Cara Mencuci Selimut Tanpa Menggumpal, Ini 7 Trik agar Tetap Lembut dan Rapi

Cara mencuci selimut tanpa menggumpal ternyata mudah. Simak 7 trik agar selimut tetap lembut, rapi, bersih, dan nyaman digunakan.

Diterbitkan 13 Agustus 2026, 09:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Selimut yang dicuci secara sembarangan dapat mengalami berbagai masalah, terutama pada selimut yang memiliki isian seperti dakron, microfiber, bulu sintetis, atau bahan berlapis. Salah satu masalah yang paling sering terjadi adalah isian menggumpal dan berpindah ke satu sisi sehingga permukaan selimut tidak lagi rata. Kondisi ini bukan hanya membuat selimut terlihat kurang rapi, tetapi juga dapat mengurangi kenyamanan saat digunakan karena ada bagian yang terlalu tebal dan bagian lain yang terasa tipis.

Agar selimut tetap memiliki bentuk dan tekstur yang baik setelah dicuci, proses pencucian sebaiknya disesuaikan dengan jenis bahan dan konstruksi selimut. Penggunaan deterjen, suhu air, kapasitas mesin cuci, hingga cara mengeringkan selimut perlu diperhatikan. Hindari pula kebiasaan mencuci selimut dengan cara yang terlalu agresif karena gesekan dan putaran berlebihan dapat membuat serat maupun isian lebih mudah berubah posisi.

Lantas bagaimana cara mencuci selimut tanpa menggumpal sehingga tetap lembut dan rapi? Melansir dari berbagai sumber, Kamis (13/8/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Periksa Label Perawatan Sebelum Mencuci

Langkah pertama yang sering dilewatkan adalah membaca label perawatan pada selimut. Setiap selimut dapat memiliki karakteristik bahan dan konstruksi yang berbeda sehingga tidak semuanya dapat dicuci menggunakan mesin cuci dengan metode yang sama. Pada label biasanya terdapat petunjuk mengenai apakah selimut boleh dicuci dengan mesin, harus menggunakan air dingin, membutuhkan siklus lembut, boleh menggunakan pengering, atau justru harus dicuci secara manual. Mengikuti petunjuk tersebut merupakan cara paling aman untuk mengurangi risiko kerusakan pada bahan dan isian.

Perhatikan juga jenis bahan yang digunakan. Selimut berbahan microfiber, fleece, katun, wol, bulu sintetis, hingga selimut dengan isian dakron dapat memiliki kebutuhan perawatan yang berbeda. Selimut yang mempunyai jahitan atau quilting biasanya lebih mampu mempertahankan posisi isiannya karena bagian dalam terbagi menjadi beberapa ruang. Sebaliknya, selimut dengan isian yang lebih longgar membutuhkan penanganan lebih hati-hati agar material di dalamnya tidak berpindah dan berkumpul pada satu bagian selama pencucian.

Jangan hanya memperhatikan simbol pencucian, tetapi juga periksa kondisi selimut sebelum dimasukkan ke mesin. Jika terdapat jahitan yang lepas, lubang kecil, atau bagian yang mulai robek, sebaiknya perbaiki terlebih dahulu. Lubang atau jahitan yang terbuka dapat menjadi semakin besar akibat gerakan mesin cuci dan menyebabkan isian keluar atau berkumpul. Dengan melakukan pemeriksaan sejak awal, proses pencucian dapat disesuaikan sehingga selimut tetap utuh dan bentuknya tidak mudah berubah.

2. Gunakan Mesin Cuci dengan Kapasitas yang Sesuai

Salah satu penyebab selimut menggumpal setelah dicuci adalah mesin cuci yang terlalu penuh. Selimut berukuran besar membutuhkan ruang yang cukup agar dapat bergerak dan terkena air serta deterjen secara merata. Jika selimut dimasukkan ke dalam tabung yang terlalu kecil, bahan akan terlipat dan tertekan menjadi satu gumpalan besar. Kondisi ini membuat proses pencucian tidak optimal dan dapat menyebabkan isian di dalam selimut bergeser ke bagian tertentu.

Sebelum mencuci, pertimbangkan ukuran dan ketebalan selimut ketika kering maupun setelah menyerap air. Selimut yang terlihat masih muat ketika kering dapat menjadi sangat berat setelah basah. Beban tersebut dapat membuat mesin cuci bekerja terlalu keras dan selimut tidak dapat bergerak dengan leluasa. Jika selimut berukuran besar atau sangat tebal, menggunakan mesin cuci dengan tabung berkapasitas lebih besar atau mencucinya di tempat laundry dengan mesin yang sesuai dapat menjadi pilihan yang lebih aman.

Hindari pula memasukkan banyak pakaian lain bersamaan dengan selimut hanya untuk menghemat satu kali pencucian. Pakaian dapat melilit selimut dan membuat beban di dalam tabung tidak seimbang. Selain berpotensi membuat hasil pencucian kurang bersih, kondisi tersebut juga dapat meningkatkan tekanan pada serat dan jahitan selimut. Berikan ruang yang cukup agar selimut dapat bergerak selama proses pencucian dan pembilasan.

3. Gunakan Deterjen Secukupnya dan Pilih Siklus Lembut

Penggunaan deterjen yang terlalu banyak tidak membuat selimut menjadi lebih bersih. Justru, kelebihan deterjen dapat meninggalkan residu di antara serat atau isian selimut, terutama jika selimut memiliki bahan yang tebal. Residu tersebut dapat membuat permukaan terasa kaku dan kurang nyaman. Karena itu, gunakan deterjen sesuai takaran pada kemasan dan sesuaikan dengan ukuran beban cucian serta tingkat kekotoran selimut.

Jika tersedia, pilih deterjen yang mudah larut dan sesuai dengan bahan selimut. Hindari penggunaan produk pembersih yang terlalu keras jika label perawatan selimut tidak merekomendasikannya. Untuk selimut yang membutuhkan perlakuan lembut, gunakan siklus pencucian delicate, gentle, atau bedding sesuai pilihan yang tersedia pada mesin. Siklus tersebut umumnya dirancang agar gerakan pencucian tidak terlalu agresif sehingga bahan dan jahitan selimut tidak mendapatkan tekanan berlebihan.

Pengaturan air juga perlu diperhatikan. Untuk sebagian besar selimut berbahan sintetis, air dingin atau suhu rendah dapat menjadi pilihan yang lebih aman, tetapi tetap utamakan petunjuk pada label. Air yang terlalu panas berpotensi memengaruhi bentuk, tekstur, atau serat pada bahan tertentu. Setelah siklus pencucian selesai, pastikan deterjen benar-benar terbilas. Jika masih terasa licin atau terdapat sisa busa, lakukan pembilasan tambahan agar tidak ada residu yang tertinggal di dalam selimut.

4. Jangan Memelintir Selimut dengan Keras

Setelah dicuci secara manual, jangan memelintir selimut dengan tenaga besar untuk mengeluarkan air. Cara ini memang terlihat praktis, tetapi tekanan dan puntiran yang terlalu kuat dapat membuat bahan serta isian di dalamnya bergeser. Pada selimut dengan isian longgar, pemelintiran dapat menyebabkan sebagian material berkumpul di satu sisi sehingga permukaan selimut menjadi tidak rata ketika sudah kering.

Sebagai gantinya, tekan selimut secara perlahan untuk membantu mengurangi kandungan air. Jika selimut berukuran besar, lakukan secara bertahap dan hindari menarik atau memutar bagian ujungnya. Anda juga dapat menggunakan metode menggulung selimut secara perlahan sambil memberikan tekanan ringan. Tujuannya bukan memeras selimut sampai benar-benar kering, melainkan mengurangi air berlebih sebelum masuk ke tahap pengeringan.

Jika menggunakan mesin cuci, pilih kecepatan putaran yang sesuai dengan petunjuk pada label selimut. Jangan langsung memilih putaran tertinggi hanya agar selimut lebih cepat kering. Putaran yang terlalu agresif dapat membuat isian bergerak dan meningkatkan risiko bentuk selimut menjadi tidak merata. Untuk selimut tertentu, siklus peras yang lebih lembut mungkin membutuhkan waktu pengeringan lebih lama, tetapi dapat membantu mempertahankan bentuknya.

5. Ratakan Isian Selimut Setelah Dicuci

Setelah selimut selesai dicuci, jangan langsung membiarkannya dalam kondisi terlipat atau kusut. Segera keluarkan selimut dan bentangkan pada permukaan yang cukup luas. Periksa seluruh bagian selimut untuk melihat apakah terdapat area yang isinya berkumpul. Jika menemukan bagian yang menggumpal, ratakan secara perlahan menggunakan tangan sebelum proses pengeringan dimulai.

Cara meratakannya cukup dengan menepuk dan mengusap permukaan selimut secara perlahan dari bagian yang lebih tebal menuju area yang kosong. Jangan menarik lapisan luar terlalu kuat karena dapat merusak jahitan. Jika selimut memiliki pola jahitan kotak atau garis, periksa setiap bagian secara terpisah agar isian di dalamnya tetap berada pada ruang masing-masing. Proses ini akan lebih mudah dilakukan ketika selimut masih lembap dibandingkan setelah benar-benar kering dan isian sudah terlanjur mengeras dalam posisi tertentu.

Tahap ini juga menjadi kesempatan untuk memeriksa kembali kondisi selimut sebelum dikeringkan. Jika masih ada gumpalan, pisahkan secara perlahan menggunakan tangan. Jangan menggunakan benda tajam atau alat keras untuk mengurai gumpalan karena dapat merobek lapisan selimut. Setelah permukaan terasa lebih merata, barulah lanjutkan ke tahap pengeringan dengan metode yang sesuai dengan petunjuk perawatan.

6. Keringkan dengan Cara yang Tepat dan Tidak Berlebihan

Proses pengeringan memiliki pengaruh besar terhadap bentuk akhir selimut. Selimut yang dibiarkan basah terlalu lama dalam kondisi terlipat dapat menimbulkan bau lembap dan membuat isian menetap dalam posisi yang tidak merata. Karena itu, setelah dicuci, segera lakukan pengeringan. Jika menggunakan jemuran, bentangkan selimut dengan posisi yang memungkinkan udara bergerak melewati permukaannya.

Namun, hindari menjemur selimut terlalu lama di bawah sinar matahari yang sangat terik jika label perawatan tidak menyarankannya. Paparan panas berlebihan dapat memengaruhi warna dan beberapa jenis serat. Tempat yang memiliki sirkulasi udara baik dapat menjadi pilihan untuk membantu proses pengeringan berlangsung secara merata. Sesekali balik atau ubah posisi selimut agar bagian yang berbeda mendapatkan kesempatan untuk mengering.

Jika menggunakan mesin pengering, pilih pengaturan suhu rendah atau siklus yang sesuai dengan petunjuk pada label. Jangan memasukkan selimut ke pengering dengan suhu tinggi tanpa memastikan bahannya memang aman. Untuk selimut berisi material sintetis tertentu, panas berlebihan dapat memengaruhi tekstur dan bentuk isian. Setelah proses pengeringan selesai, keluarkan selimut dan kocok perlahan untuk membantu mengembalikan volume serta meratakan kembali bagian yang mungkin sedikit berkumpul.

7. Kocok dan Ratakan Selimut Sebelum Disimpan

Setelah selimut benar-benar kering, jangan langsung melipatnya dan memasukkannya ke lemari. Bentangkan terlebih dahulu dan periksa seluruh permukaannya. Kocok selimut secara perlahan beberapa kali agar isian yang mungkin sedikit berkumpul dapat kembali menyebar. Jika menemukan bagian yang terasa lebih tebal, pijat atau tepuk lembut area tersebut sampai distribusi isian terasa lebih merata.

Pastikan selimut benar-benar kering sebelum disimpan. Sedikit kelembapan yang tertinggal di bagian dalam dapat menyebabkan bau apek dan meningkatkan risiko pertumbuhan jamur selama selimut berada di dalam lemari. Selimut yang tebal membutuhkan waktu lebih lama untuk benar-benar kering karena air dapat tertahan di lapisan bagian dalam. Jangan hanya mengandalkan permukaan yang sudah terasa kering; periksa juga bagian tengah dan lipatan selimut sebelum menyimpannya.

Ketika menyimpan, hindari menekan selimut terlalu keras di dalam lemari atau wadah yang terlalu sempit. Tekanan dalam waktu lama dapat membuat isian berubah posisi dan mengurangi volumenya. Jika selimut jarang digunakan, simpan dalam kondisi bersih dan kering di tempat yang memiliki sirkulasi udara cukup. Dengan perawatan yang konsisten sejak tahap mencuci, membilas, mengeringkan, hingga menyimpan, selimut akan lebih mudah mempertahankan bentuk, kelembutan, dan kerapian meskipun sudah dicuci berkali-kali.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Cara Mencuci Selimut Tanpa Menggumpal

1. Bagaimana cara mencuci selimut agar tidak menggumpal?

Cara mencuci selimut agar tidak menggumpal adalah menggunakan mesin cuci dengan kapasitas yang sesuai, memilih siklus lembut, memakai deterjen secukupnya, serta menghindari putaran yang terlalu keras. Setelah dicuci, segera ratakan isian selimut sebelum dan selama proses pengeringan agar tidak berkumpul di satu sisi.

2. Apakah selimut boleh dicuci menggunakan mesin cuci?

Boleh, selama label perawatan menyatakan selimut aman dicuci dengan mesin. Pastikan kapasitas mesin cukup untuk menampung selimut, terutama jika ukurannya besar atau memiliki isian tebal. Jangan memaksakan selimut berukuran besar ke dalam tabung yang terlalu kecil karena dapat membuat pencucian tidak maksimal dan meningkatkan risiko isian menggumpal.

3. Mengapa selimut bisa menggumpal setelah dicuci?

Selimut dapat menggumpal karena beberapa faktor, seperti mesin cuci terlalu penuh, putaran terlalu kuat, cara memeras yang kasar, atau proses pengeringan yang kurang tepat. Isian juga dapat berkumpul ketika selimut dibiarkan dalam kondisi basah terlalu lama atau tidak diratakan setelah dicuci.

4. Apakah selimut harus dicuci dengan air dingin?

Tidak semua selimut harus menggunakan air dingin karena setiap bahan memiliki aturan perawatan berbeda. Namun, air dingin atau suhu rendah umumnya menjadi pilihan yang lebih aman untuk banyak jenis selimut, terutama bahan sintetis. Tetap periksa label perawatan sebelum menentukan suhu air.

5. Bolehkah menggunakan banyak deterjen saat mencuci selimut?

Sebaiknya tidak. Deterjen berlebihan justru dapat meninggalkan residu pada serat dan isian selimut sehingga teksturnya terasa kaku serta lebih sulit dibilas. Gunakan deterjen sesuai takaran pada kemasan dan sesuaikan dengan ukuran serta tingkat kekotoran selimut.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6