Liputan6.com, Jakarta Guru merupakan sosok yang berjasa besar dalam membimbing dan mendidik kita menuju kehidupan yang lebih baik. Ketika seorang guru telah meninggal dunia, salah satu bentuk penghormatan dan rasa syukur yang dapat kita berikan adalah dengan mendoakannya. Doa untuk guru yang sudah meninggal termasuk amalan jariyah yang pahalanya terus mengalir kepada mereka.
Dalam Islam, mendoakan orang yang telah wafat merupakan ibadah yang sangat dianjurkan dan termasuk amalan yang tidak terputus pahalanya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW apabila seseorang meninggal dunia, seluruh amalnya akan terputus kecuali tiga hal, salah satunya adalah anak saleh yang mendoakannya.
Melansir dari hadist riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa ketika seseorang mendoakan orang yang sakit atau meninggal dengan perkataan yang baik, maka malaikat akan mengamini doa tersebut. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya mendoakan mereka yang telah berpulang, termasuk guru-guru yang telah berjasa dalam pendidikan. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Selasa (25/11/2025).
Advertisement
Doa Untuk Guru yang Sudah Meninggal Dunia: Arab, Latin, dan Terjemah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4476505/original/028696200_1687402340-portrait-interpreter-teaching-sign-language.jpg)
Berikut ini adalah bacaan doa untuk guru yang sudah meninggal yang dapat diamalkan oleh umat muslim. Doa ini mencakup permohonan ampunan dan rahmat untuk semua orang yang telah berbuat baik kepada kita, termasuk guru dan ustadz.
Doa Pertama:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْاَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا، خُصُوْصًا إِلَى آبَاءِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَمُعَلِّمِيْنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِأَصْحَابِ الحُقُوْقِ عَلَيْنَا
Latin: Allāhummaghfir lil muslimīna wal muslimāt, wal mukminīna wal mukmināt, al-ahyā'i minhum wal amwāt, min masyāriqil ardhi ilā maghāribihā, barrihā wa bahrihā, khushūshan ilā ābā'inā, wa ummahātinā, wa ajdādinā, wa jaddārinā, wa asātidzatinā, wa mu'allimīnā, wa li man ahsana ilainā, wa li ashhābil huquqi 'alaynā.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah mukminin, mukminat, muslimin, muslimat, yang masih hidup, yang telah wafat, yang tersebar dari timur hingga barat, di darat dan di laut, khususnya bapak, ibu, kakek, nenek, ustadz, guru, mereka yang telah berbuat baik terhadap kami, dan mereka yang masih memiliki hak terhadap kami."
Doa Kedua:
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ. اللَّهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ وَالْشَّفَاعَةَ عَلَى أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنْ أَهْلِ لَاالَهَ اِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ
Latin: Allāhummaghfir lahum, warhamhum, wa 'āfihim, wa'fu 'anhum. Allāhumma anzilir rahmata, wal maghfirata, was syafā'ata 'alā ahlil qubūri min ahli lā ilāha illallāhu Muhammadun rasūlullāh.
Artinya: "Ya Allah, berikanlah ampunan, kasih sayang, afiat, dan maaf untuk mereka. Ya Allah, turunkanlah rahmat, ampunan, syafa'at bagi ahli kubur penganut dua kalimat syahadat."
Advertisement
Keutamaan Mendoakan Guru yang Telah Meninggal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4889994/original/071009200_1720767600-pexels-zeynep-sude-emek-193601188-20785719.jpg)
Berdoa untuk guru yang telah meninggal adalah bentuk penghormatan tulus yang mengalir dari hati seorang murid. Guru bukan sekadar penyampai ilmu; ia adalah penerang jalan dan penuntun akhlak. Saat guru telah tiada, doa menjadi jembatan batin yang tetap menghubungkan murid dengan sosok yang pernah menuntunnya menuju kebaikan. Dengan mendoakan mereka, murid turut menjaga keberkahan ilmu yang pernah ditanamkan.
Dalam tradisi keilmuan Islam, banyak ulama menekankan pentingnya mendoakan para guru yang sudah wafat sebagai wujud adab dan rasa syukur. Imam al-Ghazali dalam Ihya’ ‘Ulumuddin, menyoroti bahwa salah satu bentuk keberkahan ilmu adalah menghormati dan mendoakan guru, terutama setelah mereka meninggalkan dunia. Pendekatan ini menegaskan bahwa ilmu bukan hanya urusan intelektual, tetapi juga hubungan spiritual antara murid dan guru.
Selain sebagai penghormatan, doa untuk guru yang telah meninggal juga merupakan ibadah yang membawa kebaikan bagi kedua belah pihak. Bagi murid, doa itu memperhalus jiwa dan menumbuhkan rasa syukur atas ilmu yang diterima. Bagi guru, doa menjadi hadiah yang terus mengalir, menambah pahala dan cahaya di alam kubur. Dengan demikian, mendoakan guru yang telah tiada adalah amal sederhana namun bermakna besar, yang mempererat ikatan ilmu lintas kehidupan.
Adab Mendoakan Orang yang Telah Meninggal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4373091/original/033031400_1679908390-top-view-islamic-new-year-with-quran-book.jpg)
Ketika mendoakan guru atau siapa pun yang telah meninggal dunia, ada beberapa adab yang perlu diperhatikan agar doa kita lebih khusyuk dan diterima oleh Allah SWT. Berikut adalah adab-adab yang sebaiknya diamalkan:
1. Ikhlas dalam Berdoa
Pastikan doa yang dipanjatkan berasal dari hati yang ikhlas dan tulus, tanpa mengharapkan pujian atau pamrih dari orang lain. Keikhlasan adalah kunci agar doa kita diterima oleh Allah SWT dan memberikan manfaat bagi orang yang didoakan.
2. Menggunakan Lafaz Doa yang Baik
Melansir dari Shahih Muslim, Rasulullah SAW menganjurkan untuk mengucapkan perkataan yang baik ketika mendoakan orang yang meninggal. Gunakan lafaz doa yang sesuai dengan syariat Islam dan mengandung permohonan ampunan serta rahmat untuk si mayit.
3. Mendoakan dengan Khusyuk
Berdoalah dengan penuh penghayatan dan khusyuk, merenungkan jasa-jasa guru yang telah diberikan kepada kita. Doa yang khusyuk akan lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT dan memberikan ketenangan bagi kita yang mendoakan.
4. Mendoakan Secara Rutin
Jangan hanya mendoakan guru saat pertama kali mendengar kabar dukanya saja, tetapi rutinlah mendoakan mereka dalam keseharian kita. Bisa setelah shalat, saat ziarah kubur, atau dalam doa-doa harian kita.
5. Menyertakan Amal Saleh
Selain doa, kita juga bisa menyertakan amal saleh lainnya seperti sedekah, membaca Al-Quran, atau melakukan ibadah lain yang pahalanya dihadiahkan untuk guru yang telah meninggal. Hal ini akan menambah keberkahan bagi mereka di alam barzakh.
Advertisement
Manfaat Mendoakan Guru yang Telah Wafat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5405874/original/079886700_1762501732-Berdoa.jpg)
Mendoakan guru yang telah meninggal dunia membawa banyak manfaat, baik bagi yang didoakan maupun bagi kita yang mendoakan. Berikut adalah beberapa manfaat yang dapat diperoleh:
1. Menambah Pahala bagi Guru yang Meninggal
Doa yang kita panjatkan akan menjadi tambahan pahala bagi guru di alam barzakh. Mereka tidak lagi bisa beramal untuk dirinya sendiri, sehingga doa dari murid-murid yang mereka didik menjadi sangat berharga dan dapat meringankan beban mereka di alam kubur.
2. Wujud Bakti dan Penghormatan
Mendoakan guru merupakan bentuk bakti tertinggi yang dapat kita berikan setelah mereka tiada. Ini menunjukkan bahwa kita tidak melupakan jasa-jasa mereka dan tetap menghormati ilmu yang telah mereka ajarkan kepada kita.
3. Mendapat Keberkahan dalam Ilmu
Melansir dari kitab-kitab tasawuf klasik, keberkahan ilmu yang kita pelajari juga bergantung pada bagaimana kita memperlakukan guru kita. Dengan mendoakan guru yang sudah meninggal, ilmu yang telah diajarkan akan semakin berkah dan bermanfaat dalam kehidupan kita.
4. Melatih Kepekaan Sosial dan Spiritual
Kebiasaan mendoakan orang yang telah meninggal akan melatih kepekaan kita terhadap sesama dan meningkatkan kualitas spiritual. Kita menjadi lebih peduli dan tidak melupakan jasa-jasa orang lain meskipun mereka telah tiada.
5. Mendapat Balasan dari Allah SWT
Setiap kebaikan yang kita lakukan, termasuk mendoakan orang lain, akan dibalas oleh Allah SWT dengan kebaikan yang berlipat ganda. Doa kita untuk guru akan kembali kepada kita dalam bentuk keberkahan hidup dan kemudahan urusan.
FAQ
- Apakah doa untuk guru yang sudah meninggal akan sampai kepada mereka? Ya, doa yang dipanjatkan untuk guru yang sudah meninggal akan sampai dan bermanfaat bagi mereka di akhirat.
- Mengapa penting mendoakan guru yang sudah meninggal? Mendoakan guru adalah bentuk penghormatan, bakti, dan harapan agar mereka mendapatkan ampunan serta tempat terbaik di sisi Allah SWT atas jasa-jasa mereka.
- Apakah ada dalil khusus tentang mendoakan guru yang sudah meninggal? Hadis tentang amal jariyah dan doa anak saleh mencakup hal tersebut, dan ada doa umum yang menyebut guru secara spesifik.
- Selain doa, amalan apa lagi yang bermanfaat bagi guru yang telah wafat? Amalan lain yang bermanfaat meliputi sedekah jariyah, melanjutkan ilmu yang bermanfaat, melunasi utang, haji badal, dan puasa qadha.
- Bagaimana kedudukan guru dalam Islam? Guru memiliki kedudukan yang sangat mulia dalam Islam karena peran mereka sebagai penyampai ilmu dan pembimbing umat.
- Apakah mendoakan guru yang sudah meninggal termasuk amal jariyah? Ya, mendoakan guru yang sudah meninggal termasuk amal saleh yang pahalanya akan terus mengalir, terutama jika doa tersebut dipanjatkan oleh murid yang saleh.
- Kapan waktu terbaik untuk mendoakan guru yang sudah meninggal? Tidak ada waktu khusus yang ditetapkan, doa dapat dipanjatkan kapan saja, namun waktu-waktu mustajab sangat dianjurkan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709839/original/047593100_1782789385-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T101408.733.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3885024/original/ACg8ocLv0DeWDi_zcmWgoosg5RDoRFw9Nc-S86AyMIxpXrIAjQY-eA%3Ds200.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5376360/original/049261700_1760001962-Ilustrasi_berdoa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812228/original/000972700_1538749244-foto_nanang_fahrudin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710893/original/011996500_1782791219-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709002/original/001727100_1782787701-000_B8QH9N2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711341/original/045734100_1782792164-IMG-20260630-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8703035/original/020989500_1782776197-IMG-20260630-WA0006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814803/original/065180300_1780632434-raul-jimenez-meksiko-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259216/original/078310400_1781491972-AP26165670492100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8693587/original/054340800_1782757524-063_2283889620.jpg)