Tulisan Arab Astaghfirullah Lengkap dengan Harakat, Latin, Makna dan Tajwidnya

Pemahaman bentuk tulisan serta pelafalan huruf hijaiyah yang akurat menjadi ikhtiar menyempurnakaan bacaan sekaligus meresapi maknanya.

Diterbitkan 13 Juli 2026, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mempelajari tulisan arab astaghfirullah lengkap dengan harakat merupakan langkah esensial bagi setiap muslim yang ingin menyempurnakan amal zikirnya. Pemahaman bentuk tulisan serta pelafalan huruf hijaiyah yang akurat menjadi ikhtiar menyempurnakaan bacaan sekaligus meresapi maknanya.

Kewajiban membaca dan menulis ini sangat jelas tercermin dalam wahyu pertama Surah Al-'Alaq. Allah SWT secara nyata menegaskan perintah membaca (belajar) yang lantas dimaknai pula sebagai kewajiban mengajarkan ilmu.

Dalam Buku Belajar Menulis Huruf Hijaiyah 1, Ummu Abdillah al-Buthoniyah menjelaskan penguasaan kecakapan menulis adalah kunci untuk belajar. Konsep serupa ditegaskan juga dalam Buku Aku Bisa Baca Tulis Al-Qur'an susunan Hanik Mahliatussikah, dkk.

Keakuratan menulis menunjang kelancaran tajwid, sehingga ibadah istighfar umat tidak menyimpang dari kaidah Islam. Merangkum literatur kredibel, berikut ini adalah tulisan Arab Astaghfirullah lengkap dengan harakat, tajwid, makna hingga fadhilahnya untuk umat Islam.

Tulisan Arab Astaghfirullah Lengkap dengan Harakat

Tulisan Arab, Latin, dan Artinya

Tulisan astaghfirullah yang benar lengkap dengan harakat adalah sebagai berikut:

Arab: اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ

Latin: Astaghfirullahal 'adziim

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung."

Selain bentuk pendek tersebut, terdapat pula versi panjang yang lebih sempurna:

Arab: أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْه

Latin: Astaghfirullah, alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaih

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah, Dzat yang tidak ada sesembahan kecuali Dia. Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri. Dan aku bertobat kepada-Nya."

Terdapat pula variasi istighfar lainnya, seperti:

استغفر الله العظيم إن الله غفور رحيم (Astaghfirullahaladzim innallaha ghofururrohim) yang berarti "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".

استغفر الله العظيم من كلّ ذنب العظيم (Astaghfirullahaladzim minkulli dzambin 'adzim) yang berarti "Aku mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, dari segala dosa besar".

Tajwid dalam Lafal Astaghfirullah

Penting memperhatikan ketepatan kaidah tajwid saat mengucapkan Astaghfirullahal 'adziim (اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ) agar esensi lafalnya tidak berubah:

• Tafkhim (Tebal) pada Lam Jalalah: Pada kata "Astaghfirullah", huruf Ra (ر) sebelum lam jalalah (lafaz Allah) memiliki harakat dhommah, sehingga lam jalalah dibaca secara tebal (tafkhim) yang berbunyi "rullah".

• Sifat Huruf Ghain (غ): Huruf ghain berharakat sukun (mati) didahului fathah. Cara melafalkannya adalah dilepaskan (rakhawah) dengan pangkal tenggorokan terangkat, dan tidak boleh dipantulkan (bukan qalqalah).

• Alif Lam Qamariyah: Terletak pada kata "Al-'Adziim" (الْعَظِيْمَ), karena alif lam (ال) langsung berhadapan dengan huruf 'ain (ع). Suara huruf lam wajib dibaca secara tajam dan jelas.

• Makharijul Huruf Zha (ظ): Pengucapan huruf ini tidak boleh tersamar dengan huruf Za (ز) atau Dza (ذ). Lidah bagian ujung diselipkan dan dijepit tipis pada sela dua gigi seri bagian atas.

• Mad 'Aridh Lissukun: Di penghujung kata "dziim" (ظِيْمَ), huruf mad thabi'i (yakni ya sukun yang didahului kasrah) bertemu dengan huruf hidup (mim) lalu diwaqafkan. Bacaan ini ditarik panjang sejauh 2, 4, atau 6 harakat.

Dalam praktik pembacaan istighfar secara berulang-ulang, para ulama mengajarkan untuk mengakhiri setiap bacaan dengan jazm (sukun) pada huruf terakhir, sehingga menjadi "Astaghfirul-lāh". Hal ini penting untuk diperhatikan agar bacaan istighfar sesuai dengan tuntunan yang diajarkan.

Makna Astaghfirullahaladzim

Secara etimologi, kata istighfar berasal dari akar kata غ-ف-ر (ghafara) yang berarti menutup atau menyembunyikan. Dalam kalimat Astaghfirullahaladzim, terdapat tambahan kata Al-'Adzim yang berfungsi sebagai na'at atau sifat Allah yang berarti "Yang Maha Agung". Dengan demikian, makna lengkapnya adalah permohonan ampun kepada Allah yang memiliki sifat keagungan yang sempurna.

Menurut Quraish Shihab, makna istighfar tidak sekadar memohon agar dosa dihapus, tetapi juga memohon kepada Allah agar menutupi kekurangan dan keburukan seorang hamba dari pandangan orang lain. Lebih dalam lagi, istighfar mengandung permohonan agar Allah memperbaiki kondisi diri sehingga menjadi lebih baik, baik untuk diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

Dalil utama tentang istighfar terdapat dalam Al-Qur'an surat Al-Anfal ayat 33 yang menegaskan bahwa Allah tidak akan mengazab suatu kaum selama mereka masih memohon ampunan.

Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menjelaskan keutamaan istighfar sebagai amalan yang dapat menutupi dosa-dosa hamba. Sementara itu, Ibnu al-Qayyim dalam kitabnya mengungkapkan bahwa hakikat maghfirah (keampunan) ialah melindungi diri dari kejahatan dosa. Dalam Kitab Riyadhush Shalihin, Imam Nawawi secara khusus menyusun bab tentang keutamaan istighfar dan perintah untuk mengamalkannya.

Waktu Tepat Mengamalkan Dzikir Astaghfirullahaladzim

Istighfar dapat diamalkan kapan saja, namun terdapat beberapa waktu yang sangat dianjurkan:

1. Sepertiga Malam Terakhir (Waktu Sahur): Waktu ini merupakan saat yang paling mustajab untuk memohon ampunan, di mana Allah SWT turun ke langit dunia dan mengabulkan doa hamba-Nya yang bermunajat. Syekh Ali Jaber menyebutkan bahwa waktu terbaik untuk istighfar adalah 30 menit sebelum adzan, terutama saat sahur hingga menjelang subuh.

2. Setelah Shalat Wajib: Salah satu waktu yang dianjurkan untuk membaca istighfar adalah setelah shalat wajib, sebagai bentuk permohonan ampun atas segala khilaf dalam ibadah.

3. Pagi dan Sore Hari: Imam Nawawi menjelaskan bahwa waktu terbaik untuk membaca istighfar adalah pada pagi dan sore hari, karena kedua waktu tersebut memiliki keutamaan yang besar.

4. Setelah Berwudhu: Istighfar juga disyariatkan untuk dibaca setelah berwudhu.

5. Setiap Saat Setelah Melakukan Dosa: Istighfar menjadi wajib hukumnya saat seseorang melakukan perbuatan dosa, sebagai bentuk taubat segera.

Fadhilah Istighfar bagi Umat Islam

Membaca istighfar memiliki banyak keutamaan dan manfaat bagi kehidupan seorang Muslim:

1. Mendapat Ampunan Dosa: Keutamaan utama istighfar adalah diampuninya dosa-dosa oleh Allah SWT.

2. Dibukakan Pintu Rezeki: Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang memperbanyak istighfar, maka Allah SWT akan melapangkan setiap kesusahannya, mengeluarkannya daripada setiap kesempitan dan memberinya rezeki daripada jalan yang tidak dia sangka". Istighfar juga dapat melapangkan rezeki, menambah kekuatan, memudahkan urusan, serta menenangkan hati.

3. Terhindar dari Azab: Sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al-Anfal ayat 33, istighfar menjadi benteng yang melindungi umat dari azab Allah.

4. Dicintai Allah: Orang yang gemar beristighfar akan mendapatkan kecintaan dari Allah SWT.

5. Mendapat Balasan Surga: Inilah sayyidul istighfar yang jika diamalkan dengan ikhlas dan taubatan nasuha, Allah akan mengampuni dosa dan berpotensi menghantarkan pelakunya ke surga.

6. Pengakuan atas Kekurangan Ibadah: Istighfar di akhir ibadah merupakan bentuk pengakuan bahwa ibadah yang dilakukan masih memiliki kekurangan.

Pertanyaan Seputar Penulisan Astaghfirullah

1. Apa tulisan astaghfirullah yang benar dalam Arab?

Tulisan astaghfirullah yang benar adalah اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ (Astaghfirullahal 'adziim).

2. Apa perbedaan astaghfirullah dan astaghfirullahaladzim?

Perbedaannya terletak pada tambahan kata Al-'Adzim (Yang Maha Agung) pada astaghfirullahaladzim, yang berfungsi sebagai sifat Allah dan menunjukkan pengagungan terhadap Dzat yang dimintai ampunan.

3. Bagaimana cara membaca astaghfirullah dengan tajwid yang benar?

Dalam membaca astaghfirullah, perlu memperhatikan mad thabi'i, mad jaiz munfashil, alif lam qamariyah, dan mad 'aridh lissukun ketika berhenti di akhir bacaan.

4. Kapan waktu terbaik membaca istighfar?

Waktu terbaik membaca istighfar adalah pada sepertiga malam terakhir (sahur), setelah shalat wajib, serta pada pagi dan sore hari.

5. Apa keutamaan membaca istighfar 100 kali?

Membaca istighfar 100 kali memiliki keutamaan besar, di antaranya dibukakannya pintu rezeki, dilapangkannya kesempitan, dan diampuninya dosa-dosa.