Pejabat Iran Sebut Ada Plot Serangan Mirip 9/11 untuk Mengambinghitamkan Iran

Ada nama Epstein dalam pernyataan pejabat Iran ini. Berikut selengkapnya.

Diterbitkan 16 Maret 2026, 17:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Teheran - Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani pada Minggu (15/3/2026) mengatakan bahwa dirinya menerima informasi mengenai dugaan rencana konspirasi untuk melakukan serangan yang menyerupai peristiwa 11 September 2001 dan kemudian menyalahkan Iran atas kejadian tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Larijani melalui akun media sosial X pada hari yang sama. Dalam unggahannya, ia menyebut bahwa informasi yang diterimanya berkaitan dengan dugaan keterlibatan pihak-pihak yang disebut sebagai sisa jaringan Jeffrey Epstein, seorang pengelola investasi asal AS yang didakwa atas kasus perdagangan seks terhadap anak di bawah umur dan meninggal pada 2019 di dalam penjara federal.

"Saya mendengar bahwa anggota yang tersisa dari jaringan Epstein telah merancang sebuah konspirasi untuk menciptakan insiden yang mirip dengan 9/11 dan menuduh Iran sebagai pelakunya," tulis Larijani.

"Iran pada dasarnya menentang skema teroris semacam itu dan tidak memiliki perang dengan rakyat Amerika Serikat (AS)."

Dalam pernyataan yang sama, Larijani juga menyinggung situasi keamanan yang melibatkan Iran versus AS dan Israel. Ia menegaskan bahwa Teheran saat ini bertindak dalam kerangka pembelaan diri terhadap serangan dari kedua negara tersebut.

Larijani menambahkan bahwa Iran akan memberikan tanggapan yang tegas terhadap pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab.

"Iran akan merespons dengan kuat dan tegas untuk menghukum mereka yang bertanggung jawab." 

Peristiwa 9/11 adalah serangan teroris terkoordinasi pada 11 September 2001, di mana 19 anggota kelompok militan al-Qaeda pimpinan Osama bin Laden dilaporkan membajak empat pesawat komersial AS untuk digunakan sebagai senjata bunuh diri.

Berdasarkan dokumen resmi The 9/11 Commission Report, dua pesawat ditabrakkan ke Menara Kembar World Trade Center hingga runtuh total, satu pesawat menghantam gedung Pentagon, dan pesawat terakhir jatuh di Pennsylvania setelah adanya perlawanan dari penumpang. Aksi ini menewaskan hampir 3.000 orang dari puluhan negara dan menjadi tragedi paling mematikan dalam sejarah modern yang mengubah arah politik dunia secara permanen.

Dampak dari tragedi ini memicu AS memulai "War on Terror" dan menginvasi Afghanistan, yang secara drastis mengubah tatanan keamanan global serta protokol penerbangan internasional menjadi jauh lebih ketat. Selain guncangan ekonomi masif, peristiwa ini juga meninggalkan luka sosial yang mendalam, termasuk munculnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta meningkatnya isu Islamofobia di berbagai belahan dunia.Â