Perusahaan AS Klaim Sukses Tetaskan Anak Ayam dari Telur Buatan

Colossal Biosciences, perusahaan bioteknologi asal Dallas, AS berhasil menetaskan anak ayam dari telur buatan.

Diterbitkan 13 Juli 2026, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington D.C - Perusahaan bioteknologi Colossal Biosciences yang menyebut dirinya sebagai ‘perusahaan de-ekstingsi (upaya menghidupkan kembali spesies yang sudah punah) pertama di dunia’ mengumumkan bahwa mereka telah berhasil menetaskan anak ayam dari telur hasil cetakan 3D.

Dikutip dari Oddity Central, Senin (13/7/2026), perusahaan yang berbasis di Dallas, AS ini mengklaim bahwa mereka sudah mengembangkan telur buatan yang mampu menetaskan banyak spesies burung. Hal ini mampu mengembalikan hewan-hewan yang sudah punah dan menyelamatkan spesies yang terancam punah.

Salah satu target perusahaan tersebut adalah menghidupkan kembali moa raksasa Pulau Selatan (Dinornis robustus), seekor burung asal Selandia Baru setinggi 3 meter yang punah sejak abad ke-14.

Telur buatan Colossal Biosciences terlihat seperti gelas plastik biasa, tapi sebenarnya ini adalah keajaiban kecil cetakan 3D yang memungkinkan embrio ayam untuk berkembang menjadi anak ayam yang hidup.

Inovasi yang terjadi ada di membran silikon yang melapisi bagian dalam struktur kisi tersebut. Hal ini memungkinkan oksigen untuk masuk dalam jumlah yang cukup layaknya pada telur alami.

Untuk menguji telur buatannya, perusahan tersebut menuangkan isi telur biologis dengan hati-hati ke dalam salah satu telur buatan mereka, sembari menyisakan celah kecil di bagian atas agar bagian dalam telur dapat terlihat.

Metode tersebut sudah dilakukan untuk menetaskan anak ayam. Mereka juga mengklaim bahwa sistemnya “sepenuhnya dapat diskalakan dan akurat secara biologis” serta dapat dipakai untuk menetaskan spesies yang sudah punah, seperti moa raksasa seberat 226 kilogram.

Colossal Biosciences juga telah menciptakan versi raksasa dari telur buatan berstruktur kisi miliknya untuk menggantikan telur burung moa yang besarnya bisa mencapai ukuran bola sepak. 

Namun, MIT Technology Review berkata bahwa perusahaan tersebut masih jauh dari mampu untuk membangkitkkan burung moa. Mereka masih perlu meneliti DNA burung purba tersebut dari tulang-tulang kuno dan melakukan ribuan perubahan genetik pada genom burung yang masih ada. Tentunya ini bukanlah hal yang mudah.

Inovasi telur buatan ini adalah langkah yang penting untuk menuju pencapaian target yang mereka tetapkan, tapi ini hanyalah sebuah langkah.

Menartiknya, para ilmuwan di Jepang berhasil menetaskan anak burung puyuh dari telur buatan pada tahun 1998. Sejak saat itu pun sudah banyak peneliti yang melakukan hal yang sama pada jenis burung lain.

Tetapi, sistem yang mereka gunakan butuh penambahan oksigen. Hal ini menyebabkan beberapa anak burung mengalami kelainan genetik atau bahkan gagal memetas. Membran yang diciptakan oleh Colossal Biosciences memungkinkan oksigen menembus secara alami dalam jumlah yang cukup