Kemhan Pangkas Pelatihan Bela Negara Calon Manajer Kopdes Jadi Dua Minggu

Peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia tidak lagi diproyeksikan menjadi Komponen Cadangan.

Diterbitkan 01 Juli 2026, 17:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Format Latsarmil calon manajer Kopdes diubah menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial.
  • Durasi pelatihan Bela Negara dipersingkat menjadi dua minggu, diikuti satu bulan pelatihan manajerial.
  • Peserta SPPI tidak lagi diproyeksikan menjadi Komponen Cadangan, fokus pada nasionalisme dan disiplin.

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan Taufanto menegaskan format latihan dasar Militer (Latsarmil) calon manajer Kopdes diubah menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial. Selain itu format diubah, durasi pelatihan Bela Negara juga dipersingkat dari sebelumnya satu bulan menjadi dua minggu.

"Dari segi waktu juga berkurang juga yang tadinya Komponen Cadangan selama satu bulan, ini Bela Negara juga kami perpendek menjadi dua minggu," kata Donny usai rapat bersama Komisi I DPR RI, Rabu (1/7/2026).

Menurut Donny, setelah menyelesaikan pelatihan Bela Negara, para peserta akan mengikuti pendidikan dan pelatihan manajerial selama satu bulan.

"Nah kemudian sisanya yang satu bulan itu adalah untuk pendidikan dan pelatihan manajerial tergantung SPPI ini arahnya ke mana. Kalau yang ke koperasi mereka akan lebih banyak diberikan materi modul-modul terkait dengan koperasi. Kalau yang kampung nelayan mereka akan diberikan modul-modul terkait dengan kampung nelayan tersebut," ujar Donny.

Nantinya, Donny mengatakan, materi pelatihan manajerial akan disiapkan kementerian teknis sesuai bidang penugasan. Contohnya, peserta ditempatkan di koperasi, modul disiapkan Kementerian Koperasi, sedangkan peserta bertugas di kampung nelayan materi disiapkan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Tentunya yang memberikan materi adalah dari kementerian masing-masing," kata Donny.

Selain itu, Donny memastikan bahwa para peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) tidak lagi diproyeksikan menjadi Komponen Cadangan (Komcad).

"Yang semula mereka juga akan menjadi komponen cadangan, kami sudah tetapkan bahwa mereka hanya diberikan pembinaan pendidikan pelatihan Bela Negara. Intinya adalah tidak ada lagi pelajaran-pelajaran terkait dengan senjata ataupun taktik-taktik militer. Jadi mereka hanya diberikan pelajaran terkait dengan nasionalisme, terkait dengan patriotisme, terkait dengan disiplin," tutur Donny.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6