Trump Mengaku Perpanjang Tenggat Negosiasi Nuklir Iran Jadi 10 Hari, Ini Alasannya

Iran sendiri sejauh ini tidak mengakui adanya negosiasi yang sedang berlangsung dengan AS.

Diterbitkan 27 Maret 2026, 09:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington, DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Kamis (27/3/2026) menyatakan bahwa ia telah memperpanjang tenggat waktu negosiasi terkait program nuklir Iran menjadi 10 hari. Keputusan tersebut, menurut Trump, sebagian dipengaruhi oleh langkah Iran yang mengizinkan 10 kapal tanker minyak berbendera Pakistan melintas di perairan strategis kawasan sebagai bentuk itikad baik dalam proses negosiasi.

Dalam wawancara telepon dengan Fox News, Trump mengatakan bahwa permintaan perpanjangan awalnya datang dari pihak Iran. Namun, ia mengaku tidak sepenuhnya puas dengan sikap tersebut.

"Iran meminta saya melakukan itu dan saya tidak senang dengan mereka. Karena kami sudah menyatakan bahwa negosiasi berjalan produktif. Saya tidak tahu apakah mereka akan sampai ke sana. Mungkin iya, mungkin tidak," ujar Trump seperti dikutip dari kantor berita Anadolu.

Iran sebelumnya meminta perpanjangan selama tujuh hari, tetapi Trump mengaku memberikan waktu lebih lama karena adanya pengiriman kapal tanker tersebut.

"Saya memberi mereka waktu tambahan karena mereka menunjukkan niat baik (terkait kapal)," katanya.

Trump juga memperingatkan konsekuensi serius apabila Iran tidak memenuhi tuntutan dalam tenggat waktu yang telah diberikan. Ia menyatakan siap mengambil tindakan militer.

"Jika mereka tidak melakukan apa yang harus mereka lakukan, saya akan menghancurkan pembangkit listrik mereka," tegasnya.

Ketegangan di kawasan meningkat sejak 28 Februari, ketika AS bersama Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran. Serangan tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.340 orang sejak dimulai.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.

Trump kembali mengklaim bahwa AS telah secara signifikan melemahkan kemampuan militer Iran. Ia menyebut bahwa angkatan laut dan angkatan udara Iran hampir sepenuhnya dilumpuhkan.

"Kami telah menghancurkan angkatan laut mereka. Kami telah menghancurkan angkatan udara mereka, hampir sepenuhnya. Kami menghancurkan 154 kapal," sebut Trump, seraya menambahkan bahwa peluncur rudal juga telah dihancurkan.

Ia menegaskan bahwa Iran tidak boleh dibiarkan memiliki senjata nuklir.

"Anda tidak bisa membiarkan orang gila atau ideologi berbahaya memiliki senjata nuklir," katanya.

Menurutnya, Iran berpotensi mengancam Israel, kawasan Timur Tengah, bahkan AS.

Di tengah kehancuran besar, Trump mengatakan kepemimpinan Iran masih belum pasti. 

"Kami tahu di mana mereka semua berada," katanya, seraya menambahkan, "Saat ini tidak banyak orang yang bersedia mengambil posisi sebagai pemimpin Iran."