A: Ya, sangat dianjurkan. Mengajarkan sholawat ini kepada anak-anak sejak dini akan membantu menumbuhkan kecintaan mereka kepada Rasulullah SAW dan membentuk karakter yang baik. Bacaannya yang singkat juga mudah dihafal oleh anak-anak.