10 Tanaman Hias untuk Lawan Polusi Udara, Bikin Rumah Lebih Segar

Rumah dekat jalan raya? Coba 10 tanaman hias untuk lawan polusi udara yang mudah dirawat dan cocok menjadi dekorasi alami di rumah.

Diterbitkan 28 Agustus 2026, 19:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Polusi udara tidak hanya menjadi masalah di luar rumah, tetapi juga dapat memengaruhi kenyamanan lingkungan di dalam hunian. Debu, asap kendaraan yang masuk melalui ventilasi, hingga berbagai sumber polutan dari aktivitas sehari-hari dapat membuat kualitas udara terasa kurang nyaman. Di tengah kondisi tersebut, menghadirkan tanaman hias di rumah menjadi salah satu cara sederhana untuk menambah unsur hijau sekaligus menciptakan suasana ruangan yang lebih asri dan menyenangkan.

Meski begitu, tanaman hias tidak sebaiknya dianggap sebagai pengganti ventilasi yang baik atau alat pembersih udara. Kemampuan tanaman dalam menyerap polutan di lingkungan rumah sangat bergantung pada jenis tanaman, kondisi ruangan, jumlah tanaman, pencahayaan, dan faktor lainnya. Karena itu, keberadaan tanaman sebaiknya menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan rumah tetap nyaman, bersama dengan sirkulasi udara yang baik dan kebiasaan membersihkan ruangan secara rutin.

Ada berbagai jenis tanaman hias yang dapat dipilih untuk mempercantik ruang tamu, kamar tidur, area kerja, hingga sudut rumah yang mendapat cahaya cukup. Selain mempertimbangkan bentuk dan ukuran tanaman, penting juga memilih jenis yang sesuai dengan kondisi ruangan serta kemampuan perawatannya. Lantas apa saja tanaman hias untuk lawan polusi udara yang bikin rumah lebih segar? Melansir dari berbagai sumber, Jumat (28/8/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Lidah Mertua

Lidah mertua atau Sansevieria menjadi salah satu tanaman hias yang banyak dipilih untuk ditempatkan di dalam maupun sekitar rumah. Bentuk daunnya yang tegak membuat tanaman ini tidak membutuhkan banyak ruang sehingga cocok untuk hunian dengan ukuran terbatas. Daunnya memiliki beragam pola dan warna, mulai dari hijau tua, hijau kekuningan, hingga kombinasi garis yang membuatnya menarik sebagai dekorasi. Karakter tersebut membuat lidah mertua mudah dipadukan dengan berbagai gaya interior, termasuk minimalis dan modern.

Tanaman ini juga relatif mudah dirawat sehingga cocok bagi pemula yang belum terbiasa merawat tanaman indoor. Lidah mertua dapat beradaptasi pada kondisi cahaya yang berbeda, meskipun pertumbuhannya akan lebih baik jika mendapatkan cahaya yang cukup. Penyiraman sebaiknya tidak dilakukan terlalu sering karena tanaman ini memiliki kemampuan menyimpan air pada bagian daunnya. Media tanam yang memiliki drainase baik juga penting untuk mencegah air menggenang dan menyebabkan masalah pada akar.

Lidah mertua dapat membantu menghadirkan unsur hijau di dalam rumah dan membuat ruangan terasa lebih alami. Namun, jangan mengandalkannya sebagai satu-satunya cara untuk mengatasi polusi udara. Sirkulasi udara, ventilasi, pengurangan sumber asap dan debu, serta kebersihan ruangan tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas udara. Dengan perawatan yang tepat, lidah mertua bisa menjadi pilihan praktis untuk mempercantik rumah sekaligus menghadirkan suasana yang lebih segar.

2. Sirih Gading

Sirih gading atau Epipremnum aureum merupakan tanaman hias yang populer karena pertumbuhannya relatif mudah dan tampilannya menarik. Daunnya berbentuk hati dengan kombinasi warna hijau dan kuning atau putih, tergantung varietasnya. Tanaman ini dapat ditempatkan di pot biasa, digantung, maupun diarahkan merambat pada penyangga. Fleksibilitas tersebut membuat sirih gading cocok untuk berbagai sudut rumah, termasuk rak tanaman, meja, balkon, dan ruang keluarga.

Dalam perawatannya, sirih gading termasuk tanaman yang cukup toleran terhadap berbagai kondisi pencahayaan. Namun, cahaya yang terlalu rendah dapat membuat pertumbuhannya lebih lambat dan corak pada daun tertentu menjadi kurang terlihat. Penyiraman juga perlu disesuaikan dengan kondisi media. Hindari membuat tanah terus-menerus tergenang karena akar membutuhkan udara dan kondisi terlalu basah dapat menyebabkan gangguan pada akar.

Sirih gading dapat menjadi pilihan menarik jika tujuan utama Anda adalah menambah tanaman hijau di dalam rumah. Keberadaan tanaman memang dapat berkontribusi pada lingkungan interior melalui proses alami tanaman, tetapi efektivitasnya dalam membersihkan polutan pada kondisi rumah sehari-hari tidak boleh dilebih-lebihkan. Karena itu, gunakan sirih gading sebagai pelengkap lingkungan rumah yang sehat, bukan pengganti ventilasi atau perangkat penyaring udara.

3. Peace Lily

Peace lily atau Spathiphyllum memiliki tampilan khas berupa daun hijau lebar dan bunga putih yang menyerupai kelopak. Tanaman ini sering digunakan sebagai dekorasi interior karena bentuknya terlihat elegan dan mampu memberikan kesan ruangan yang lebih asri. Peace lily cocok ditempatkan di ruang tamu, kamar tidur, ruang kerja, atau sudut rumah yang memperoleh cahaya tidak langsung.

Perawatannya membutuhkan perhatian terhadap kelembapan media. Peace lily umumnya menyukai media yang tetap memiliki kelembapan, tetapi bukan berarti pot harus selalu tergenang air. Periksa kondisi tanah sebelum menyiram dan pastikan pot memiliki drainase yang baik. Jika daun mulai layu, hal tersebut bisa menjadi tanda tanaman membutuhkan air, meskipun perubahan kondisi daun juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti cahaya, suhu, atau masalah akar.

Tanaman ini sering disebut dalam pembahasan mengenai tanaman yang berhubungan dengan kualitas udara karena penelitian laboratorium pada tanaman dalam ruangan menunjukkan kemampuan tertentu dalam menyerap senyawa dari udara. Namun, kondisi eksperimen tersebut berbeda dengan rumah biasa sehingga manfaat tersebut tidak boleh dianggap sebagai bukti bahwa satu pot peace lily mampu membersihkan seluruh ruangan dari polusi. Tetap prioritaskan ventilasi dan pengendalian sumber polutan, sementara peace lily digunakan untuk menambah keindahan dan nuansa hijau.

4. Palem Bambu

Palem bambu atau Chamaedorea seifrizii memiliki bentuk yang rimbun dengan batang-batang ramping dan daun yang menyerupai pelepah bambu. Tanaman ini sering digunakan sebagai tanaman indoor karena memberikan kesan tropis tanpa membutuhkan ruang sebesar beberapa jenis tanaman berdaun lebar. Kehadirannya dapat membuat sudut ruangan terlihat lebih hidup, terutama jika ditempatkan pada pot dekoratif yang sesuai dengan konsep interior.

Untuk merawat palem bambu, letakkan tanaman di area yang mendapatkan cahaya terang tetapi tidak harus selalu terkena sinar matahari langsung yang sangat kuat. Media tanam sebaiknya memiliki drainase yang baik dan penyiraman dilakukan berdasarkan tingkat kelembapannya. Tanaman juga perlu mendapatkan sirkulasi udara yang cukup agar lingkungan di sekitar daun tidak terlalu pengap. Daun yang menguning atau mengering dapat menjadi tanda bahwa kondisi cahaya, air, atau kelembapan perlu dievaluasi.

Palem bambu dapat membantu meningkatkan kesan alami di dalam ruangan dan cocok bagi orang yang ingin menghadirkan tanaman berukuran lebih besar. Namun, seperti tanaman hias lainnya, jangan menjadikannya sebagai pengganti sistem ventilasi. Jika rumah berada di kawasan dengan polusi tinggi, langkah utama tetap mengurangi sumber polutan dan memastikan pertukaran udara berjalan baik. Palem bambu kemudian dapat menjadi pelengkap dekorasi sekaligus bagian dari upaya menciptakan ruang yang lebih nyaman.

5. Spider Plant

Spider plant atau Chlorophytum comosum memiliki daun panjang dan ramping yang tumbuh menjuntai dari pusat tanaman. Bentuknya membuat tanaman ini sangat cocok ditempatkan di pot gantung atau rak yang lebih tinggi. Beberapa varietas memiliki daun dengan kombinasi warna hijau dan putih sehingga tampilannya cukup mencolok meskipun ukuran tanamannya tidak terlalu besar.

Spider plant relatif mudah dirawat dan dapat tumbuh dengan baik pada cahaya terang tidak langsung. Penyiraman perlu dilakukan ketika media mulai mengering, tetapi jangan sampai air terus menggenang di dalam pot. Tanaman ini juga dapat menghasilkan anakan yang tumbuh dari tangkai panjang, sehingga pemiliknya dapat memperbanyak koleksi tanaman dari satu indukan yang sehat. Pemangkasan daun yang sudah kering juga dapat dilakukan untuk mempertahankan penampilannya.

Spider plant kerap masuk dalam daftar tanaman yang disebut memiliki kemampuan menyerap beberapa senyawa tertentu dalam penelitian lingkungan terkontrol. Namun, manfaat tersebut tidak berarti tanaman dapat membersihkan polusi udara rumah secara signifikan hanya dengan ditempatkan di dalam ruangan. Meski demikian, spider plant tetap menarik sebagai tanaman dekoratif yang dapat menambah unsur hijau dan membuat ruangan terasa lebih hidup.

6. Palem Areca

Palem areca atau Dypsis lutescens merupakan tanaman hias dengan bentuk daun yang rimbun dan menjuntai. Tanaman ini dapat menjadi pilihan untuk mengisi sudut ruangan yang terasa kosong atau area rumah yang membutuhkan elemen dekorasi berukuran cukup besar. Warna hijaunya yang dominan juga memberikan kesan tropis sehingga cocok dipadukan dengan interior bernuansa natural.

Palem areca membutuhkan cahaya yang cukup agar pertumbuhannya optimal. Jika ditempatkan di dalam ruangan, pilih lokasi yang mendapatkan cahaya terang tidak langsung. Penyiraman sebaiknya dilakukan setelah mempertimbangkan kondisi media, karena terlalu banyak air dapat menyebabkan akar bermasalah. Selain itu, daun perlu diperiksa secara berkala untuk memastikan tidak ada debu atau hama yang menempel.

Daun yang lebar dan jumlahnya banyak membuat palem areca mampu memberikan perubahan visual yang cukup besar pada ruangan. Tanaman ini dapat membuat rumah terasa lebih hijau tanpa harus menambahkan banyak dekorasi lain. Namun, untuk urusan polusi udara, manfaat tanaman sebaiknya ditempatkan secara proporsional. Tanaman hias tidak dapat menggantikan ventilasi yang baik, pengendalian sumber asap, atau alat penyaring udara jika memang diperlukan.

7. Pakis Boston

Pakis Boston atau Nephrolepis exaltata memiliki daun panjang dan rimbun yang tumbuh melengkung serta menjuntai. Bentuknya sangat cocok untuk mempercantik pot gantung, rak tinggi, maupun sudut ruangan dengan konsep tropis. Dibandingkan tanaman dengan daun kaku dan tegak, pakis Boston memberikan kesan lebih lembut sehingga dapat digunakan untuk menyeimbangkan interior yang didominasi furnitur dengan garis tegas.

Tanaman ini membutuhkan perhatian lebih terhadap kelembapan dibandingkan beberapa tanaman hias lain dalam daftar. Media sebaiknya tidak dibiarkan benar-benar kering dalam waktu lama, tetapi tetap harus memiliki drainase yang baik. Pakis juga menyukai kelembapan udara yang cukup dan cahaya terang tidak langsung. Jika udara terlalu kering atau tanaman terkena panas dan sinar matahari langsung berlebihan, daunnya dapat berubah kecokelatan dan mengering di bagian ujung.

Karena kebutuhan kelembapannya relatif tinggi, pakis Boston lebih cocok ditempatkan di area rumah yang kondisinya mendukung, misalnya ruangan dengan cahaya cukup dan kelembapan yang tidak terlalu rendah. Tanaman ini memang sering dikaitkan dengan kemampuan membantu menyerap beberapa polutan dalam penelitian tanaman indoor, tetapi hasil penelitian tersebut tidak berarti efeknya sama kuat dalam kondisi rumah sehari-hari. Tetap jadikan pakis Boston sebagai bagian dari dekorasi hijau dan bukan satu-satunya strategi untuk menghadapi polusi udara.

8. Chinese Evergreen

Chinese evergreen atau Aglaonema menjadi salah satu tanaman hias yang populer untuk interior karena memiliki banyak variasi warna dan pola daun. Ada varietas dengan daun hijau tua, hijau keperakan, hingga kombinasi warna lain yang membuatnya mudah dijadikan aksen dekorasi. Bentuknya yang cenderung kompak juga membuat tanaman ini cocok diletakkan di meja, rak, sudut ruang tamu, atau area kerja selama kondisi cahayanya sesuai.

Aglaonema relatif mudah dirawat, terutama jika ditempatkan pada lingkungan dengan cahaya terang tidak langsung hingga kondisi cahaya yang lebih rendah. Namun, toleransi terhadap cahaya rendah bukan berarti tanaman tidak membutuhkan cahaya sama sekali. Media tanam juga perlu memiliki drainase yang baik dan penyiraman dilakukan setelah media mulai mengering sesuai kebutuhan. Terlalu banyak air dapat menyebabkan masalah akar dan membuat tanaman justru kehilangan kesehatan.

Dengan bentuk dan corak daun yang menarik, Aglaonema dapat memperkaya tampilan ruangan sekaligus memberikan nuansa hijau. Tanaman ini juga sering masuk daftar tanaman yang dibahas dalam konteks kualitas udara berdasarkan penelitian tanaman dalam kondisi terkontrol. Akan tetapi, efektivitas tanaman dalam menghilangkan polutan di rumah nyata jauh lebih kompleks. Karena itu, manfaat dekoratif dan kenyamanan visual menjadi alasan yang sangat baik untuk memeliharanya, sementara pengendalian polusi tetap membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh.

9. Dracaena

Dracaena merupakan kelompok tanaman hias dengan bentuk yang beragam, tetapi banyak jenisnya memiliki batang tegak dan daun panjang sehingga cocok untuk dekorasi interior. Tanaman ini dapat digunakan sebagai elemen vertikal di sudut ruangan dan membantu mengisi area yang tampak kosong. Beberapa varietas juga memiliki kombinasi warna daun yang menarik sehingga dapat menjadi aksen tanpa membutuhkan dekorasi tambahan yang terlalu banyak.

Dalam perawatannya, dracaena umumnya membutuhkan cahaya terang tidak langsung dan penyiraman yang disesuaikan dengan kondisi media. Hindari menyiram tanaman secara berlebihan jika lapisan media masih lembap. Pastikan pula pot mempunyai lubang drainase yang memadai. Daun yang menguning, ujung daun mengering, atau perubahan pertumbuhan dapat menjadi tanda bahwa kondisi air, cahaya, atau lingkungan perlu diperiksa.

Dracaena juga kerap disebut dalam daftar tanaman yang memiliki kemampuan menyerap senyawa tertentu berdasarkan penelitian tanaman dalam ruang tertutup. Namun, penting membedakan hasil penelitian laboratorium dengan efektivitas nyata di rumah. Memelihara dracaena tetap bermanfaat sebagai cara mempercantik interior dan menambah elemen alami, tetapi jangan menganggap tanaman ini mampu menghilangkan polusi rumah secara otomatis.

10. Karet Kebo

Karet kebo atau Ficus elastica memiliki daun besar, tebal, dan mengilap sehingga mampu menjadi titik perhatian di dalam ruangan. Tanaman ini cocok untuk pemilik rumah yang menginginkan tanaman hias berukuran sedang hingga besar dengan tampilan yang lebih tegas. Daunnya yang lebar juga membuatnya menarik ditempatkan sebagai tanaman utama di salah satu sudut ruangan, terutama pada interior bergaya minimalis atau natural.

Perawatan karet kebo cukup sederhana selama kebutuhan dasarnya terpenuhi. Tanaman membutuhkan cahaya terang, tetapi paparan matahari langsung yang terlalu kuat dapat menyebabkan daun mengalami masalah jika tanaman belum terbiasa. Penyiraman dilakukan ketika media mulai mengering dan pot harus memiliki drainase yang baik. Daun yang lebar juga sebaiknya dibersihkan secara berkala dari debu agar tampilannya tetap menarik dan proses fotosintesis tidak terganggu oleh lapisan kotoran yang menumpuk.

Karet kebo dapat menjadi pilihan bagi Anda yang ingin menambah tanaman berdaun besar sekaligus memberikan nuansa hijau yang kuat di dalam rumah. Seperti jenis tanaman lainnya, kemampuannya terkait kualitas udara sebaiknya tidak dibesar-besarkan. Tanaman merupakan pelengkap, sedangkan cara yang lebih penting untuk menjaga udara rumah tetap baik adalah mengurangi sumber polutan, menjaga kebersihan, memastikan ventilasi memadai, dan menggunakan alat penyaring udara jika kondisi lingkungan memang membutuhkannya.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Tanaman Hias untuk Lawan Polusi Udara

1. Apakah tanaman hias benar-benar bisa menghilangkan polusi udara di dalam rumah?Tanaman dapat berkontribusi terhadap lingkungan dalam ruangan, tetapi kemampuannya menyerap polutan dalam kondisi rumah sehari-hari tidak boleh dilebih-lebihkan. Tanaman hias sebaiknya menjadi pelengkap, bukan pengganti ventilasi, pembersihan rutin, atau air purifier.

2. Apa tanaman hias yang paling mudah dirawat untuk ditempatkan di dalam rumah?Lidah mertua, sirih gading, Aglaonema, dan spider plant termasuk pilihan yang relatif mudah dirawat. Namun, kebutuhan cahaya dan air setiap tanaman tetap berbeda sehingga lokasi penempatan perlu disesuaikan.

3. Apakah tanaman hias cocok diletakkan di kamar tidur?Beberapa tanaman hias dapat ditempatkan di kamar tidur selama kebutuhan cahaya, air, dan sirkulasi udaranya terpenuhi. Jangan memenuhi kamar dengan terlalu banyak pot hingga ruangan menjadi lembap atau mengganggu sirkulasi.

4. Apakah lidah mertua bisa membersihkan udara kamar?Lidah mertua sering dikaitkan dengan kemampuan menyerap senyawa tertentu berdasarkan penelitian tanaman dalam kondisi terkontrol. Namun, efek tersebut tidak berarti satu atau beberapa pot lidah mertua dapat membersihkan seluruh polusi udara kamar secara signifikan.

5. Tanaman apa yang cocok untuk rumah dekat jalan raya?Tanaman seperti lidah mertua, sirih gading, Aglaonema, dan karet kebo dapat dipilih sebagai tanaman hias untuk menambah unsur hijau di rumah. Namun, jika rumah berada di area dengan polusi kendaraan tinggi, tetap penting mengurangi masuknya asap, membersihkan debu, dan menjaga ventilasi dengan baik.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6