Peru Berganti Presiden untuk Kedelapan Kalinya dalam 10 Tahun

Apa yang menyebabkan Peru berganti presiden hingga delapan kali dalam satu dekade?

Diterbitkan 19 Februari 2026, 17:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Lima - Kongres Peru pada Rabu (18/2/2026) malam waktu setempat memilih legislator Jose Maria Balcazar (83) sebagai presiden kedelapan negara itu dalam satu dekade terakhir. Ia menggantikan pemimpin sementara yang dilengserkan sehari sebelumnya akibat tuduhan korupsi, hanya empat bulan setelah menjabat.

Mengutip laporan Associated Press, Balcazar merupakan mantan hakim yang mewakili partai kiri Peru Libre. Ia mengalahkan tiga kandidat lainnya setelah memperoleh suara mayoritas dalam pemungutan suara di parlemen yang beranggotakan 130 legislator.

Pergantian presiden yang berulang kali dalam beberapa tahun terakhir mencerminkan krisis politik di Peru. Situasi ini dipicu oleh ketiadaan dukungan mayoritas yang kuat di parlemen bagi para pemimpin negara, sehingga posisi presiden menjadi rentan. Dalam kondisi tersebut, anggota parlemen kerap menafsirkan secara luas pasal konstitusi tentang ketidakmampuan moral permanen sebagai dasar untuk memberhentikan presiden yang sedang menjabat.   

Setelah terpilih, Balcazar yang telah pensiun dari dunia peradilan dengan pengalaman hampir 30 tahun sebagai hakim, langsung diambil sumpahnya oleh Presiden Kongres, Fernando Rospigliosi.

Balcazar akan memimpin selama lima bulan sebelum menyerahkan kekuasaan kepada pemenang pemilu mendatang. Rakyat Peru dijadwalkan memilih presiden dan anggota legislatif baru pada 12 April. Jika tidak ada kandidat presiden yang memperoleh lebih dari 50 persen suara, dua kandidat teratas akan melaju ke putaran kedua yang digelar pada Juni.

 

 

 

Ujian Presiden Baru dan Warisan Krisis Politik

Presiden terpilih berikutnya akan menghadapi lonjakan kasus pembunuhan dan pemerasan yang terus menghantam pemilik usaha kecil serta kalangan pekerja.

Sejumlah kelompok politik juga menuntut adanya jaminan kuat agar pemilu berlangsung transparan.

Kepada para jurnalis, Balcazar menyatakan akan memastikan pemilu mendatang berjalan tanpa cela. Ia juga menegaskan bahwa kebijakan makroekonomi dan kebijakan moneter yang sehat akan tetap dipertahankan agar para pelaku ekonomi dapat bekerja tanpa kekhawatiran. Selain itu, ia berjanji akan memfokuskan kembali upaya pemberantasan kejahatan terorganisir.

Sehari sebelumnya, pada Selasa (17/2), Kongres memberikan suara untuk memberhentikan presiden sementara konservatif Jose Jeri setelah empat bulan menjabat. Sejak memulai masa tugasnya pada 2021, Kongres saat ini telah memakzulkan tiga kepala negara, yakni Pedro Castillo, Dina Boluarte, dan Jeri.

Pada Oktober 2025, Jeri menjabat sebagai Presiden Kongres dan berada di urutan berikutnya dalam garis suksesi untuk menggantikan Boluarte, yang saat itu tidak memiliki wakil presiden.

Pemberhentian Jeri terjadi setelah munculnya pengungkapan mengenai pertemuan-pertemuan yang tidak diungkapkan sebelumnya antara dirinya dengan sejumlah pengusaha asal China, termasuk kontraktor milik negara. Jeri membantah adanya pelanggaran dan menyatakan bahwa pertemuan tersebut hanya bertujuan mengoordinasikan sebuah festival Peru-China.

Kantor Kejaksaan Umum kemudian memulai dua penyelidikan awal terhadap Jeri terkait dugaan pemberian dukungan ilegal terhadap kepentingan pribadi serta praktik perantara pengaruh yang dinilai merugikan negara.  Â