Metode Melon untuk Penataan Rumah, Atasi Rumah Berantakan Tanpa Buang Barang

Merapkan metode melon untuk penataan rumah dengan aturan ukuran buah melon agar interior tampil berkelas dan nyaman dipandang.

Diterbitkan 13 Agustus 2026, 10:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang kesulitan menemukan trik menata rumah yang sederhana tetapi tetap memberikan hasil berbeda. Country Living UK baru-baru ini membahas metode melon, sebuah cara menata rumah yang diperkenalkan kreator konten bergaya vintage, Natasha Dabell-Jones.

Metode ini memiliki konsep sederhana, yaitu mengatur ukuran barang yang dipajang agar permukaan furnitur tidak terlihat terlalu penuh. Cara tersebut dapat membantu mengurangi tumpukan barang-barang kecil yang sering membuat ruangan terlihat berantakan.

Penataan yang tepat juga membuat ruangan terasa lebih nyaman dan enak dipandang. Berikut Liputan6.com merangkum metode melon untuk penataan rumah, Kamis (13/8/2026).

Apa Itu Metode Melon?

Seringkali, rumah yang berantakan sebenarnya adalah akibat dari fenomena psikologis yang disebut clutter blindness atau kebutaan terhadap kekacauan. Istilah ini merujuk pada kondisi di mana penghuni rumah menjadi begitu akrab dengan lingkungan sekitarnya sehingga otak berhenti memproses detail-detail kecil yang sebenarnya mengganggu. Otak manusia mulai menyaring keberadaan tumpukan lilin, tatakan gelas, kunci, struk belanja, dan ornamen kecil lainnya yang secara bertahap memenuhi setiap permukaan.

Meskipun secara sadar penghuni tidak lagi mencatat keberadaan benda-benda tersebut, otak bawah sadar tetap memproses informasi visual tersebut secara halus. Inilah yang disebut sebagai visual noise atau kebisingan visual. Terlalu banyak objek kecil yang berebut perhatian mata akan meningkatkan beban kognitif.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Environmental Psychology (Roster et al., 2016) menegaskan bahwa kekacauan visual di rumah dapat secara signifikan menurunkan kepuasan hidup dan meningkatkan kadar hormon kortisol (stres) penghuninya. Penerapan metode melon untuk penataan rumah membantu menurunkan tingkat kebisingan ini dengan menyederhanakan titik fokus mata.

Mengapa Rumah Terasa Berantakan?

Seringkali, rumah yang berantakan sebenarnya adalah akibat dari fenomena psikologis yang disebut clutter blindness atau kebutaan terhadap kekacauan. Istilah ini merujuk pada kondisi di mana penghuni rumah menjadi begitu akrab dengan lingkungan sekitarnya sehingga otak berhenti memproses detail-detail kecil yang sebenarnya mengganggu. Otak manusia mulai menyaring keberadaan tumpukan lilin, tatakan gelas, kunci, struk belanja, dan ornamen kecil lainnya yang secara bertahap memenuhi setiap permukaan.

Meskipun secara sadar penghuni tidak lagi mencatat keberadaan benda-benda tersebut, otak bawah sadar tetap memproses informasi visual tersebut secara halus. Inilah yang disebut sebagai visual noise atau kebisingan visual. Terlalu banyak objek kecil yang berebut perhatian mata akan meningkatkan beban kognitif.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Environmental Psychology (Roster et al., 2016) menegaskan bahwa kekacauan visual di rumah dapat secara signifikan menurunkan kepuasan hidup dan meningkatkan kadar hormon kortisol (stres) penghuninya. Penerapan metode melon untuk penataan rumah membantu menurunkan tingkat kebisingan ini dengan menyederhanakan titik fokus mata.

Langkah-Langkah Penerapan Metode Melon

Penerapan metode melon untuk penataan rumah bisa diaplikasikan di hampir seluruh bagian hunian:

  • Ruang Tamu: Perhatikan meja kopi (coffee table). Daripada meletakkan tiga remote TV, dua tatakan gelas, dan satu lilin kecil secara terpisah, masukkan semuanya ke dalam satu nampan kayu atau rotan yang estetik.
  • Dapur: Hindari mejejerkan botol bumbu kecil di meja dapur (countertop). Kelompokkan botol-botol tersebut di atas piring kue bertingkat atau nampan putar (lazy susan). Biarkan hanya mixer besar atau toples keramik besar yang berdiri sendiri langsung di atas meja.
  • Kamar Mandi: Botol skincare dan perlengkapan mandi seringkali menjadi sumber kekacauan. Masukkan produk-produk kecil ke dalam keranjang anyaman, sehingga saat membersihkan meja wastafel, cukup mengangkat satu keranjang saja.

Setelah mencoba sendiri di rumah, penulis dari Country Living UK pun mengakui bahwa ini adalah salah satu trik penataan tercepat dan paling efektif. Transformasi visual terjadi instan; interior yang tadinya terasa "ramai" dan melelahkan berubah menjadi tenang dan terkurasi, hanya dengan mengubah komposisi letak barang tanpa harus membuang satu pun benda kesayangan.

Keunggulan Metode Melon Dibanding Konsep Minimalis

Metode melon menawarkan cara menata rumah yang lebih fleksibel dibandingkan tren decluttering yang mengharuskan banyak barang disingkirkan. Berbeda dengan metode seperti Marie Kondo yang mengajak menyimpan barang yang masih memberikan rasa bahagia, metode melon tidak mengharuskan pemilik rumah membuang koleksinya.

Fokus metode ini adalah memilih dan menata barang dengan lebih teratur. Barang antik atau koleksi dekorasi tetap bisa dipajang tanpa membuat ruangan terlihat penuh. Salah satu caranya adalah mengelompokkan beberapa barang kecil dalam satu wadah, seperti nampan. Dengan begitu, mata melihatnya sebagai satu kelompok besar sehingga masih ada ruang kosong di sekitarnya.

Ruang kosong tersebut membuat tampilan ruangan terasa lebih lega dan tidak melelahkan mata. Prinsip ini juga sejalan dengan buku The Interior Design Handbook (2020) karya Frida Ramstedt yang menjelaskan pentingnya mengelompokkan barang untuk menciptakan tampilan yang lebih harmonis.

Tips Penerapan di Berbagai Ruangan

Penerapan metode melon untuk penataan rumah bisa diaplikasikan di hampir seluruh bagian hunian:

  • Ruang Tamu: Perhatikan meja kopi (coffee table). Daripada meletakkan tiga remote TV, dua tatakan gelas, dan satu lilin kecil secara terpisah, masukkan semuanya ke dalam satu nampan kayu atau rotan yang estetik.
  • Dapur: Hindari mejejerkan botol bumbu kecil di meja dapur (countertop). Kelompokkan botol-botol tersebut di atas piring kue bertingkat atau nampan putar (lazy susan). Biarkan hanya mixer besar atau toples keramik besar yang berdiri sendiri langsung di atas meja.
  • Kamar Mandi: Botol skincare dan perlengkapan mandi seringkali menjadi sumber kekacauan. Masukkan produk-produk kecil ke dalam keranjang anyaman, sehingga saat membersihkan meja wastafel, cukup mengangkat satu keranjang saja.

Setelah mencoba sendiri di rumah, penulis dari Country Living UK pun mengakui bahwa ini adalah salah satu trik penataan tercepat dan paling efektif. Transformasi visual terjadi instan; interior yang tadinya terasa "ramai" dan melelahkan berubah menjadi tenang dan terkurasi, hanya dengan mengubah komposisi letak barang tanpa harus membuang satu pun benda kesayangan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menata Rumah Metode Melon

1. Apakah metode melon mewajibkan saya membuang barang-barang kecil?

Tidak. Metode ini hanya mengubah cara Anda memajang barang. Barang kecil tetap disimpan tetapi dikelompokkan dalam satu wadah (nampan/mangkok) agar terlihat sebagai satu kesatuan besar, bukan disebar yang memicu kesan berantakan.

2. Benda apa saja yang bisa digunakan sebagai wadah pengelompokan (coralling)?

Anda bisa menggunakan nampan (kayu, rotan, marmer), piring dekoratif, mangkuk besar, keranjang anyaman, atau bahkan tumpukan buku tebal (coffee table books) sebagai alas untuk menaruh objek-objek kecil di atasnya.

3. Apakah metode ini cocok untuk rumah sempit?

Sangat cocok. Justru di ruang sempit, metode melon untuk penataan rumah sangat efektif karena mengurangi kebisingan visual (visual noise), yang membuat ruangan kecil terasa lebih lega, lapang, dan terorganisir.

 

 

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6