6 Model Angkringan Terpal Sederhana yang Murah tapi Tetap Menarik untuk Usaha Pemula

Ingin memulai usaha kuliner dengan modal terbatas? Model angkringan terpal sederhana menawarkan solusi praktis dan menarik, cocok untuk pemula dengan daya tarik

Diterbitkan 22 Mei 2026, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Model angkringan terpal sederhana menjadi pilihan banyak pelaku usaha kuliner karena modalnya relatif terjangkau namun tetap mampu menarik pelanggan. Konsep angkringan sendiri berasal dari budaya nongkrong santai khas Jawa dengan suasana lesehan yang hangat dan akrab. Kini, angkringan tidak hanya ditemukan di kota besar, tetapi juga menjamur hingga ke kampung dan desa karena fleksibel dijalankan di berbagai lokasi.

Selain biaya awal yang tidak terlalu besar, usaha angkringan juga mudah dikembangkan sesuai kebutuhan. Dengan memanfaatkan gerobak kayu, meja lesehan, dan terpal sederhana, pelaku usaha sudah bisa membuka tempat nongkrong nyaman untuk anak muda maupun keluarga. Bahkan banyak angkringan modern menambahkan fasilitas Wi-Fi dan dekorasi kekinian agar lebih ramai pengunjung.

Tidak heran jika usaha ini semakin diminati. Menu sederhana seperti nasi kucing, kopi, wedang jahe, hingga gorengan tetap memiliki pasar luas. Ditambah lagi, desain tempat yang nyaman menjadi salah satu faktor penting agar pelanggan betah berlama-lama di angkringan. Berikut ulasan Liputan6.com, Jumat (22/5/2026).

1. Model Angkringan Terpal Lesehan Tradisional

Konsep ini menjadi model paling umum dan mudah ditemukan di berbagai daerah. Ciri khasnya adalah penggunaan tikar atau panggung kayu rendah sebagai tempat duduk pelanggan. Terpal dipasang sebagai atap utama untuk melindungi area makan.

Model angkringan terpal sederhana seperti ini cocok untuk pemula karena biaya pembuatannya sangat murah. Pelaku usaha cukup menyediakan gerobak kayu, beberapa meja kecil, tikar, serta lampu penerangan sederhana.

Suasana lesehan juga memberikan kesan santai yang membuat pelanggan nyaman mengobrol dalam waktu lama. Agar terlihat lebih menarik, tambahkan lampu gantung warna warm white dan dekorasi sederhana seperti papan menu kayu.

Konsep ini paling cocok dibangun dekat kampus, pemukiman, atau area tongkrongan anak muda.

2. Model Angkringan Terpal Kombinasi Kayu

Jika ingin tampil lebih estetik, penggunaan material kayu dapat dipadukan dengan terpal. Bagian meja, kursi, dan booth dibuat dari kayu sederhana agar terlihat hangat dan natural.

Terpal tetap digunakan sebagai atap utama karena lebih hemat dibanding kanopi permanen. Kombinasi ini membuat angkringan terlihat lebih modern tanpa menghilangkan nuansa tradisional.

Banyak pelaku usaha memilih model ini karena tampilannya cocok untuk media sosial. Pelanggan biasanya lebih tertarik datang ke tempat makan yang terlihat nyaman dan instagramable.

Agar suasana semakin cozy, tambahkan lampu gantung klasik dan tanaman hias kecil di sekitar area makan.

3. Model Angkringan Terpal dengan Gerobak Minimalis

Gerobak adalah identitas utama sebuah angkringan. Karena itu, desain gerobak minimalis kini banyak dipilih untuk menciptakan kesan modern namun tetap sederhana.

Pada model ini, terpal dipasang menyatu dengan gerobak sehingga mudah dibongkar pasang. Desain seperti ini cocok untuk usaha pinggir jalan atau area yang tidak memiliki tempat permanen.

Keunggulan lainnya adalah fleksibilitas. Gerobak dapat dipindahkan sewaktu-waktu sesuai kondisi lokasi jualan. Warna gerobak juga bisa dibuat lebih mencolok agar menarik perhatian pengguna jalan.

Meskipun sederhana, model angkringan terpal sederhana dengan gerobak minimalis tetap bisa terlihat menarik jika dijaga kebersihannya. Pastikan gerobak selalu bersih agar pelanggan merasa nyaman membeli makanan.

4. Model Angkringan Terpal Ala Cafe Outdoor

Konsep ini sangat populer di kalangan anak muda. Terpal digunakan sebagai pelindung area outdoor, sementara bagian tempat duduk dibuat lebih modern menggunakan meja dan kursi santai.

Beberapa pelaku usaha bahkan menambahkan sofa kecil, bantal duduk, serta Wi-Fi agar pelanggan betah nongkrong lebih lama. Menu sederhana seperti kopi susu, pisang bakar, dan roti bakar biasanya menjadi andalan pada konsep ini.

Meskipun terlihat lebih modern, biaya pembuatannya tetap relatif terjangkau karena penggunaan terpal membantu mengurangi biaya konstruksi.

Model seperti ini sangat cocok dibangun di daerah sejuk atau area yang ramai aktivitas malam hari.

5. Model Angkringan Terpal Tema Garden

Konsep garden memberikan suasana segar dan nyaman. Terpal dipasang di bagian atas, sementara area sekitar dihiasi tanaman hias seperti monstera, kaktus, atau tanaman gantung.

Penggunaan meja dan kursi kayu panjang membuat suasana terasa lebih alami. Banyak pelanggan menyukai konsep seperti ini karena cocok dijadikan tempat santai bersama teman maupun keluarga.

Model angkringan terpal sederhana bertema garden juga dapat meningkatkan daya tarik visual usaha. Bahkan dengan lahan kecil, suasana hijau tetap bisa dihadirkan menggunakan pot tanaman sederhana.

Untuk menambah kenyamanan, gunakan lampu gantung kecil agar area tetap terlihat hangat saat malam hari.

6. Model Angkringan Terpal Monochrome Kekinian

Konsep monochrome cocok bagi pelaku usaha yang ingin menghadirkan suasana modern dan bersih. Warna hitam, putih, dan abu-abu biasanya mendominasi desain gerobak maupun area duduk pelanggan.

Terpal warna gelap dapat dipilih agar tampil lebih elegan. Ditambah pencahayaan lampu warm white, suasana angkringan akan terlihat lebih eksklusif meskipun hanya menggunakan peralatan sederhana.

Konsep ini banyak diminati karena tampilannya cocok dijadikan spot foto oleh pelanggan muda. Tidak sedikit angkringan modern yang viral di media sosial berawal dari desain tempat yang unik dan menarik.

Selain desain, kualitas pelayanan juga harus diperhatikan. Pelanggan biasanya akan kembali datang jika merasa nyaman dengan suasana dan pelayanan yang diberikan.

Mengapa Angkringan Terpal Banyak Dipilih?

Konsep angkringan identik dengan kesederhanaan. Penggunaan terpal menjadi solusi praktis karena murah, mudah dipasang, dan efektif melindungi pelanggan dari panas maupun huan. Selain itu, model angkringan terpal sederhana juga cocok untuk lahan kecil di pinggir jalan, depan rumah, dekat kampus, hingga area pasar malam.

Dalam perhitungan modal usaha, penggunaan terpal dapat membantu menekan biaya pembangunan tempat usaha. Berdasarkan berbagai referensi usaha angkringan pemula, kebutuhan awal biasanya meliputi:

  • Gerobak kayu sekitar Rp3 juta
  • Meja lesehan sekitar Rp150 ribu per unit
  • Tikar lipat sekitar Rp120 ribu
  • Terpal sekitar Rp5.500 ukuran A3
  • Peralatan masak sekitar Rp600 ribu
  • Alat makan sekitar Rp300 ribu
  • Instalasi Wi-Fi sekitar Rp500 ribu

Biaya tersebut tentu dapat disesuaikan dengan konsep dan lokasi usaha. Semakin sederhana desain yang dipilih, maka modal awal juga bisa semakin hemat.

Tips Membuat Angkringan Sederhana Tetap Ramai

Selain memilih desain yang tepat, ada beberapa hal penting agar usaha angkringan lebih mudah berkembang, antara lain:

Pilih Lokasi Strategis

Lokasi dekat kampus, pasar, terminal, atau area pemukiman biasanya lebih ramai pengunjung. Tempat yang mudah terlihat pengguna jalan juga sangat membantu meningkatkan penjualan.

Sajikan Menu Sederhana tapi Enak

Menu seperti nasi kucing, gorengan, sate usus, kopi, dan wedang jahe tetap menjadi favorit pelanggan. Pastikan rasa makanan konsisten agar pelanggan datang kembali.

Jaga Kebersihan Tempat

Kebersihan meja, tikar, dan gerobak sangat penting untuk menciptakan kenyamanan pelanggan. Tempat yang bersih juga membuat usaha terlihat lebih profesional.

Tambahkan Fasilitas Pendukung

Wi-Fi, colokan listrik, dan pencahayaan nyaman bisa menjadi nilai tambah bagi pelanggan, terutama anak muda yang suka nongkrong lama.

Manfaatkan Media Sosial

Foto angkringan yang estetik dapat membantu promosi secara online. Upload suasana tempat, menu, dan aktivitas pelanggan agar usaha lebih dikenal luas.

Pertanyaan Seputar Usaha Angkringan

1. Berapa modal awal membuka angkringan sederhana?

Modal awal usaha angkringan sederhana biasanya mulai dari Rp5 juta hingga Rp10 juta tergantung konsep, lokasi, dan perlengkapan yang digunakan.

2. Apakah usaha angkringan cocok di desa?

Sangat cocok. Angkringan di desa biasanya ramai karena menjadi tempat berkumpul warga dan anak muda.

3. Apa menu paling laris di angkringan?

Menu yang paling sering dicari antara lain nasi kucing, gorengan, sate usus, kopi, teh panas, dan wedang jahe.

4. Kenapa banyak angkringan memakai terpal?

Terpal lebih murah, mudah dipasang, dan efektif melindungi pelanggan dari panas maupun hujan.

5. Bagaimana agar angkringan ramai pelanggan?

Pilih lokasi strategis, jaga kebersihan, sajikan menu enak, dan buat suasana nyaman agar pelanggan betah.

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6