5 Manfaat Jengkol untuk Kesehatan, Perhatikan Jumlah Konsumsi yang Benar

Meski aromanya khas, jengkol menyimpan beragam manfaat jengkol untuk kesehatan, mulai dari melancarkan pencernaan hingga menjaga gula darah. Simak selengkapnya!

Diterbitkan 29 Juli 2025, 17:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Jengkol, atau dengan nama ilmiahnya Archidendron pauciflorum, merupakan salah satu bahan makanan yang cukup populer di Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara lainnya seperti Malaysia, Thailand, dan Myanmar. Walau baunya menyengat, banyak orang tetap menyukainya karena keunikan rasa dan teksturnya. Di balik kontroversi aroma tersebut, jengkol ternyata menyimpan berbagai manfaat untuk kesehatan tubuh.

Makanan ini biasa diolah menjadi beragam masakan seperti semur, balado, atau digoreng. Konsumsinya kerap menimbulkan perdebatan, terutama karena adanya kekhawatiran akan efek samping seperti gangguan ginjal. Namun, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa jengkol juga memiliki manfaat kesehatan yang signifikan jika dikonsumsi secara bijak.

Liputan6.com akan mengulas secara mendalam manfaat jengkol untuk kesehatan, kandungan nutrisinya, anjuran konsumsi sehat, hingga beberapa pertanyaan umum yang sering ditanyakan mengenai jengkol, Selasa (29/7/2025).

1. Mengontrol Gula Darah

Studi oleh Radhiah Shukri dkk. (2011) dalam Journal of the Science of Food and Agriculture menunjukkan bahwa konsumsi jengkol dapat menurunkan kadar gula darah pada tikus diabetes. Kandungan kalium, serat, dan senyawa aktif di dalamnya mendukung kerja insulin dan memperlambat penyerapan glukosa. Hal ini memberikan potensi jengkol sebagai bagian dari diet pengelolaan diabetes, meskipun masih perlu uji klinis lebih lanjut pada manusia.

2. Menjaga Daya Tahan Tubuh

Jengkol kaya akan vitamin C, yakni sekitar 31 mg per 100 gram. Vitamin ini sangat penting dalam meningkatkan imunitas tubuh dengan cara merangsang produksi sel darah putih. Asupan vitamin C secara teratur juga terbukti membantu tubuh melawan infeksi virus dan bakteri.

3. Melancarkan Buang Air Besar

Dengan kandungan serat sebesar 1,5 gram per 100 gram, jengkol dapat membantu mengatasi sembelit. Serat dan air dalam jengkol membantu melunakkan tinja dan mempercepat proses pencernaan.

4. Menurunkan Tekanan Darah

Kalium dalam jengkol berperan dalam menstabilkan tekanan darah dengan cara menetralkan efek natrium. Dalam 100 gram jengkol, terdapat sekitar 241 mg kalium yang mendukung fungsi ini.

5. Mencegah Kanker

Jengkol mengandung senyawa fenolik yang bersifat antioksidan. Senyawa ini bekerja menangkal radikal bebas penyebab kerusakan sel, termasuk sel kanker. Antioksidan juga mendukung regenerasi sel dan memperlambat proses penuaan.

Kandungan Nutrisi Jengkol

Menurut ,aman Puskesmas Sesela, jengkol mengandung nutrisi penting yang bermanfaat bagi tubuh:

  • Kalori: 192 kcal (per 100 gram)
  • Air: 52 gram
  • Protein: 5 gram
  • Lemak: 0,3 gram
  • Karbohidrat: 41 gram
  • Serat: 1,5 gram
  • Kalium: 241 mg
  • Fosfor: 150 mg
  • Natrium: 60 mg
  • Vitamin C: 31 mg

Selain itu, jengkol juga mengandung djenkolic acid yang dikenal sebagai asam amino tidak biasa. Walau memiliki efek antioksidan, senyawa ini juga dapat membentuk kristal dalam saluran kemih dan menyebabkan nyeri jika dikonsumsi berlebihan.

Anjuran Konsumsi Jengkol yang Sehat

Meski kaya manfaat, konsumsi jengkol harus dilakukan dengan bijak. Berdasarkan studi Djenkolism: Case Report and Literature Review dari PMC, konsumsi jengkol dalam jumlah banyak berisiko menyebabkan kejengkolan atau keracunan jengkol. Kondisi ini dapat memicu nyeri hebat, gangguan saluran kemih, hingga gagal ginjal akut.

Untuk menghindari efek negatif tersebut, berikut beberapa anjuran konsumsi sehat:

  • Jangan makan jengkol dalam jumlah besar sekaligus.
  • Pastikan jengkol dimasak hingga matang sempurna. Merebus jengkol dapat mengurangi kandungan djenkolic acid.
  • Hindari mengonsumsi jengkol secara rutin setiap hari.
  • Minum banyak air putih setelah konsumsi untuk membantu membuang zat berbahaya melalui urine.
  • Jika mengalami gejala seperti nyeri pinggang, sulit buang air kecil, atau urine berdarah setelah makan jengkol, segera konsultasikan ke dokter.

FAQ Tentang Jengkol 

1. Apakah jengkol aman dikonsumsi setiap hari?

Tidak disarankan. Konsumsi jengkol setiap hari dapat meningkatkan risiko terbentuknya kristal asam jengkolat yang dapat merusak ginjal.

2. Bagaimana cara mengolah jengkol agar tidak menimbulkan bau menyengat?

Rebus jengkol dua kali dengan mengganti air rebusan. Bisa juga ditambahkan daun salam atau kopi bubuk ke dalam air rebusan untuk mengurangi baunya.

3. Siapa yang sebaiknya menghindari jengkol?

Penderita gangguan ginjal, hipertensi parah, atau mereka yang pernah mengalami kejengkolan sebaiknya menghindari konsumsi jengkol.

4. Apakah jengkol bisa membantu penderita diabetes?

Penelitian pada tikus menunjukkan hasil positif. Namun, pada manusia masih diperlukan penelitian lanjutan. Jengkol bisa dijadikan tambahan makanan sehat, tetapi bukan pengganti pengobatan.

5. Apa pertolongan pertama saat mengalami kejengkolan?

egera minum air putih dalam jumlah banyak untuk mempercepat pengeluaran asam jengkolat dan konsultasikan ke dokter jika gejala memburuk.

Daftar Rujukan

  • Shukri R, et al. (2011). Evaluating the toxic and beneficial effects of jering beans (Archidendron jiringa) in normal and diabetic rats. PubMed. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21744354/
  • Puskesmas Sesela Lombok Barat. 5 Manfaat Jengkol bagi Kesehatan dan Efek Sampingnya. https://puskesmassesela-dikes.lombokbaratkab.go.id/
  • Bunawan NC, et al. (2014). Djenkolism: Case report and literature review. PMC. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3998865/

Â