Dzikir Pendek yang Mendatangkan Ketenangan Hati dan Jiwa Lengkap: Arab, Latin, dan Terjemah

Temukan kedamaian batin di tengah hiruk pikuk kehidupan dengan mengamalkan dzikir pendek yang mendatangkan ketenangan hati.

Diterbitkan 29 Oktober 2025, 17:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Dengan mengamalkan dzikir pendek yang mendatangkan ketenangan hati, seseorang dapat menstabilkan emosi dan pikiran. Praktik ini membantu menemukan kembali pusat ketenangan dalam diri. 

Dzikir sendiri diamalkan sebagai bentuk mengingat Allah SWT, tidak hanya mendekatkan diri kepada Sang Pencipta tetapi juga menjadi penawar ampuh untuk kegelisahan.  Melalui dzikir, hati dan jiwa dapat merasakan kedamaian hakiki yang dijanjikan oleh Allah SWT.

Menurut buku Sukses Dunia-Akhirat Dengan Doa-Doa Harian karangan Mahmud Asy-Syafrowi, dzikir memiliki kekuatan sebagai stabilisator jiwa yang dapat menciptakan ketenangan hati karena Allah SWT adalah sumber kedamaian. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Rabu (29/10/2025).

Dzikir Pendek yang Mendatangkan Ketenangan Hati: Arab, Latin, dan Terjemah

Dzikir secara etimologi berasal dari bahasa Arab "dzakara, dzikran, dan yadzukuru" yang berarti menyebut atau mengingat. Dalam konteks Islam, dzikir adalah aktivitas ibadah untuk mengingat Allah SWT, baik dengan lisan maupun hati, melalui kalimat-kalimat thayyibah atau pujian kepada-Nya. Mengingat Allah SWT secara terus-menerus diyakini dapat membawa ketenangan hati dan pikiran.

Ketenangan hati yang didapatkan dari dzikir merupakan janji Allah SWT kepada hamba-Nya. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an surat Ar-Ra'd ayat 28, "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." Ini menunjukkan bahwa dzikir bukan sekadar ritual, melainkan sebuah sarana spiritual yang mendalam untuk mencapai kedamaian batin.

Ada beberapa bacaan dzikir pendek yang mendatangkan ketenangan hati yang sangat dianjurkan untuk diamalkan. Bacaan-bacaan ini selain mudah dihafal, juga memiliki keutamaan besar dalam menenangkan jiwa. Berikut adalah tiga bacaan dzikir utama yang dikutip dari buku Berdzikirlah! Pasti Hatimu akan Tenang karangan Nurul Qamariyah:

1. Membaca Laa Ilaaha Illallaah

Dzikir ini merupakan kalimat tauhid yang paling agung dan dapat mengusir kegundahan hati. Umat Muslim juga dapat memanjangkan kalimatnya menjadi:

Arab: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Latin: Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadiir.

Terjemah: "Tidak ada Tuhan selain Allah. Tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah kekuasaan dan milik-Nya lah segala pujian. Dia yang menghidupkan dan yang mematikan. Atasnya kebaikan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."

2. Membaca Hasbunallah Wani'mal Wakil Ni'mal Maula Wani'man Nasir

Mengamalkan bacaan dzikir ini dapat mengangkat keresahan hati yang sedang menyelimuti diri. Kalimat ini merupakan bentuk penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah SWT.

Arab: حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ

Latin: Hasbunallah wani’mal wakil ni’mal maula wani’man nasir.

Terjemah: “Cukuplah Allah sebagai Pelindung kami, Dia sebaik-baik Wakil yang kami dambakan, dan Dia sebaik-baik Penolong yang kami harapkan.”

3. Membaca Ayat Kursi

Membaca Ayat Kursi setiap hari akan memberikan energi positif di dalam hati. Kandungan Ayat Kursi sangat ampuh untuk menenangkan hati dan pikiran.

Arab: ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ

Latin: Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa'u 'indahū illā bi`iżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā kalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min 'ilmihī illā bimā syā`, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm.

Terjemah: "Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar."

Keutamaan Rutin Mengamalkan Dzikir

Mengamalkan dzikir secara rutin membawa banyak keutamaan bagi seorang Muslim, baik di dunia maupun di akhirat. Dzikir adalah amalan yang disukai Rasulullah SAW dan dianjurkan dalam Al-Qur'an. Ini menjadi salah satu cara efektif untuk mendapatkan dzikir pendek yang mendatangkan ketenangan hati.

Berikut adalah beberapa keutamaan rutin mengamalkan dzikir:

  1. Memberikan Ketenangan dan Ketenteraman Hati: Ini adalah manfaat paling langsung dari dzikir, sebagaimana disebutkan dalam QS. Ar-Ra'd ayat 28. Hati yang berdzikir akan merasa damai karena selalu mengingat sumber kedamaian sejati, yaitu Allah SWT.
  2. Mendapatkan Ampunan dan Pahala Besar: Dzikir dapat menghapus dosa dan mendatangkan pahala yang berlimpah dari Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada perbuatan yang membawa jaminan keselamatan dari hukuman Allah lebih dari mengingat Allah SWT.
  3. Mendapatkan Pertolongan dan Perlindungan Allah: Orang yang senantiasa memuji kebesaran Allah akan selalu terlindungi dari keburukan dan mendapatkan pertolongan-Nya. Dzikir membuka pintu keselamatan dunia dan akhirat.
  4. Dilancarkan Rezeki: Dengan mengingat Allah, rezeki seseorang dapat dilancarkan. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Jumuah ayat 10, "Carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung."
  5. Jauh dari Godaan Setan: Dzikir berfungsi sebagai benteng yang melindungi seseorang dari perilaku buruk dan godaan setan. Mengingat Allah membuat jiwa sadar akan hal yang salah.
  6. Meningkatkan Kualitas Ibadah: Dzikir yang benar dapat meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat iman serta hubungan dengan Allah SWT.
  7. Menjadi Amalan Ringan dengan Pahala Besar: Meskipun terlihat sederhana, dzikir adalah ibadah yang ringan namun memiliki pahala yang sangat besar di sisi Allah.

Doa Berlindung dari Kegelisahan dan Kesedihan

Selain dzikir, doa juga merupakan sarana ampuh untuk mencari ketenangan dan perlindungan dari Allah SWT. Rasulullah SAW mengajarkan beberapa doa khusus untuk menghadapi kegelisahan dan kesedihan. Doa-doa ini menjadi pelengkap amalan dzikir pendek yang mendatangkan ketenangan hati.

Salah satu doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW untuk berlindung dari kegelisahan dan kesedihan adalah:

Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Latin: Allahumma inni a'udzu bika minal hammi wal hazan, wa a'udzu bika minal 'ajzi wal kasal, wa a'udzu bika minal jubni wal bukhl, wa a'udzu bika min ghalabatid daini wa qahrir rijal.

Terjemah: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia." (HR. Bukhari dan Muslim)

Doa ini mencerminkan penyerahan diri total kepada Allah, memohon perlindungan dari segala bentuk kelemahan dan tekanan hidup. Mengamalkannya secara rutin dapat membantu menenangkan hati dan jiwa dari berbagai beban.

Doa Penguat Keyakinan

Memperkuat keyakinan kepada Allah SWT adalah fondasi utama untuk mencapai ketenangan hati yang hakiki. Doa-doa yang menegaskan keesaan dan kekuasaan Allah dapat menjadi penguat iman di kala hati merasa goyah. Ini sejalan dengan tujuan dzikir pendek yang mendatangkan ketenangan hati.

Sebagaimana disebutkan dalam berbagai riwayat, salah satu doa untuk menguatkan keyakinan dan menenangkan hati adalah:

Arab: اللَّهُ اللَّهُ رَبِّي لَا شَرِيكَ لَهُ

Latin: Allaahu allaahu rabbi laa syariika lah.

Terjemah: "Ya Allah, ya Allah, ya Tuhanku, tak ada sesuatu yang disekutukan bagi-Nya." (HR. Abu Dawud & Tirmidzi, dari Amru bin Syu'aib)

Doa ini menegaskan tauhid, bahwa hanya Allah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan mengucapkannya, seorang Muslim diingatkan akan kebesaran Allah dan bahwa Dialah satu-satunya tempat bergantung, sehingga hati menjadi lebih tenang dan yakin.

FAQ

1. Apa dzikir yang paling mudah diamalkan untuk menenangkan hati? Lafal "Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar" adalah dzikir paling sederhana yang bisa diamalkan kapan saja untuk meraih ketenangan.

2. Berapa kali sebaiknya membaca dzikir agar hati tenang? Tidak ada batasan pasti, namun Rasulullah menganjurkan minimal 33 kali untuk setiap tasbih, tahmid, dan takbir setelah sholat.

3. Kapan waktu terbaik untuk berdzikir mendapatkan ketenangan jiwa? Waktu sepertiga malam terakhir, setelah sholat fardhu, dan saat pagi-petang adalah waktu mustajab untuk berdzikir.

4. Apakah boleh berdzikir tanpa menggunakan bahasa Arab? Lebih utama menggunakan bahasa Arab sesuai sunnah, namun memahami artinya sangat penting agar dzikir lebih khusyuk.

5. Dzikir apa yang dianjurkan saat merasa cemas dan gelisah? Lafal "Hasbunallahu wa ni'mal wakil" (Allah cukup bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung) sangat ampuh menghilangkan kecemasan.

6. Apakah dzikir bisa dibaca sambil beraktivitas sehari-hari? Ya, dzikir seperti istighfar dan tahlil sangat dianjurkan dibaca sambil bekerja atau beraktivitas dengan hati yang khusyuk.

7. Bagaimana cara agar dzikir benar-benar mendatangkan ketenangan hati? Bacalah dzikir dengan penuh kesadaran, memahami maknanya, dan disertai keyakinan penuh kepada Allah SWT.