Liputan6.com, Jakarta - Pala (Myristica fragrans) merupakan rempah bernilai ekonomi tinggi yang dikenal sebagai "Emas Hitam" dari Banda, namun banyak pembudidaya awam yang belum memahami cara menanam pala dari biji untuk pemula yang benar agar tingkat keberhasilannya tinggi. Proses budidaya tanaman rempah ini memerlukan ketelatenan khusus, terutama pada fase pemilihan benih berkualitas hingga perawatan vegetatif awal yang krusial bagi pertumbuhan akar tunggang yang kuat. Mengutip data dari Food and Agriculture Organization (FAO, 2020), Indonesia memasok sekitar 75% kebutuhan pala dunia, sehingga penguasaan teknik budidaya yang tepat menjadi kunci strategis bagi produktivitas nasional.
Metode perbanyakan generatif menggunakan biji masih menjadi pilihan utama karena menghasilkan pohon dengan struktur akar yang lebih kokoh dan masa hidup yang lebih panjang dibandingkan metode vegetatif lainnya. Meskipun membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk berbuah, pohon yang tumbuh dari biji memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap cekaman lingkungan dan penyakit akar yang sering menyerang perkebunan rakyat. Berikut Liputan6.com merangkum cara menanam pala dari biji untuk pemulaRabu (12/8/2026).
Syarat Tumbuh Tanaman Pala yang Ideal
Sebelum memulai langkah teknis, pemahaman mengenai kondisi lingkungan sangat vital. Tanaman pala merupakan tanaman tropis yang menghendaki iklim spesifik agar dapat berproduksi maksimal.
Advertisement
- Ketinggian Tempat: Idealnya ditanam pada ketinggian 0–700 mdpl. Tanaman ini masih dapat tumbuh hingga 1.000 mdpl namun produktivitasnya cenderung menurun.
- Curah Hujan: Membutuhkan curah hujan tinggi sekitar 2.000–3.500 mm/tahun dengan penyebaran yang merata sepanjang tahun.
- Suhu dan Kelembapan: Suhu optimal berkisar antara 20–30°C dengan kelembapan udara 50–80%.
- Jenis Tanah: Tanah vulkanis gembur (latosol atau andosol) dengan drainase baik dan pH 5,5–7,0 sangat disukai. Hindari tanah yang tergenang air karena akar pala sangat rentan terhadap pembusukan.
1. Seleksi dan Persiapan Biji (Benih)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322449/original/045643500_1786528979-1.jpg)
Tahap awal dalam cara menanam pala dari biji untuk pemula adalah seleksi benih. Biji pala bersifat rekalsitran, artinya daya kecambahnya cepat hilang jika disimpan terlalu lama atau kekeringan.
- Sumber Benih: Ambil biji dari pohon induk yang sehat, berumur minimal 15 tahun, dan memiliki produktivitas tinggi.
- Ciri Fisik: Pilih buah yang sudah matang sempurna (biasanya buah pecah di pohon). Biji harus berwarna cokelat tua mengkilap, bulat simetris, dan tidak kocak saat diguncang.
- Perlakuan Awal: Lepaskan fuli (selaput merah) dari biji. Angin-anginkan biji selama 24 jam di tempat teduh, jangan dijemur di bawah sinar matahari langsung karena dapat mematikan embrio.
Advertisement
2. Teknik Penyemaian Biji
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322450/original/051747400_1786528979-2.jpg)
Proses penyemaian bertujuan untuk menumbuhkan tunas sebelum dipindah ke lahan.
- Media Semai: Gunakan campuran tanah subur, pasir sungai, dan pupuk kandang matang dengan perbandingan 1:1:1. Masukkan ke dalam polybag berukuran sedang.
- Cara Tanam: Tanam biji dengan posisi mendatar atau bagian garis putih (raphe) menghadap ke bawah sedalam 1–2 cm.
- Pemeliharaan di Pesemaian: Siram secara rutin pagi dan sore untuk menjaga kelembapan (kapasitas lapang). Letakkan persemaian di bawah naungan (paranet) dengan intensitas cahaya 30–50%. Biji biasanya berkecambah setelah 4–8 minggu.
3. Persiapan Lahan dan Lubang Tanam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322451/original/057395100_1786528979-3.jpg)
Lahan harus disiapkan minimal 1 bulan sebelum jadwal tanam agar kondisi tanah stabil dan gas-gas beracun dari dekomposisi tanah hilang.
- Pembersihan Lahan: Bersihkan area dari gulma dan sisa akar tanaman lain yang berpotensi menjadi inang penyakit jamur akar.
- Pembuatan Lubang: Buat lubang tanam berukuran 60x60x60 cm. Pisahkan tanah galian bagian atas (top soil) dan bagian bawah (sub soil).
- Jarak Tanam: Gunakan jarak tanam 9x9 meter atau 10x10 meter. Jarak yang terlalu rapat akan meningkatkan kelembapan mikro yang memicu serangan jamur.
- Pemberian Dasar: Campurkan tanah galian atas dengan 10–20 kg pupuk kandang atau kompos yang telah difermentasi, lalu masukkan kembali ke dalam lubang dan biarkan selama 2 minggu.
Advertisement
4. Proses Pindah Tanam (Transplanting)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322452/original/063398700_1786528979-4.jpg)
Waktu terbaik untuk memindahkan bibit ke lahan adalah awal musim hujan untuk menjamin ketersediaan air.
- Kriteria Bibit Siap Tanam: Bibit siap dipindah setelah berumur 1–2 tahun atau memiliki tinggi sekitar 30–50 cm dengan jumlah daun minimal 3–5 pasang.
- Teknik Penanaman: Robek polybag dengan hati-hati agar bola tanah tidak pecah. Tanam bibit tegak lurus di tengah lubang, lalu timbun dengan sisa tanah hingga pangkal batang. Padatkan tanah di sekitar batang secara perlahan.
- Penyulaman: Segera ganti bibit yang mati atau tumbuh kerdil dalam 3 bulan pertama untuk memastikan keseragaman kebun.
5. Pemeliharaan dan Perawatan Rutin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322453/original/069176800_1786528979-5.jpg)
Keberhasilan budidaya sangat bergantung pada fase perawatan vegetatif (sebelum berbuah).
- Tanaman Pelindung: Pala muda tidak tahan sinar matahari langsung yang terik. Tanam pohon pelindung sementara seperti Gliricidia (gamal) atau pisang di sela-sela barisan.
- Penyiangan: Bersihkan gulma di sekitar piringan pohon (radius 1 meter) secara rutin agar tidak berebut nutrisi.
- Pemangkasan: Lakukan pemangkasan bentuk untuk merangsang percabangan. Pangkas juga tunas air atau cabang yang sakit.
Advertisement
6. Jadwal Pemupukan Berimbang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322454/original/075219900_1786528979-6.jpg)
Nutrisi yang cukup mempercepat masa berbuah. Menurut panduan dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (2009), pemupukan dilakukan dua kali setahun (awal dan akhir musim hujan).
- Tanaman Belum Menghasilkan (TBM): Berikan Urea, SP-36, dan KCl dengan dosis bertingkat mulai dari 50 gram per pohon per jenis pupuk pada tahun pertama, meningkat setiap tahun.
- Tanaman Menghasilkan (TM): Untuk pohon dewasa, berikan pupuk kandang 20-30 kg/pohon ditambah NPK (15:15:15) sekitar 1-2 kg/pohon setiap aplikasi. Buat parit melingkar di bawah tajuk daun terluar untuk menabur pupuk.
7. Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322455/original/080530200_1786528979-7.jpg)
Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Hama dan penyakit utama yang sering menyerang antara lain:
- Penggerek Batang (Batocera hercules): Larva memakan bagian dalam batang hingga pohon mati. Kendalikan dengan menutup lubang gerekan menggunakan kapas berinsektisida atau memusnahkan kumbang dewasa.
- Busuk Buah Kering (Stigmina myristicae): Menyebabkan buah menghitam dan gugur sebelum tua. Sanitasi kebun dan pengurangan kelembapan dengan pemangkasan adalah solusi efektif (Pracaya, 2008).
- Jamur Akar Putih: Menyerang sistem perakaran. Cegah dengan menggunakan jamur antagonis Trichoderma sp. pada lubang tanam sejak awal.
Advertisement
8. Panen dan Penanganan Pasca Panen
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322456/original/085769100_1786528979-8.jpg)
Tanaman pala asal biji umumnya mulai berbuah pada umur 6–7 tahun dan mencapai puncak produksi pada usia 25 tahun.
- Ciri Buah Matang: Buah merekah atau membelah secara alami di pohon. Warna kulit buah berubah menjadi kuning kecokelatan.
- Pemanenan: Lakukan panen dengan galah yang dilengkapi keranjang agar buah tidak jatuh ke tanah. Buah yang jatuh rentan terinfeksi jamur aflatoksin.
- Pemisahan: Pisahkan daging buah, fuli (bunga pala), dan biji (tempurung). Jemur biji dan fuli secara terpisah hingga kadar air mencapai standar (biji berbunyi saat dikocok).
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menanam Pala
1. Berapa lama biji pala bisa tumbuh tunas setelah disemai?
Biji pala biasanya mulai berkecambah dan mengeluarkan tunas dalam waktu 4 hingga 8 minggu (1-2 bulan) setelah semai, asalkan kelembapan media terjaga stabil.
2. Apakah tanaman pala membutuhkan sinar matahari penuh?
Saat fase bibit (0-3 tahun), tanaman pala membutuhkan naungan (teduhan) sekitar 50%. Setelah dewasa, tanaman membutuhkan sinar matahari penuh untuk memacu pembungaan dan pembuahan.
3. Bagaimana cara membedakan pohon pala jantan dan betina dari biji?
Secara morfologi sulit dibedakan saat fase bibit. Kepastian jenis kelamin biasanya baru terlihat saat tanaman berbunga pertama kali (umur 6-7 tahun). Disarankan menanam 2-3 bibit per lubang, lalu jarangkan (tebang pohon jantan berlebih) setelah jenis kelamin diketahui, sisakan 1 pohon jantan untuk setiap 10-20 pohon betina sebagai polinator.
Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322150/original/091705800_1786518970-HOAX__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4285001/original/066553900_1673179649-Target_Sektor_Wisata_2023-Angga-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499207/original/032366000_1770779753-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-11T101208.314.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322269/original/035290200_1786523414-cek_fakta_-_ombudsman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322448/original/040622300_1786528979-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322439/original/078245800_1786528796-OCVVVEE.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322503/original/032394100_1786531044-60e8da3d-7020-44d7-a76b-a7d2b45c9390.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322392/original/090792000_1786526793-HL_rumah_sejuk.jpg)