Liputan6.com, Amman - Presiden Asosiasi Sepak Bola Yordania, Pangeran Ali bin al-Hussein, melontarkan tuduhan serius terhadap kepemimpinan Gianni Infantino di FIFA.
Ia menuding sistem administrasi Infantino melakukan pemerasan dengan mengancam akan menahan bantuan finansial bagi federasi sepak bola Yordania apabila tidak memberikan dukungan terhadap pencalonan Infantino untuk kembali menjabat sebagai presiden FIFA.
Dikutip dari The Guardian, Rabu (5/8/2026), Pangeran Ali, yang pernah maju sebagai kandidat presiden FIFA melawan Infantino pada 2016 dan finis di posisi ketiga, mengungkap sejumlah persoalan yang menurutnya tengah membelit badan sepak bola dunia tersebut. Ia juga menyebut para pemain Yordania hingga kini belum menerima hadiah uang atas penampilan mereka di Piala Arab tahun lalu.
Advertisement
Pangeran Ali saat ini menjabat sebagai kepala Federasi Sepak Bola Asia Barat, yang menaungi sejumlah negara berpengaruh seperti Qatar dan Uni Emirat Arab. Kedua negara tersebut sejauh ini masih memberikan dukungan kepada Infantino untuk tetap memimpin FIFA.
Pernyataan itu muncul di tengah semakin besarnya tekanan terhadap Infantino. Pada hari yang sama, dua sekutu pentingnya juga mulai mengambil jarak dari rencana investasi swasta Piala Dunia yang gagal diwujudkan.
Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafström, yang merupakan orang nomor dua di organisasi tersebut, diketahui menyebut proyek FIFA Forward Enterprise (FFE) sebagai rangkaian peristiwa yang menyedihkan dan patut disesalkan dalam sebuah surat elektronik kepada staf FIFA.
Sementara itu, mantan manajer Arsenal yang kini menjabat sebagai Kepala Pengembangan Global FIFA, Arsène Wenger, menegaskan bahwa keputusan menghentikan proyek tersebut merupakan langkah yang diperlukan dan tidak perlu diperdebatkan.
Di sisi lain, dukungan terhadap Infantino untuk melanjutkan masa jabatan keempatnya terus berkurang. Yunani disebut menjadi federasi terbaru yang menarik dukungan, mengikuti langkah Inggris, Wales, Finlandia, dan Serbia.
Sejumlah federasi Eropa lainnya diperkirakan akan mengambil keputusan serupa dalam beberapa hari ke depan. Selain itu, beberapa negara anggota Concacaf—konfederasi yang membawahi kawasan Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia—juga dikabarkan sedang mempertimbangkan secara serius untuk mencabut dukungan mereka.
Â
Kekecewaan Asosiasi Sepak Bola Yordania
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4736673/original/014143400_1707254286-AP24037633958621.jpg)
Melalui pernyataan yang dipublikasikan di platform X, Pangeran Ali menggambarkan bagaimana negaranya menghadapi berbagai hambatan dalam memperoleh bantuan dari FIFA.
Meski Yordania berhasil tampil untuk pertama kalinya di Piala Dunia tahun ini, ia mengatakan sebagian pendukung mereka tidak mendapatkan visa meskipun telah membeli tiket pertandingan. Ia juga mengungkapkan kekecewaannya karena federasinya dikenai pajak oleh Amerika Serikat akibat berbasis di negara tersebut.
"Kami telah menunggu hadiah uang bagi para pemain sejak Desember untuk Piala Arab di Qatar, yang merupakan turnamen FIFA," tulis Pangeran Ali.
"Uang yang seharusnya diterima tim kami setelah mencapai final hingga kini belum dibayarkan, sementara pada saat yang sama FIFA membanggakan besarnya cadangan dana yang mereka miliki."
Menurutnya, akar persoalan terletak pada kepemimpinan organisasi tersebut.
"Selama berbulan-bulan FIFA menolak membantu kami dalam berbagai persoalan, hingga akhirnya saat Piala Dunia berlangsung disampaikan secara lisan kepada saya bahwa apabila saya mendukung Infantino, hal itu akan sangat membantu federasi kami."
Pangeran Ali menegaskan bahwa Yordania menjunjung tinggi nilai-nilai etika.
"Kami tidak mendukungnya sebelumnya dan tentu tidak akan melakukannya sekarang. Seluruh situasi ini merupakan bentuk pemerasan dan kami menolak untuk tunduk."
Laporan lain juga menyebut sejumlah negara mendapat tekanan agar secara resmi menyatakan dukungan kepada Infantino menjelang pemilihan presiden FIFA pada Maret mendatang. Namun, rincian mengenai bentuk tekanan tersebut masih belum diketahui secara jelas.
Â
Advertisement
Penyelenggaraan Piala Dunia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5221927/original/048236500_1747377679-75th-FIFA-Congress.jpg)
Dalam surat elektroniknya kepada staf FIFA, Grafström mengajak seluruh pegawai tetap menjaga semangat setelah penyelenggaraan Piala Dunia yang dinilai sukses. Meski tidak secara langsung menyebut nama Infantino, ia berjanji akan melindungi para koleganya dari berbagai gejolak yang tengah melanda organisasi.
"Rangkaian peristiwa yang menyedihkan dan patut disesalkan—yang untungnya berakhir dengan penghentian permanen proyek FFE—tidak seharusnya menutupi kenyataan ini, meskipun kita merasa kecewa terhadapnya," tulis Grafström.
Ia juga menyebut situasi tersebut sebagai "kekacauan yang sulit dipahami dan diterima."
"Individu, masa-masa yang tidak stabil, dan berbagai kejadian yang tidak menguntungkan akan datang dan pergi. Namun institusi ini, misinya, serta tanggung jawabnya terhadap sepak bola dunia akan tetap berjalan. Karena itu, kita harus selalu menjaga profesionalisme, perspektif, dan ketenangan," tutur dia.
Sementara itu, Wenger mengungkapkan bahwa dirinya termasuk di antara para pejabat senior FIFA yang tidak dilibatkan dalam rencana strategis tersebut.
"Saya tidak terlibat dalam rencana strategis ini dan pertama kali mengetahui proyek tersebut melalui pemberitaan media," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penghentian proyek merupakan keputusan yang mutlak diperlukan.
"Keputusan untuk menghentikan proyek ini benar-benar diperlukan dan tidak perlu diperdebatkan, karena saya sangat meyakini FIFA yang independen, yang melayani sepak bola dengan komitmen, transparansi, dan integritas."
FIFA telah dimintai tanggapan terkait tuduhan yang disampaikan Pangeran Ali. Menurut laporan, Infantino memanggil staf FIFA untuk menghadiri rapat krisis di Rabat, ibu kota Maroko, hari ini, sebagai upaya mempertahankan posisinya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315947/original/020958800_1785905048-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T114257.981.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5180934/original/084797400_1743849572-20250405-Monas-HER_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714532/original/000144500_1782797436-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T122233.633.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315872/original/087159700_1785900314-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T102428.295.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5509553/original/085740900_1771730511-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3438822/original/081845700_1619285974-img_3.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8289808/original/047207100_1782150894-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)