Lebih Kurus, Begini Kondisi Nicolas Maduro di Pusat Penahanan AS

Lewat unggahan fotonya, Maduro menuliskan pesan kepada para pendukungnya.

Diterbitkan 01 September 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington, DC - Mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengunggah dua foto yang memperlihatkan dirinya berada di pusat penahanan di Amerika Serikat (AS), tempat ia ditahan sejak diculik pada Januari lalu.

Pasukan khusus AS menculik Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, dari ibu kota Venezuela, Caracas, lalu menerbangkan keduanya ke AS. Maduro dan Flores kini ditahan di sebuah fasilitas di Brooklyn, New York, atas dakwaan perdagangan narkoba dan kepemilikan senjata api. Keduanya membantah tuduhan tersebut.

Salah satu foto yang diunggah oleh akun media sosial mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Minggu (30/8/2026). (Dok. Instagram/@nicolasmaduro)

"Saya mengirimkan foto-foto ini sebagai hadiah kecil untuk semua cucu saya, anak-anak, serta semua orang baik yang menyayangi kami," tulis Maduro dalam bahasa Spanyol via sejumlah media sosial.

"Saya ingin kalian tahu bahwa kami tetap tegar, dengan hati yang dipenuhi kasih sayang kalian."

Ia menambahkan, "Kami akan tetap kuat, tenang, dan penuh keyakinan. Tuhan bersama kami. Tuhan akan memberi jalan. Venezuela akan bangkit kembali."

Dua foto tersebut merupakan foto pertama Maduro sejak ditahan di AS. Dalam foto itu, ia terlihat mengenakan pakaian olahraga abu-abu sambil mengacungkan dua jari membentuk tanda damai. Tubuhnya tampak jauh lebih kurus dibandingkan saat ditangkap.

Foto-foto itu diunggah pada Minggu (30/8/2026). Namun, keterangan waktu pada kedua foto menunjukkan gambar tersebut diambil pada 25 Juni, sehari setelah dua gempa mematikan menewaskan lebih dari 6.500 orang dan menyebabkan kerusakan luas di wilayah utara Venezuela.

Kantor berita AFP mengatakan telah mencoba menghubungi pihak pusat penahanan untuk memastikan apakah foto tersebut asli dan pengambilannya telah mendapat izin. Namun, belum ada tanggapan hingga berita itu diterbitkan.

Pesan Maduro muncul dua hari setelah penggantinya, presiden sementara Delcy Rodriguez, mengumumkan kesepakatan minyak yang disebut "bersejarah". Kesepakatan itu memungkinkan AS mengoperasikan ladang-ladang minyak di Venezuela.

Maduro tidak memiliki akses terhadap surat kabar maupun internet selama berada di penjara. Namun, menurut sumber yang dekat dengan mantan pemimpin Venezuela tersebut, ia diperbolehkan berbicara melalui telepon dengan keluarga dan pengacaranya selama sekitar 300 menit setiap bulan, dengan batas maksimal 15 menit untuk setiap panggilan.

Persidangan Maduro dan istrinya di AS dijadwalkan dimulai pada 1 Juni 2027, seperti diumumkan pengadilan federal di New York pada akhir Juli.