Korea Selatan Pecahkan Rekor Suhu Tertinggi dalam Sejarah

Korea Selatan mencatat suhu tertinggi sejak pencatatan cuaca dimulai lebih dari satu abad lalu.

Diterbitkan 02 Agustus 2026, 21:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Seoul - Korea Selatan mencatat suhu tertinggi sejak pencatatan cuaca dimulai lebih dari satu abad lalu. Di tengah gelombang panas yang terus melanda, pemerintah memperingatkan masyarakat di wilayah terdampak untuk segera menghentikan seluruh aktivitas di luar ruangan.

Dikutip dari Channel News Asia, Minggu (2/8/2026), Badan Meteorologi Korea (Korea Meteorological Administration/KMA) melaporkan suhu di Kota Yangsan, wilayah tenggara Korea Selatan, mencapai 42,5 derajat Celsius pada Minggu pukul 13.26 waktu setempat.

Yangsan menjadi pusat gelombang panas yang sedang berlangsung. Kota tersebut mencatat suhu di atas 40 derajat Celsius selama lima hari berturut-turut. Sementara itu, sejumlah kota lain seperti Daegu dan Busan juga mengalami kenaikan suhu hingga kisaran 30 derajat Celsius bagian atas.

Di tengah cuaca yang menyengat, banyak warga memilih berlindung di pusat perbelanjaan atau kafe berpendingin udara. Seorang jurnalis AFP melihat masyarakat memadati tempat-tempat tersebut untuk menghindari panas ekstrem.

Seorang pekerja kantoran berusia 27 tahun, Ju Dong-yeol, mengaku datang ke sebuah gerai Starbucks di Seoul bersama kedua orang tuanya untuk menghindari cuaca panas.

"Cuacanya terlalu panas untuk melakukan apa pun di luar," kata Ju kepada AFP.

"Saya tidak bisa memikirkan hal lain selain tetap berada di tempat berpendingin udara seperti rumah, pusat perbelanjaan, atau kafe," ujarnya.

Pada Minggu, lebih dari 20 wilayah di Korea Selatan berada dalam status peringatan darurat gelombang panas, kategori baru yang diperkenalkan tahun ini untuk merespons meningkatnya suhu udara.

Status darurat tersebut diberlakukan ketika wilayah yang mengalami gelombang panas diperkirakan mencatat suhu yang dirasakan mencapai 38 derajat Celsius atau suhu aktual 39 derajat Celsius dalam satu hari.

 

Masyarakat Diminta Tak Beraktivitas di Luar Ruangan

Dalam peringatan resminya, KMA meminta masyarakat segera menghentikan seluruh aktivitas luar ruangan dan mengingatkan bahwa ruangan tanpa pendingin udara dapat membahayakan.

"Menghentikan seluruh aktivitas luar ruangan segera. Pindahlah ke tempat yang sejuk, seperti pusat pendinginan yang telah ditentukan atau area yang teduh, serta tetap terhidrasi sambil beristirahat," imbau badan meteorologi tersebut.

Data KMA menunjukkan rata-rata jumlah hari gelombang panas di Korea Selatan meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 19 hari per tahun dalam lima tahun terakhir, dibandingkan hanya delapan hari pada dekade 1970-an.

KMA mendefinisikan hari gelombang panas sebagai hari dengan suhu maksimum mencapai sedikitnya 33 derajat Celsius.