Apa Itu Silica dalam Skincare? Kenali Fungsi, Manfaat, dan Keamanannya untuk Kulit

Apa itu silica dalam skincare? Pahami pengertian, fungsi, manfaat, hingga keamanan kandungan mineral silica untuk kesehatan kulit wajah Anda.

Diterbitkan 12 Agustus 2026, 18:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Saat mengamati label produk perawatan kulit, Anda mungkin menemukan kata silica di antara komposisinya. Pertanyaan yang kerap muncul adalah apa itu silica dalam skincare dan mengapa bahan ini banyak digunakan.

Sebagian orang keliru menyamakan silica dengan silikon karena penulisannya mirip. Padahal keduanya berbeda, di mana silica adalah mineral alami sedangkan silikon merupakan senyawa turunan hasil olahan.

Memahami peran silica dalam skincare akan membantu Anda memilih produk dengan lebih bijak. Ulasan ini mengupas pengertian, fungsi, manfaat, hingga sisi keamanannya bagi kulit.

Sebagaimana disampaikan dalam jurnal Journal of Nutrition, Health and Aging (2007), silica merupakan mineral yang memiliki sejumlah potensi manfaat bagi kesehatan tubuh, termasuk perannya yang dikaitkan dengan jaringan kulit.

Apa Itu Silica dalam Skincare?

Silica adalah senyawa mineral yang tersusun dari unsur silikon dan oksigen dengan rumus kimia SiO2. Bahan yang juga dikenal sebagai silikon dioksida ini menjadi salah satu senyawa paling melimpah di kerak bumi, terdapat pada pasir, tanah liat, hingga bebatuan.

Untuk menjawab pertanyaan apa itu silica dalam skincare, penting dipahami bahwa tidak semua bentuk silica dipakai dalam kosmetik. Sebagaimana dikutip dari Cosmetics Info, silica yang digunakan pada produk kosmetik dan perawatan diri adalah amorphous silica atau silica amorf yang tidak memiliki bentuk struktur tetap, sementara crystalline silica dengan susunan atom teratur tidak digunakan. Kemampuan menyerap kelembapan pada silica amorf inilah yang juga dimanfaatkan pada silica gel di dalam kemasan produk.

Menariknya, silica bukan sekadar bahan tambahan dari luar. Mineral ini secara alami juga terdapat di dalam tubuh, mulai dari tulang, jaringan ikat, hingga kulit, dan berperan dalam menjaga struktur serta produksi kolagen.

Pada kemasan skincare, kandungan ini biasanya tertulis sebagai "silica" atau "silicon dioxide" dalam daftar bahan. Berbeda dengan bahan aktif dalam skincare yang menargetkan masalah spesifik, silica lebih banyak berperan sebagai bahan pendukung yang hadir pada pelembap, serum, bedak, foundation, tabir surya, hingga produk pembersih.

Silica dan Silikon, Serupa tapi Tak Sama

Kemiripan nama membuat silica dan silikon kerap dianggap sebagai bahan yang sama. Kekeliruan ini wajar terjadi, apalagi silikon lebih dulu populer dan sering dikaitkan dengan berbagai kekhawatiran pada kulit.

Faktanya, silica adalah mineral alami, sedangkan silikon adalah senyawa sintetis yang dibuat dari silica melalui proses kimia. Dermatolog Joshua Zeichner, dikutip dari Healthline, menjelaskan, "Silikon adalah sekelompok zat semi-cair yang berasal dari silika.

Perbedaan bentuk ini melahirkan fungsi yang berbeda pula. Silikon seperti dimethicone bersifat oklusif dan membentuk lapisan tipis di permukaan kulit, sedangkan silica umumnya berupa partikel bubuk halus yang justru menyerap minyak dan kelembapan berlebih.

Pemahaman ini penting karena silikon kerap dituding menyumbat pori dan menghambat penyerapan produk lain, sementara silica bekerja dengan mekanisme yang berbeda. Dengan begitu, menyamakan keduanya secara mentah-mentah bisa membuat Anda salah menilai keamanan sebuah produk.

Fungsi Silica dalam Produk Skincare

Dalam formulasi kosmetik, silica termasuk bahan serbaguna yang perannya tidak tunggal. Sifat fisikanya yang berpori, memiliki luas permukaan tinggi, dan stabil membuatnya bisa menjalankan banyak tugas sekaligus.

Dilansir dari Typology, silica dalam bentuk amorf berperan multifungsi, terutama sebagai bahan penyerap, pemberi efek matte, pembentuk tekstur, sekaligus agen eksfoliasi ringan tergantung bentuknya. Berikut fungsi utama silica dalam produk perawatan kulit.

  1. Menyerap minyak dan memberi efek matte. Silica mampu menyerap sebum serta kelembapan berlebih di permukaan kulit, sehingga wajah tampak lebih matte dan tidak mengilap. Fungsi ini banyak dimanfaatkan pada produk untuk kulit berminyak yang mudah berkilap sepanjang hari.
  2. Memperbaiki tekstur produk. Partikel silica memberi sensasi lembut, kering, dan halus seperti beludru pada krim maupun bedak, sekaligus memperbaiki daya sebar produk saat diaplikasikan.
  3. Menciptakan efek soft focus. Bentuk partikelnya menyebarkan cahaya sehingga menyamarkan tampilan pori-pori, garis halus, dan ketidaksempurnaan kulit. Efek blur ini sering dimanfaatkan pada primer dan foundation.
  4. Menjadi agen eksfoliasi lembut. Sebagian bentuk silica bersifat sedikit abrasif sehingga dipakai dalam scrub untuk mengangkat sel kulit mati. Bahan ini juga menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan dibanding microbeads plastik.
  5. Menstabilkan formula. Silica berfungsi sebagai anti-caking (mencegah gumpalan), pengental, sekaligus pengisi yang menjaga produk tetap stabil dan nyaman dipakai.
  6. Mendukung kinerja tabir surya. Silica membantu menstabilkan filter UV dan meratakan penyebaran bahan aktif, sehingga perlindungan pada produk sunscreen lebih optimal.

Baca juga: cara pakai body scrub yang benar agar sel kulit mati terangkat sempurna.

Manfaat Silica untuk Kesehatan Kulit

Selain berperan dalam formulasi, silica juga dikaitkan dengan sejumlah manfaat bagi kulit, baik dari pemakaian topikal maupun asupan makanan. Sebagian besar manfaat ini berhubungan erat dengan perannya terhadap kolagen dan kelembapan kulit. Menurut esmi Skin Minerals, naturopath Isabel Sharkar menyatakan, "Silika memiliki dampak luar biasa pada regenerasi kulit, silika sangat erat kaitannya dengan kulit yang sehat dan awet muda."

Merujuk studi dalam jurnal Anais Brasileiros de Dermatologia (2016), silikon (silicon) dinilai penting untuk sintesis kolagen yang optimal dan mengaktifkan enzim hidroksilasi, sehingga turut meningkatkan kekuatan serta elastisitas kulit. Berikut beberapa manfaat silica yang perlu Anda ketahui.

  1. Mendukung produksi kolagen. Silica menjadi bagian penting dari proses pembentukan kolagen yang menjaga kulit tetap kencang dan menekan tanda penuaan dini. Sharkar, dikutip dari Byrdie, menambahkan, "Silika dibutuhkan untuk membangun kembali kolagen dan berada di dalam kolagen, bertindak sebagai lem bagi jaringan ikat.
  2. Menjaga kelembapan kulit. Silica mendukung glikosaminoglikan (GAG), molekul yang mampu mengikat air hingga ribuan kali beratnya, sehingga kulit tetap terhidrasi dan lebih terjaga elastisitasnya.
  3. Memiliki sifat anti-inflamasi. Isabel Sharkar melalui laman Indigo Health menuliskan, "Silika adalah anti-inflamasi alami yang menenangkan iritasi kulit serta membantu meredakan eksim dan psoriasis." Sifat ini juga dinilai berpotensi meringankan kulit yang mudah berjerawat.
  4. Membantu kulit tampak lebih cerah. Silica disebut mampu meningkatkan pengiriman oksigen dan nutrisi ke kulit, sehingga wajah terlihat lebih segar. Beberapa bahan alami seperti mentimun pun mengandung silika secara alami.
  5. Cenderung ramah untuk kulit sensitif. Karena tidak bersifat iritatif bagi kebanyakan orang, silica relatif nyaman digunakan, termasuk oleh pemilik kulit sensitif.

Baca juga: manfaat masker pisang yang dipercaya membantu meningkatkan kolagen kulit wajah.

Keamanan dan Efek Samping Silica dalam Skincare

Pertanyaan soal keamanan wajar muncul, mengingat silica sering dikaitkan dengan isu silikosis. Untuk pemakaian pada kulit, sejumlah lembaga menilai silica tergolong aman digunakan.

Sebagaimana diungkapkan Paula's Choice, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengizinkan silica ditambahkan langsung ke makanan sebagai anti-caking, dan panel independen Cosmetic Ingredient Review menyatakan bahan ini aman digunakan pada rentang konsentrasi yang luas dalam kosmetik.

Mengacu pada riset dalam jurnal Archives of Dermatological Research (2023), FDA bahkan mengakui amorphous silica sebagai bahan tambahan anorganik yang aman, dan bentuk ini digunakan dalam terapi topikal untuk rosacea serta jerawat. Kekhawatiran silikosis sendiri berkaitan dengan crystalline silica di lingkungan industri, bukan silica amorf yang dipakai dalam produk perawatan kulit.

Meski demikian, silica tidak selalu cocok untuk semua orang. Sifatnya yang menyerap minyak bisa terasa terlalu mengeringkan bagi pemilik kulit kering atau matang, dan sebagian orang mungkin mengalami reaksi alergi. Lakukan uji tempel sebelum pemakaian penuh, pastikan produk sudah terdaftar di BPOM, dan kenali ciri-ciri produk kosmetik aman agar keamanannya lebih terjamin.

Pada akhirnya, memahami apa itu silica dalam skincare membantu Anda menyaring informasi keliru yang beredar. Selama produk terdaftar resmi dan sesuai dengan jenis kulit, silica bisa menjadi bahan pendukung yang bermanfaat dalam rutinitas perawatan kulit Anda. Perhatikan pula cara menyimpan kandungan aktif skincare agar produk tetap ampuh, dan sesuaikan pemakaian dengan tips mengatasi wajah berminyak di siang hari.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Silica dalam Skincare

Apakah kandungan silica dalam skincare aman untuk kulit?

Secara umum, silica tergolong aman untuk pemakaian pada kulit. Bentuk yang digunakan dalam kosmetik adalah silica amorf yang dinilai tidak mengiritasi dan telah dinyatakan aman oleh panel Cosmetic Ingredient Review, selama produk dipakai sesuai anjuran dan cocok dengan jenis kulit Anda.

Apa perbedaan silica dan silikon dalam skincare?

Silica adalah mineral alami berupa silikon dioksida, sedangkan silikon adalah senyawa sintetis yang dibuat dari silica melalui proses kimia. Silica umumnya berbentuk partikel yang menyerap minyak, sementara silikon lebih bersifat oklusif dan membentuk lapisan halus di permukaan kulit.

Apa manfaat silica untuk wajah?

Silica membantu menyerap minyak berlebih sehingga wajah tampak lebih matte, memperhalus tekstur, serta memberi efek soft focus yang menyamarkan pori dan garis halus. Selain itu, silica dikaitkan dengan dukungan terhadap produksi kolagen, hidrasi, dan sifat anti-inflamasi bagi kulit.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6