Liputan6.com, Madrid - Krisis migrasi di Ceuta tidak hanya memicu kekacauan, namun saling tuding di kalangan politikus Eropa. Di tengah semua itu, satu pertanyaan besar muncul dan melahirkan beragam penjelasan: Bagaimana gelombang penyeberangan migran sebesar ini bisa terjadi?
Seperti dilaporkan The New York Times, sejumlah teori kemudian bermunculan.
Kelompok sayap kanan jauh Eropa, sejalan dengan Gedung Putih, menuding Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez telah mendorong terjadinya gelombang penyeberangan lewat kebijakannya yang dinilai terlalu terbuka terhadap migran.
Advertisement
Sanchez menuding jaringan perdagangan manusia telah menyesatkan para migran dengan memberi kesan bahwa mereka dapat dengan mudah tinggal di wilayah Spanyol.
Sementara itu, sejumlah migran mengatakan dalam wawancara bahwa aparat Maroko justru mendorong mereka untuk menyeberang.
Namun, penyebab sebenarnya belum dapat dipastikan.
"Masih terlalu dini untuk memberikan gambaran yang benar-benar utuh mengenai penyebab lonjakan ini ataupun bagaimana pergerakan itu bisa berlangsung begitu cepat," kata Krzysztof Borowski, juru bicara Badan Penjaga Perbatasan dan Pantai Eropa.
Berikut sejumlah hal yang membuat gelombang kedatangan tersebut memicu begitu banyak spekulasi.
Longgarnya Penjagaan Perbatasan Maroko
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312567/original/079219200_1785510518-Untitled.jpg)
Dalam kondisi normal, aparat Maroko memperketat pengawasan agar migran tidak dapat mendekati Ceuta, wilayah eksklave Spanyol yang berbatasan langsung dengan Maroko. Namun pekan ini, sejumlah migran mengaku bahwa polisi justru membiarkan mereka lewat. Akibatnya, mereka dapat mencapai dan menerobos pagar perbatasan Spanyol dengan relatif mudah.
Kondisi itu memunculkan dugaan bahwa Maroko sengaja menggunakan migrasi sebagai alat untuk menekan Spanyol secara politik.
Sejumlah analis menduga Maroko mungkin ingin mencegah Spanyol semakin mempererat hubungan dengan Aljazair, negara tetangga sekaligus rivalnya. Sanchez berkunjung ke Aljazair pada Juli, beberapa pekan setelah menteri luar negerinya melakukan lawatan serupa dan membahas kemungkinan peningkatan impor gas dari negara tersebut.
"Bagi saya, hal itu memiliki peran yang cukup besar," kata Lorenzo Gabrielli, peneliti senior di Universitas Pompeu Fabra, Barcelona, yang meneliti migrasi di Ceuta.
"Mustahil hampir 50.000 orang menyeberangi perbatasan Maroko-Spanyol hanya dalam satu hari tanpa campur tangan Maroko."
Gabrielli mengatakan situasi tersebut mengingatkannya pada kejadian pada 2021, ketika lebih dari 10.000 orang menyeberangi perbatasan dalam dua hari. Menurut dia, peristiwa semacam itu merupakan bagian dari pola yang digunakan Maroko untuk menekan Spanyol.
Pemerintah Maroko tidak menanggapi permintaan komentar. Hingga Jumat (31/7/2026) malam, pemerintah juga belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai gelombang penyeberangan tersebut.
Meski demikian, sejumlah analis Maroko meragukan pemerintah berada di balik besarnya jumlah migran yang datang.
Salah satu alasannya, pemerintah dinilai tidak ingin mengganggu rangkaian peringatan naik takhta Raja Mohammed VI yang digelar di sekitar Ceuta. Perayaan nasional yang dikenal sebagai Hari Takhta itu juga dimaksudkan untuk menonjolkan berbagai capaian ekonomi Maroko.
"Karena itu, tidak masuk akal apabila pemerintah mengirimkan pesan yang bertolak belakang dengan mendorong krisis migrasi yang justru dapat merusak citra tersebut," kata Said Saddiki, profesor hubungan internasional di Universitas Sidi Mohamed Ben Abdellah, Fez, Maroko.
Saddiki juga tidak melihat kaitan yang kuat antara gelombang penyeberangan itu dan membaiknya hubungan Spanyol dengan Aljazair.
Menurut dia, berdasarkan bukti yang tersedia, perkembangan hubungan kedua negara tidak cukup menjadi alasan bagi Maroko untuk mengambil langkah berisiko tinggi seperti itu.
Advertisement
Politik Imigrasi Spanyol
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311778/original/027564500_1785458803-Untitled.jpg)
Sanchez selama ini dikenal sebagai politikus liberal yang mendukung imigrasi. Ia menjadi salah satu penentang utama kebijakan keras pemerintahan Donald Trump terhadap migran.
Namanya menjadi sorotan dunia tahun ini setelah pemerintahannya membuka kesempatan bagi lebih dari satu juta migran yang tinggal tanpa izin di Spanyol untuk mengajukan legalisasi status.
Para penentang Sanchez dari kelompok sayap kanan menilai kebijakan itulah yang menarik para migran untuk menyeberang ke Ceuta pekan ini.
"Dengan melegalkan status ratusan ribu imigran ilegal, Perdana Menteri Spanyol dari Partai Sosialis, Pedro Sanchez, telah membuka pintu Eropa," tulis Jordan Bardella, tokoh sayap kanan jauh Prancis.
Sanchez menolak tudingan tersebut. Menurut dia, kebijakannya tidak serta-merta menjadikan Spanyol sebagai tujuan utama migran, mengingat angka migrasi tidak resmi ke negara itu dalam beberapa tahun terakhir masih lebih rendah daripada di Italia dan Yunani.Â
Ia justru menyalahkan para penyelundup manusia yang disebut menyebarkan tafsir keliru atas putusan terbaru pengadilan Spanyol.
Bulan lalu, pengadilan Spanyol membatasi kewenangan aparat untuk langsung mengusir migran yang mencoba mencapai wilayah Spanyol di Afrika dengan berenang melalui laut.
Sejumlah warga Maroko menilai penjelasan Sanchez mungkin benar.
"Semua ini bermula dari pesan-pesan yang beredar di media sosial mengenai putusan Mahkamah Konstitusi Spanyol. Pesan-pesan itu kemudian menjadi daya tarik bagi para migran," kata Abdullah Abaakil, politikus sayap kiri Maroko.
Rachid El Houdaigui, peneliti di Policy Center for the New South, sebuah lembaga kajian di Maroko meyakini bahwa jaringan penyelundupan kemudian memanfaatkan situasi tersebut hanya dalam hitungan hari.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312395/original/029328500_1785490278-Screenshot_2026-07-31_154400.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5394044/original/017340400_1761624269-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312077/original/024885800_1785478974-indomaret.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311774/original/027554900_1785457780-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1384773/original/024567600_1477395058-Donald_Trump.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516473/original/017053500_1772306812-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1850018/original/066347600_1517287344-20180129-The-Spheres_-Kantor-Baru-Amazon-yang-Mirip-Rumah-Kaca-AP-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7754435/original/022027800_1780563225-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311791/original/038100100_1785460791-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5546340/original/050246100_1775287307-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516526/original/082099100_1772322543-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310804/original/001692600_1785370401-AP26210732321904.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4166753/original/096704000_1663802133-Harga_Minyak_Dunia_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306680/original/030542900_1784889398-Untitled.jpg)