Cara Merebus Daging Sapi Kurban yang Keras Agar Cepat Empuk Tanpa Kehilangan Nutrisinya

Pelajari cara merebus daging sapi kurban agar empuk dan tetap bergizi dengan teknik memasak api kecil dan tambahan bahan asam yang praktis dan efektif.

Diperbarui 04 Juni 2025, 14:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Momen Idul Adha identik dengan hidangan daging kurban. Namun, banyak orang seringkali kesulitan mengolah daging sapi kurban agar empuk dan lezat. 

Lantas, bagaimana cara merebus daging sapi yang keras agar empuk maksimal tanpa harus kehilangan nutrisinya?

Ada berbagai metode sederhana dan praktis yang dapat diterapkan guna menghasilkan daging kurban yang lembut dan juicy.

Merebus daging sering menjadi pilihan favorit, terutama untuk potongan sapi yang keras. Namun, jika teknik merebus salah, daging bisa jadi keras dan nutrisi penting hilang. 

Berikut ini penjelasan lengkap tentang cara merebus daging agar cepat empuk tanpa mengorbankan kandungan gizinya, seperti dikutip dari Livestrong pada Rabu, 4 Juni 2025.

Mengapa Rerebus Daging Membuatnya Empuk?

Menurut jurnal Comprehensive Reviews in Food Science and Food Safety (2018), protein jaringan ikat seperti kolagen dan elastin yang terdapat di daging akan terurai dan menyusut saat terkena panas dalam waktu lama. 

Proses ini mengubah tekstur daging dari yang awalnya keras menjadi lebih lunak dan mudah dikunyah.

Cara Merebus Daging Supaya Cepat Empuk Dikasih Apa? 

Potongan daging yang biasanya cocok dimasak dengan teknik merebus lambat antara lain chuck, flank, shank, brisket, rump, dan round. 

Teknik ini sangat efektif untuk potongan daging yang kaya jaringan ikat dan cenderung keras.

1. Masak dengan Api Kecil (Simmer Bukan Boil)

Hindari merebus dengan api besar yang membuat air mendidih keras. Menurut American Meat Science Association (AMSA), merebus daging dengan api kecil dan suhu cairan sekitar 90°C lebih efektif membuat daging empuk tanpa menghilangkan banyak nutrisi. 

2. Tambahkan Bahan Asam

Untuk mempercepat pelunakan daging, tambahkan bahan asam seperti perasan lemon, tomat cincang, atau saus Worcestershire ke dalam air rebusan. Asam membantu memecah jaringan ikat lebih cepat.

3. Gunakan Tutup Panci

Memasak dalam panci tertutup menjaga uap air agar tidak cepat hilang, sehingga suhu dan kelembapan tetap stabil.

4. Jangan Terlalu Sering Membuka Tutup

Setiap kali tutup dibuka, panas dan uap keluar, yang bisa memperpanjang waktu memasak dan mempengaruhi tekstur daging.

5. Perhatikan Suhu Internal Daging

Gunakan termometer daging untuk memastikan suhu mencapai minimal 63°C agar aman dikonsumsi sesuai standar USDA.

Apakah Merebus Daging Mengurangi Nutrisi?

Merebus memang dapat menyebabkan beberapa vitamin larut air, terutama vitamin B kompleks, hilang dalam cairan rebusan. 

Menurut Comprehensive Reviews in Food Science and Food Safety, thiamin (vitamin B1) bisa hilang hingga 100 persen pada suhu mendidih, sementara riboflavin dan niacin bisa berkurang sampai 84 persen. 

Namun, kandungan mineral seperti zat besi dan seng justru meningkat akibat proses memasak tersebut. 

Memasak dengan suhu rendah dan lambat cenderung mempertahankan nilai gizi protein daging, meskipun ada penurunan vitamin tertentu. 

Untuk memanfaatkan nutrisi yang larut dalam cairan, gunakan air rebusan sebagai dasar kuah atau saus agar vitamin dan mineral tidak terbuang percuma.

Manfaat Nutrisi dari Daging Rebus

Daging sapi merupakan sumber protein lengkap yang mengandung semua asam amino esensial penting untuk tubuh.

Satu porsi beef pot roast (63 gram) mengandung sekitar 18,3 gram protein dan hanya 2,7 gram lemak total, dengan 1 gram lemak jenuh. Selain itu, daging juga kaya mineral dan vitamin penting, seperti: 

  • Zat besi (1,8 mg)
  • Fosfor (112 mg)
  • Seng (2,8 mg)
  • Selenium (17 mcg)
  • Vitamin B12 (0,77 mcg)

Vitamin dan mineral ini berperan penting dalam produksi energi dan fungsi saraf.Â