Liputan6.com, Pyongyang - Partai berkuasa di Korea Utara memuji kemajuan program nuklir negara itu saat kembali memilih Kim Jong Un sebagai sekretaris jenderal (Sekjen) dalam sebuah kongres nasional yang jarang digelar. Demikian dilaporkan media pemerintah pada Senin (23/2/2026).
Ribuan elite partai memadati Pyongyang untuk menghadiri kongres lima tahunan Partai Buruh Korea, forum penting yang menentukan arah kebijakan negara, mulai dari diplomasi hingga perencanaan perang. Pertemuan ini menjadi kesempatan langka untuk melihat dinamika politik di negara tertutup tersebut dan secara luas dipandang sebagai ajang bagi Kim untuk menegaskan kendalinya atas kekuasaan.
Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) seperti dikutip CNA melaporkan bahwa para petinggi militer menyampaikan "sumpah setia" kepada Kim setelah para delegasi kembali memilihnya sebagai Sekjen pada Minggu. Dalam kongres tersebut, partai secara khusus menyoroti upaya Kim dalam menangkal musuh yang tidak disebutkan namanya melalui peningkatan "radikal" terhadap "kekuatan nuklir" Korea Utara.
Advertisement
"Ia telah secara energik memimpin upaya untuk menjadikan Tentara Rakyat Korea—yang disebut sebagai poros pertahanan nasional dan pilar penjaga perdamaian—sebagai angkatan bersenjata yang elit dan kuat," demikian bunyi pernyataan partai.
"Dengan langkah tersebut, ia membangun angkatan bersenjata revolusioner yang mampu menghadapi setiap ancaman agresi atas inisiatif sendiri serta sepenuhnya siap menghadapi segala bentuk perang."
Â
Respons China dan Rusia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5337607/original/031452400_1756930394-Untitled.jpg)
Presiden China Xi Jinping menyambut terpilihnya kembali Kim dengan menyatakan bahwa hubungan antara kedua negara akan memasuki "babak baru". Tahun lalu, Kim tampil bersama Xi dan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam parade militer di Beijing, sebuah momen yang dinilai sebagai simbol peningkatan statusnya di panggung dunia.
Kongres yang dimulai pada 19 Februari disebut menjadi panggung bagi Kim untuk memaparkan tahap berikutnya dari program senjata nuklir Korea Utara. Di bawah kepemimpinannya, persenjataan nuklir negara tersebut berkembang dari sekadar sumber kekhawatiran global menjadi ancaman yang dipandang lebih nyata.
Sudah lebih dari delapan tahun sejak uji coba nuklir terakhir Korea Utara yang memicu gempa buatan manusia di bawah pegunungan Hamyong bagian utara. Sejak saat itu, para ilmuwan nuklir di Pyongyang terus berupaya mengembangkan hulu ledak yang dapat diperkecil agar bisa dipasang pada rudal jarak jauh.
Beberapa hari sebelum kongres dimulai, Kim memperkenalkan sejumlah peluncur roket besar yang mampu membawa hulu ledak nuklir. Foto-foto yang dirilis media pemerintah memperlihatkan puluhan kendaraan peluncur berjajar rapi di alun-alun dekat House of Culture di Pyongyang.
Kongres Partai Buruh ini merupakan yang kesembilan kalinya digelar di bawah kepemimpinan keluarga Kim yang telah berkuasa selama beberapa dekade. Pertemuan tersebut sempat tidak diselenggarakan selama bertahun-tahun pada masa kepemimpinan Kim Jong Il, ayah Kim Jong Un, sebelum akhirnya dihidupkan kembali pada 2016.
Dalam konteks itu, jalannya kongres juga tidak luput dari perhatian para pengamat. Para analis diperkirakan akan mencermati foto-foto resmi yang dirilis untuk melihat pejabat mana yang duduk paling dekat dengan Kim dan siapa yang ditempatkan di barisan belakang, sebagai indikator dinamika kekuasaan internal. Selain susunan tempat duduk, perhatian khusus juga akan tertuju pada keberadaan putri remaja Kim, Ju Ae, yang menurut badan intelijen nasional Korea Selatan telah muncul sebagai calon pewaris kepemimpinan.
Pada kongres sebelumnya lima tahun lalu, Kim menyebut Amerika Serikat (AS) sebagai "musuh terbesar" negaranya. Kini muncul spekulasi apakah ia akan melunakkan sikap tersebut atau justru mempertegasnya dalam kongres kali ini.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya meningkatkan pendekatannya kepada Kim saat melakukan tur ke Asia tahun lalu. Dalam kesempatan itu, Trump menyatakan dirinya "100 persen" terbuka untuk menggelar pertemuan dengan pemimpin Korea Utara tersebut. Meski demikian, hingga saat ini Kim sebagian besar masih menghindari berbagai upaya untuk melanjutkan dialog diplomatik tingkat tinggi antara kedua negara.   Â
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311330/original/051013700_1785399316-Screenshot_2026-07-30_144448.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5455556/original/058687200_1766711056-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-26T080132.246.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311263/original/065323400_1785395699-cek_fakta_-_pppk_guru_sekolah_rakyat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5510434/original/081257600_1771828248-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409540/original/032500600_1479454815-korea_utara.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1408447/original/031520300_1479368855-Kim_Jong-un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1384773/original/024567600_1477395058-Donald_Trump.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1884666/original/033449700_1518236836-Adik-Kim-Jong-Un2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5027996/original/052986200_1732861136-fotor-ai-20241129131637.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303556/original/063119800_1784643507-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2204388/original/075921900_1538981093-Xi_Jinping.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5102392/original/069286600_1737441224-20250121-Presiden_Korsel-AFP_8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672358/original/015445900_1782711822-L5LBFzVR1gbAA8FfJ7xoQc2SQcNrzHBc6EcmNc4d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1630299/original/099218000_1498026113-20170621-Drone-Milik-Korea-Utara-Jatuh-di-Korea-Selatan-AFP-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5313720/original/013816600_1755053631-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8440972/original/063692400_1782333943-Untitled.jpg)