Banyaknya Hasil Survei Pemilu Bikin Pemilih `Galau`

Berbagai lembaga survei bak sedang berlomba merilis hasil risetnya jelang Pemilu 2014. Hasilnya pun berbeda-beda.

Diterbitkan 04 April 2014, 10:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Berbagai lembaga survei bak sedang berlomba merilis hasil risetnya jelang Pemilu 2014. Hampir setiap hari ada saja lembaga survei yang melakukan publikasi. Hasilnya pun berbeda-beda.

Namun saat dicermati, setiap survei yang dirilis ada sedikit kesamaan. Yakni, jumlah swing voter atau pemilih yang belum menentukan pilihannya terbilang masih cukup banyak.

Peneliti Soegeng Sarjadi Syndicate, Ridho Imawan Hanafi menjelaskan, hasil survei yang dirilis berbagai lembaga sangat mungkin mempengaruhi para pemilih. Mereka dapat menimbang dan meyakinkan pilihannya melalui hasil suvei. Namun, karena terlalu banyak hasil survei, pemilih pun bisa galau menentukan pilihannya.

"Sedikit banyak mempengaruhi. Karena dengan publikasi berbagai hasil survei, mereka yang belum memutuskan pilihannya bisa melakukan timbang rasional untuk kemudian menjatuhkan pilihannya," kata Ridho kepada Liputan6.com di Jakarta, Jumat (4/4/2014).

Ridho menjelaskan, sejatinya survei bisa memberi informasi dan gambaran, kepada warga mengenai apa yang sedang menjadi aspirasi masyarakat. Melalui survei, masyarakat mendapat informasi mengenai perkembangan politik, termasuk bagaimana kecenderungan pendapat publik.

"Melalui survei, publik juga mendapat gambaran tentang opini publik mengenai kinerja pemerintahan, kinerja pejabat publik, dan sebagainya," lanjutnya.

Meski kemungkinan mempengaruhi para pemilih dalam menentukan sikap, Ridho tak berani menyebutkan seberapa besar pengaruh survei terhadap para pemilih. "Kalau untuk itu, perlu riset tersendiri. Saya tidak bisa memprosentase-nya," ujarnya.

Sementara, terkait banyaknya lembaga survei yang bermunculan jelang pemilu, Ridho enggan berkomentar. Ridho juga ogah menanggapi dugaan maraknya survei bayaran untuk meningkatkan elektabilitas partai pemesan.

"Wah, kalau pertanyaannya itu saya tidak pas kalau menjawabnya. Karena kami kebetulan juga sedikit banyak berada di lembaga yang bergerak dalam bidang itu. Meski lembaga kami tidak fokus ke sana, hanya sesekali melakukan survei (terakhir Juni 2012) itupun sebagai bahan untuk pemetaan politik sebelum dijadikan bahan analisis," tandas Ridho.