Diplomat Senior Norwegia Mundur Usai Punya Masa Lalu dengan Jeffrey Epstein

Hubungan apa yang sempat terjalin antara diplomat Norwegia dengan Jeffrey Epstein?

Diterbitkan 09 Februari 2026, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Oslo - Kementerian Luar Negeri Norwegia pada Minggu (8/2/2026) mengumumkan pengunduran diri diplomat senior Mona Juul setelah dinilai melakukan “kegagalan penilaian yang serius” terkait hubungannya dengan mendiang pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein.

Keputusan ini memperdalam skandal yang tengah mengguncang Norwegia dan meluas ke sejumlah negara Eropa, dikutip dari laman Japan Today, Senin (9/2).

Sebelumnya, Juul telah ditangguhkan dari jabatannya sebagai duta besar Norwegia untuk Yordania dan Irak sambil menunggu hasil penyelidikan internal. Penyelidikan itu dibuka setelah nama Juul muncul dalam kumpulan dokumen yang dirilis pemerintah Amerika Serikat, yang mengungkap jejaring hubungan Epstein dengan sejumlah tokoh internasional.

“Kontak Mona Juul dengan pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein menunjukkan kegagalan penilaian yang serius. Kasus ini membuat upaya membangun kembali kepercayaan yang dibutuhkan dalam peran tersebut menjadi sangat sulit,” kata Menteri Luar Negeri Norwegia Espen Barth Eide dalam pernyataan resminya.

Juul, 66 tahun, merupakan diplomat kawakan dan mantan wakil menteri. Ia pernah mewakili Norwegia sebagai duta besar untuk Israel, Inggris, serta di Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan dikenal luas di kalangan diplomasi internasional.

Pengacara Juul, Thomas Skjelbred, mengatakan kliennya memilih mengundurkan diri secara sukarela karena situasi saat ini tidak memungkinkan dirinya menjalankan tugas diplomatik secara efektif. “Mona Juul akan terus bekerja sama sepenuhnya dengan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan semua fakta yang relevan dalam perkara ini terungkap,” ujarnya.

Sebagai bagian dari langkah lanjutan, Kementerian Luar Negeri Norwegia juga membuka kembali peninjauan atas hibah pemerintah kepada International Peace Institute (IPI), lembaga pemikir berbasis di New York yang dipimpin oleh suami Juul, Terje Rød-Larsen, hingga tahun 2020.

 

Permintaan Maaf

Rød-Larsen, 78 tahun, mantan menteri kabinet pada 1996 di bawah Perdana Menteri Thorbjørn Jagland, sebelumnya telah beberapa kali menyampaikan permintaan maaf atas hubungannya dengan Epstein. Pengacaranya, John Christian Elden, menyatakan kliennya tidak keberatan jika dilakukan audit ulang, meskipun Kantor Audit Nasional Norwegia pernah menyelidiki hal tersebut beberapa tahun lalu. IPI belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

Nama Juul dan Rød-Larsen dikenal luas sebagai bagian dari kelompok kecil diplomat Norwegia yang memfasilitasi Perjanjian Oslo pada 1993–1995, yang kala itu dipandang sebagai terobosan penting dalam upaya perdamaian antara Israel dan Palestina, meski konflik hingga kini belum sepenuhnya terselesaikan.

Skandal ini juga menyeret tokoh Norwegia lainnya. Putri Mahkota Mette-Marit pada Jumat lalu kembali menyampaikan permintaan maaf kepada publik melalui pernyataan istana, khususnya kepada Raja Harald V dan Ratu Sonja, terkait hubungannya di masa lalu dengan Epstein.

Kasus Epstein kini terus memicu tekanan politik dan institusional di Norwegia, dengan tuntutan transparansi dan akuntabilitas yang semakin menguat terhadap pejabat publik dan lembaga negara.