Liputan6.com, Islamabad - Minggu (11/1/2026) pagi yang seharusnya menjadi awal kebahagiaan berubah menjadi duka di Sektor G-7/2, Islamabad, Pakistan. Ledakan hebat mengguncang sebuah rumah yang baru saja menyelenggarakan pesta pernikahan.
Tragedi ini menewaskan delapan orang, termasuk sepasang pengantin, serta melukai 12 orang lainnya.
Sebagian besar korban segera dilarikan ke Pakistan Institute of Medical Sciences (Pims). Juru bicara rumah sakit, Dr Aneeza Jalil, mengatakan bahwa enam jenazah dan 11 korban luka dibawa ke rumah sakit tersebut, sementara dua jenazah lain dan satu korban luka dirujuk ke Capital Hospital.
Advertisement
Tidak lama setelah kejadian, pihak rumah sakit memberlakukan status darurat atas instruksi Direktur Eksekutif Pims, Dr Rana Imran Sikander. Salah satu korban dilaporkan mengalami luka bakar sekitar 20 persen dan kini dirawat di unit luka bakar.
Dalam perkembangan berikutnya, Dr Aneeza menyampaikan bahwa sembilan korban luka telah diperbolehkan pulang, sementara dua orang masih dirawat. Kondisi salah satu korban dilaporkan tidak stabil dan akan menjalani operasi. Demikian seperti dikutip dari laporan Dawn.
Di lokasi kejadian, Wakil Komisaris Polisi Distrik Islamabad (Umum) Sahibzada Yusuf, mengatakan bahwa setidaknya empat rumah mengalami kerusakan akibat ledakan tersebut. Namun, seluruh korban yang sempat terjebak di bawah reruntuhan berhasil dievakuasi dengan bantuan peralatan dan teknologi khusus.
Kepala Komisaris Islamabad Muhammad Ali Randhawa mengungkapkan bahwa indikasi awal mengarah pada kebocoran gas, namun penyelidikan independen tetap akan dilakukan atas arahan Kantor Perdana Menteri.
Randhawa menyampaikan bahwa satu rumah hancur total akibat ledakan. Pemerintah, menurutnya, akan memberikan kompensasi kepada keluarga korban, sementara proses verifikasi diperkirakan memakan waktu empat hingga lima hari.
Reaksi PM Pakistan
Kesedihan mendalam dirasakan Hanif Masih, ayah mempelai pria. Ia mengatakan bahwa acara pernikahan putranya berlangsung pada Sabtu dan keluarga baru kembali ke rumah pada malam harinya.
Saat ledakan terjadi, Hanif berada di rumah namun tidur di ruangan terpisah di samping bangunan utama.
"Saya terbangun karena suara ledakan keras. Ketika saya berlari ke lokasi, semuanya sudah hancur," tuturnya.
Selain putranya dan menantunya, saudara iparnya juga tewas dalam peristiwa tersebut. Anak perempuannya dan anggota keluarga lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit. Ia kemudian menghentikan wawancara karena tak sanggup melanjutkan di tengah duka.
Dari Islamabad, Sekretariat Senat Pakistan menyampaikan bahwa Ketua Senat Yusuf Raza Gilani menyatakan duka cita mendalam atas insiden tersebut. Ia menyebut kejadian ini sebagai tragedi yang mengubah kebahagiaan menjadi duka, sekaligus mengingatkan bahaya penggunaan tabung gas yang tidak aman.
Banyak rumah tangga di Pakistan menggunakan tabung gas petroleum cair (LPG) untuk bahan bakar dan memasak, yang telah dikaitkan dengan sejumlah kecelakaan mematikan akibat kebocoran gas.
Gilani menekankan pentingnya penegakan aturan dan edukasi masyarakat untuk mencegah kejadian serupa.
Sementara itu, Perdana Menteri Shehbaz Sharif turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mendoakan kesembuhan para korban luka dan menginstruksikan pihak kesehatan tetap siaga serta memastikan pelayanan medis optimal bagi para korban.
PM Sharif memerintahkan pula penyelidikan menyeluruh dan laporan terperinci guna mengungkap penyebab tragedi serta menetapkan pihak yang bertanggung jawab.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300009/original/089493000_1784283677-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297860/original/099954200_1784109220-cek_fakta_-_purbaya_kuis_tebak_nama_kota.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5380981/original/046199200_1760441878-klaim_link_magang_kemnaker.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299864/original/085658400_1784277079-pupuk_subsidi_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5470421/original/039336100_1768205012-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297046/original/098584500_1784067058-Spain_s_Mikel_Oyarzabal__left__celebrates.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300004/original/015093400_1784283318-000_C2EH69E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4246766/original/006828700_1669910509-AP22335568653043.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262483/original/075097700_1781805987-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295935/original/031909000_1783995386-063_2285696199.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4256899/original/040579900_1670717208-Inggris_vs_Prancis_di_Laga_Perempat_Final_Piala_Dunia_2022-AP__11_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4205869/original/033832800_1666872124-000_32G277K.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260364/original/000638100_1781588460-spanyol_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4682019/original/069510400_1702289989-20231211-Javier_Milei-AFP_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298217/original/010036300_1784154923-Argentina_s_Lautaro_Martinez_england.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297036/original/087342800_1784067028-fran2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291959/original/031561800_1783580715-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5553018/original/044818200_1775885532-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4527663/original/010259800_1691306207-FOTO.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3545301/original/017030700_1629368526-pakistan-895319_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288815/original/035891200_1783334783-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4738000/original/007806100_1707375358-20240208-_Pemilu_Pakistan-AFP_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4760375/original/028771000_1709476441-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776212/original/083789800_1782868243-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4631063/original/032792800_1698793366-Tenggat_Waktu_Deportasi_Picu_Eksodus_Warga_Afghanistan_dari_Pakistan-AP__7_.jpg)