Dunia Kutuk Israel usai Video Aktivis Global Sumud Flotilla Diikat dan Bersujud Viral

Kutukan terhadap perbuatan Israel ini muncul dari kepala hingga pejabat tinggi negara di seluruh dunia.

Diterbitkan 21 Mei 2026, 12:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tel Aviv - Gelombang kecaman internasional mengarah kepada Israel setelah Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir mengunggah video yang memperlihatkan perlakuan terhadap para aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang ditahan otoritas Israel.

Video tersebut memperlihatkan puluhan aktivis tak bersenjata berlutut dengan tangan terikat di belakang punggung di sebuah fasilitas yang diduga berada di area pelabuhan Israel. Dalam rekaman itu, Ben-Gvir juga terlihat memaksa seorang aktivis jatuh ke tanah setelah meneriakkan slogan dukungan untuk Palestina.

Aksi tersebut memicu kemarahan sejumlah negara, termasuk Turki, Kanada, Italia, Belanda, Prancis, Spanyol, Portugal, Korea Selatan, Polandia, Inggris, Belgia, dan Qatar. Sejumlah pemerintah bahkan memutuskan memanggil duta besar Israel untuk meminta penjelasan resmi terkait perlakuan terhadap para aktivis, dikutip dari laman TRT News, Kamis (21/5/2026).

Kecaman juga datang dari internal pemerintahan Israel. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Luar Negeri Gideon Sa’ar secara terbuka menegur Ben-Gvir atas unggahan tersebut.

Netanyahu menyatakan perlakuan terhadap para aktivis tidak mencerminkan nilai-nilai Israel dan meminta agar para relawan segera dideportasi. Sementara itu, Sa’ar menilai tindakan Ben-Gvir telah merusak citra diplomatik Israel di mata dunia internasional.

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyebut tayangan video tersebut “tidak dapat diterima” karena memperlihatkan perlakuan yang dianggap melanggar martabat manusia, termasuk terhadap warga negara Italia yang ikut dalam misi kemanusiaan tersebut.

Pemerintah Italia menyatakan akan mengambil langkah diplomatik resmi dan segera memanggil duta besar Israel untuk meminta klarifikasi.

Kecaman serupa disampaikan Perdana Menteri Kanada Mark Carney. Ia menyebut perlakuan terhadap warga sipil di armada kemanusiaan itu sebagai tindakan keji yang tidak bisa dibenarkan.

Kanada juga mengumumkan pemanggilan duta besar Israel untuk meminta jaminan keselamatan warga negaranya yang ditahan. Ottawa menegaskan perlindungan warga sipil dan penghormatan terhadap martabat manusia harus dijunjung dalam kondisi apa pun.

Di Eropa, Pemerintah Belanda menilai tindakan Israel terhadap para aktivis telah melampaui batas kemanusiaan. Perdana Menteri Belanda Rob Jetten mengatakan pemerintahnya telah menyampaikan protes langsung kepada Presiden Israel Isaac Herzog dan menuntut pembebasan para relawan secepat mungkin.

 

Kecaman Lainnya

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot menyatakan tindakan Ben-Gvir tidak dapat diterima, bahkan telah menuai kecaman dari pejabat pemerintah Israel sendiri. Paris menegaskan keselamatan warga negara Prancis menjadi prioritas utama dan meminta para aktivis segera dibebaskan.

Dari Turki, Wakil Menteri Luar Negeri Burhanettin Duran mengecam keras intervensi Israel terhadap armada kemanusiaan yang berlayar menuju Gaza. Ia menyebut tindakan verbal maupun fisik terhadap warga sipil menunjukkan pengabaian Israel terhadap hukum internasional dan nilai kemanusiaan.

Menurut Duran, perlakuan terhadap para relawan akan tercatat sebagai bagian kelam dalam sejarah konflik kawasan.

Insiden ini terjadi setelah armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla dicegat pasukan Israel saat berlayar menuju Gaza untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan dan menentang blokade Israel terhadap wilayah Palestina tersebut.