Liputan6.com, Jakarta Stres akibat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menjadi salah satu isu yang semakin relevan di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini. PHK tidak hanya berdampak pada stabilitas finansial individu, tetapi juga memiliki konsekuensi serius bagi kesehatan mental dan fisik.Â
Sistem kekebalan tubuh manusia sangat sensitif terhadap stres. Hormon stres utama tubuh, kortisol, berpengaruh pada sistem kekebalan tubuh dan membantu menyeimbangkan fungsi kekebalan. Namun, ketika tubuh dalam keadaan stres parah, kontrol kortisol atas sistem kekebalan dapat terganggu secara permanen, menyebabkan peningkatan peradangan.Â
Stres yang dialami setelah PHK sering kali bersifat kronis, berakar dari ketidakpastian finansial dan masa depan. Hal ini dapat memicu serangkaian reaksi biologis yang merugikan, termasuk penurunan fungsi sistem imun. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang bagaimana stres akibat PHK dapat mempengaruhi kesehatan, terutama sistem kekebalan tubuh.
Advertisement
Berbagai mekanisme biologis dan psikologis terlibat dalam proses ini, dan penting untuk memahami dampak dari stres agar dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengelola kesehatan mental dan fisik.
Penyebab dan Ciri-ciri Stres Akibat PHK
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5270423/original/036213900_1751430143-business-asian-women-records-income-expenses-home.jpg)
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) adalah peristiwa hidup yang sangat menegangkan dan dapat menjungkirbalikkan kehidupan seseorang. PHK tidak hanya berdampak pada stabilitas ekonomi karyawan, tetapi juga memiliki dampak signifikan pada kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis mereka. Kehilangan pekerjaan secara tiba-tiba dapat membuat mental terganggu dan berpotensi menimbulkan masalah pada kesehatan mental.
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tidak hanya berdampak pada stabilitas ekonomi karyawan, tetapi juga memiliki dampak signifikan pada kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis mereka.Hal ini menunjukkan bahwa dampak PHK lebih dari sekadar kehilangan pekerjaan, tetapi juga mencakup gangguan mental yang serius.
Stres akibat PHK dapat bermanifestasi dalam berbagai ciri-ciri, baik fisik maupun psikologis:
a. Gejala Psikologis:
- Kecemasan dan Kekhawatiran: Ketidakpastian mengenai masa depan finansial dan karier, serta tekanan untuk mencari pekerjaan baru, dapat menimbulkan kecemasan yang signifikan.
- Depresi: Kehilangan pekerjaan dapat menyebabkan depresi, terutama jika karyawan merasa kehilangan identitas dan tujuan hidup.
- Rendah Diri dan Hilangnya Kepercayaan Diri: PHK dapat merusak harga diri dan rasa percaya diri karyawan, membuat mereka merasa malu atau tidak berguna.
- Ketidakstabilan Emosional: Perubahan suasana hati yang drastis, mudah murung, cepat marah, atau mudah menangis.
- Menarik Diri dari Lingkungan Sosial: Individu yang di-PHK mungkin merasa malu atau kehilangan rasa hormat, yang dapat memengaruhi interaksi sosial mereka.
- Kehilangan Minat: Kehilangan minat terhadap pekerjaan, penurunan performa kerja, kreativitas, serta inisiatif.
b. Gejala Fisik:
- Gangguan Tidur: Sulit tidur di malam hari, siklus tidur yang tidak teratur, atau mengantuk di siang hari.
- Perubahan Pola Makan: Perubahan signifikan pada pola makan.
- Kelelahan: Merasa mudah lelah.
- Peningkatan Risiko Penyakit Kardiovaskular: Stres dan kecemasan yang berkepanjangan dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
- Sakit Kepala: Peningkatan gejala somatik seperti sakit kepala.
Advertisement
Mekanisme Stres Menurunkan Imunitas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4035884/original/020592700_1653711505-Orang_Demam.jpg)
Stres, terutama stres kronis, dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Tubuh merespons stres dengan melepaskan hormon seperti kortisol dan adrenalin. Hormon-hormon ini, meskipun bermanfaat dalam kondisi tertentu untuk respons "lawan atau lari" (fight-or-flight), jika kadarnya tetap tinggi karena stres berkepanjangan, dapat merugikan.
Stres kronis melemahkan sistem imun, membuat tubuh rentan terhadap infeksi dan memperburuk kesehatan. Saat seseorang mengalami stres, tubuh melepaskan hormon seperti kortisol dan adrenalin sebagai bagian dari respons tersebut. Namun, ketika kortisol diproduksi secara berlebihan akibat stres kronis, fungsi regulasi sistem imun terganggu.
a. Peran Kortisol:
Kortisol adalah hormon stres yang memiliki efek anti-inflamasi dalam jangka pendek. Namun, ketika kortisol diproduksi secara berlebihan akibat stres kronis, fungsi regulasi sistem imun terganggu. Kadar kortisol yang tinggi secara terus-menerus dapat menekan produksi sel imun seperti limfosit dan sel T, sehingga tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit.
Seperti yang diungkapkan oleh Zymuno, "Kortisol, meskipun bermanfaat dalam kondisi tertentu, dapat menekan fungsi sel-sel imun yang krusial dalam melawan infeksi." Ini menunjukkan bahwa stres berkepanjangan dapat memiliki dampak jangka panjang pada kesehatan tubuh.
b. Aktivasi Aksis HPA:
Stres memicu aktivasi aksis hipotalamus-pituitari-adrenal (HPA) yang melepaskan hormon corticotropin-releasing hormone (CRH). Pelepasan CRH memicu sekresi adrenocorticotropin hormone (ACTH) dari kelenjar pituitari, yang kemudian mencapai kelenjar adrenal dan memicu sekresi hormon stres utama, yaitu glukokortikoid (kortisol pada manusia) dan katekolamin (adrenalin dan noradrenalin). Aktivasi HPA aksis yang berkepanjangan dapat memberikan risiko pada kesehatan organisme.
Menurut Jurnal Skala Husada, "Ketika situasi tertentu diinterpretasikan sebagai keadaan stres, hal ini akan memicu aktivasi hypothalamic-pituitary-adrenal (HPA) axis melepaskan hormon corticotropin-releasing hormone (CRH)." Ini menunjukkan bahwa respons tubuh terhadap stres dapat memiliki dampak yang luas terhadap kesehatan.
Dampak Stres PHK pada Sistem Imun
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1032052/original/031016700_1445756545-Sakit-Flu-1.jpg)
Stres akibat PHK, yang seringkali bersifat kronis karena ketidakpastian finansial dan masa depan, dapat secara langsung memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Beberapa dampak yang dapat terjadi meliputi:
- Penurunan Produksi Antibodi: Stres jangka panjang juga menurunkan kemampuan tubuh memproduksi antibodi, yang berarti tubuh akan kesulitan membentuk pertahanan terhadap patogen baru dan merespons vaksinasi atau infeksi sebelumnya.
- Peningkatan Kerentanan Infeksi: Individu dengan tingkat stres tinggi lebih mudah terkena infeksi virus seperti flu, herpes, atau bahkan COVID-19, karena sistem imun yang lemah tidak mampu menghancurkan virus secara efektif.
- Peradangan Kronis: Stres yang berkepanjangan dapat meningkatkan produksi sitokin pro-inflamasi, senyawa yang memicu peradangan, yang dapat memperburuk kondisi kesehatan.
- Gangguan Tidur: Stres sering menyebabkan gangguan tidur, dan kurangnya tidur berkualitas mengganggu regenerasi sel-sel kekebalan, memperlambat proses penyembuhan, dan menurunkan efektivitas pertahanan tubuh.
Advertisement
People Also Ask
1. Apa saja gejala penurunan imun akibat stres?
Jawaban: Beberapa tanda umum:
- Mudah lelah
- Sering sakit (flu, batuk, sariawan)
- Sulit tidur
- Nyeri otot tanpa sebab
- Gangguan pencernaan
2. Bagaimana cara mengelola stres setelah terkena PHK?
Jawaban: Beberapa langkah yang bisa membantu:
- Tetap jaga rutinitas harian meski tidak bekerja
- Berolahraga ringan secara teratur
- Ceritakan perasaan ke orang yang dipercaya atau konselor
- Fokus pada hal yang bisa dikendalikan (cari kerja, bangun skill baru)
- Lakukan teknik relaksasi seperti meditasi atau pernapasan dalam
3. Apakah pola makan juga berpengaruh terhadap imun saat stres?
Jawaban: Ya. Saat stres, penting untuk mengonsumsi:
- Makanan tinggi vitamin C, D, dan zinc
- Buah & sayur segar
- Air putih yang cukupHindari makanan tinggi gula dan junk food karena bisa memperburuk stres dan menurunkan imun.
4. Kapan seseorang perlu mencari bantuan profesional?
Jawaban: Jika stres mulai mengganggu tidur, hubungan dengan keluarga, atau muncul gejala depresi (kehilangan semangat, merasa putus asa, keinginan menyakiti diri), segera hubungi psikolog atau psikiater.
5. Apakah imun bisa pulih kembali setelah kondisi mental membaik?
Jawaban: Ya, sistem imun bisa pulih secara bertahap ketika tingkat stres berkurang, pola hidup membaik, dan dukungan sosial atau emosional meningkat. Kesehatan mental sangat berperan dalam menjaga kesehatan fisik secara keseluruhan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555013/original/059216600_1776139675-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-14T102537.741.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311589/original/001361600_1785409060-pendamping_lokal_desa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5573660/original/028626000_1777948829-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-05T093819.531.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312395/original/029328500_1785490278-Screenshot_2026-07-31_154400.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5270424/original/049831700_1751430143-woman-working-late-project.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4599370/original/000850200_1696478772-611bf427-1663-4644-9eec-741b0d9fa412.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/9310000/original/080932200_1785302058-pg29-phk-jobfair-83e789.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5565096/original/072075300_1777011174-1000298570.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309034/original/042929000_1785216371-1000390467.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8077182/original/064811100_1780922870-IMG_4142.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308641/original/099343100_1785153624-Generated_image_2__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2865042/original/007592200_1564156895-PEREMPUAN_PEKERJA-Ridlo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3125895/original/042809200_1589279609-20200512-PHK-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306344/original/000389100_1784875106-iHHnuoAij6UDgsnZs3e1H1D2lGQNpLkELHtS2PIs.jpeg)