3 Warga Indonesia Catat Sejarah di Sektor Transportasi Publik Jepang

Seperti apa persisnya torehan sejarah yang dicatat ketiga warga Indonesia ini? Berikut selengkapnya.

Diterbitkan 05 Mei 2026, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tokyo - Peluang bagi warga negara Indonesia (WNI) untuk berkarier sebagai pengemudi transportasi publik di Jepang semakin terbuka lebar. Hal ini ditandai dengan pelepasan resmi tiga WNI yang akan bertugas sebagai sopir bus di Prefektur Aichi.

Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang Maria Renata Hutagalung pada Jumat (1/5/2026) melepas Azzam Al Antar, Dwi Harjanto, dan Seto Ramadhan Siswadi untuk bergabung dengan Meitetsu Bus di Kota Toyota.

Momen ini menjadi tonggak penting karena ketiganya merupakan pengemudi bus asing pertama yang beroperasi di sektor transportasi publik di Prefektur Aichi.

"Selamat saya sampaikan kepada pengemudi Indonesia. Bekerjalah dengan penuh semangat dan kehati-hatian serta tanggung jawab besar. Teman-teman pengemudi tidak hanya bekerja profesional tapi juga menjadi duta bangsa yang membawa nilai, etos kerja, serta karakter positif Indonesia," ujar Maria Renata seperti dikutip dari pernyataan tertulis KBRI Tokyo.

Ia turut mengapresiasi Meitetsu Bus atas standar tinggi dalam proses rekrutmen, pelatihan, serta perlindungan tenaga kerja, sekaligus membuka peluang bagi pengemudi Indonesia untuk berkarier di Jepang.

 

Pengemudi Asal Indonesia di Jepang

Acara pelepasan ini turut dihadiri sejumlah pejabat Jepang, antara lain Kenji Ogawa dari Biro Transportasi Chubu, Gen Kadoya dari Pemerintah Kota Toyota, serta perwakilan manajemen Meitetsu Bus dan perusahaan terkait lainnya.

Dalam kesempatan yang sama, pemerintah daerah dan pihak perusahaan Jepang menyampaikan ucapan selamat kepada para pengemudi Indonesia, sekaligus mengapresiasi kerja sama dengan Pemerintah Indonesia di sektor tenaga kerja transportasi.

Kerja sama ini sendiri telah dimulai sejak 2025 dan tidak hanya mencakup sektor transportasi bus, tetapi juga pengemudi truk logistik.

Pendiri dan Direktur Japan Indonesia Driving School (JIDS) Bowo Kristianto mengungkapkan bahwa hingga 2026 terdapat 16 pengemudi bus asal Indonesia yang telah ditempatkan di berbagai perusahaan Jepang.

Mereka tersebar di sejumlah operator, yakni enam orang di Tokyu Bus, tiga orang di Osaka Bus, tiga orang di Meitetsu Bus, dua orang di Hiroshima Bus, dan dua orang di Fujikyu Bus.

Sementara itu, untuk sektor truk logistik, tercatat 14 pengemudi Indonesia telah bekerja sejak 2025, dengan rincian sembilan orang di Kabushiki Toso, tiga orang di Kabushiki Fujisawa, dan dua orang di Daisho Logistic.

"Untuk saat ini sudah dipilih dan menjalani pelatihan di JIDS ada sekitar 90 orang. Terima kasih atas dukungan dari KBRI Tokyo," kata Bowo.

Dengan meningkatnya kebutuhan tenaga pengemudi di Jepang, peluang bagi tenaga kerja Indonesia diperkirakan akan terus berkembang. Keberhasilan para pengemudi ini diharapkan menjadi pintu pembuka bagi lebih banyak tenaga profesional Indonesia untuk berkiprah di sektor transportasi internasional.Â