Hilang di Pasar, Wanita China Bertemu Keluarga Lagi Setelah 35 Tahun

Seorang anak pulang ke keluarga kandung setelah terpisah puluhan tahun.

Diterbitkan 17 Juli 2026, 18:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Beijing - Seorang wanita di selatan China akhirnya bertemu dengan keluarganya kembali setelah menghilang saat berada di pasar dekat rumahnya 35 tahun yang lalu. Namun, beberapa luka di wajahnya dan tidak adanya siaran di stasiun TV setempat untuk menghubungi orang tuanya memicu spekulasi di media sosial tentang bagaimana ia bisa menghilang.

Dikutip dari South China Morning Post, Jumat (17/7/2026), wanita tersebut bernama Zhong Fenglin yang sekarang berumur 27 tahun. Dulu, ia tinggal di dekat sebuah pasar yang berada di Nanning, Guangxi, China, tempat orang tuanya menjual jahe dan bawang putih.

Pada 1991, saat ia berusia 2 tahun, sang ayah membawanya ke toko untuk berjualan. Karena sibuk saat bekerja, ia memberikan Zhong uang untuk makan.

Kemudian, ia berjalan menyusuri kerumunan orang di pasar dan pergi menuju pasar lain di seberangnya. Di situlah ia menghilang.

Setelah itu, seseorang di sebuah toko baju menemukan Zhong kecil yang sedang menangis dan ingin membantunya. Ia mengingat bahwa anak tersebut memiliki bekas goresan dan luka di wajahnya.

Ia pun membawa anak itu ke kantor pasar tersebut dan meninggalkan kontaknya. Penjual tersebut meminta petugas untuk menyiarkan pemberitahuan agar keluarga sang anak dapat menghubungi. Namun, tidak ada yang datang.

Laporan awal pihak setempat menyebutkan bahwa penjual tersebut membawa Zhong ke rumahnya, lokasinya hanya berjarak satu jalan dari rumah masa kecilnya.

Hongxing News kemudian memverifikasi bahwa penjual tersebut membawa Zhong ke kota lain dan membesarkannya dengan nama baru karena tidak berhasil menemukan keluarga sang anak.

Untungnya, Zhong tumbuh di lingkungan penuh kasih sayang yang diberikan orang tua angkat dan kakak tirinya. Kini, ia sudah menikah dan memiliki anak perempuan berusia 8 tahun.

Menurut laporannya, orang tua kandung Zhong sudah berupaya untuk mencarinya selama puluhan tahun. Adik perempuannya pun mendaftarkan datanya ke Baby Come Home, sebuah platform non-profit asal China yang membantu anak-anak hilang untuk kembali ke keluarga mereka.

Namun sedihnya, sang ayah berpulang pada tahun 2024. Keinginan terakhirnya adalah untuk bertemu dengan anaknya lagi tapi tidak tercapai. Di hari-hari terakhirnya, beliau diberitakan bertanya kepada adik Zhong, “Apakah kamu sudah menemukan kakakmu?”

Dipercayai bahwa luka yang ia miliki adalah karena ia ditelantarkan, walaupun alasannya belum diungkapkan.

 

Pertemuan dengan Keluarga

Adik Zhong hampir menyerah dalam pencariannya sebelum para relawan menenangkannya dan menyuruhnya untuk memposting kasusnya online.

Pada 12 April, Zhong juga mendaftarkan diri ke Baby Come Home dan tak lama kemudian dihubingi. Seorang wanita menyadari bahwa penampilannya sangat mirip dengan saudara perempuan keluarganya yang sudah lama hilang. Tes DNA pun dilakukan untuk mengonfirmasi hubungan tersebut.

Akhirnya, di tanggal 7 Juli, Zhong kembali ke kampung halamannya, Yulin. Sembari memegang buket bunga, ia memeluk ibu kandungnya dan berkata, “kupikir aku tak akan bertemu denganmu lagi di kehidupan yang sekarang.”

Zhong bilang bahwa ia akan menghabiskan waktu dengan keluarga kandungnya setelah pertemuan tersebut dan mengunjungi mereka secara rutin.

Reuni tersebut menyulut perdebatan di medsos.

“Sedih sekali, mereka hanya terpisah satu jalan tapi tidak pernah bertemu,” ucap seorang warganet.

“Seorang ayah yang bertanggung jawab tidak akan membiarkan anaknya yang berumur 2 tahun untuk pergi sendiri mencari makan. Kalau ia hilang dekat rumah, mengapa tidak ada yang datang saat mendengar pengumuman dari pasar? Apakah ia benar-benar hilang atau ditelantarkan sang ayah yang akhirnya ia sesali?” Tanya seorang pengguna internet.

Yang ketiga menulis, “Apapun yang terjadi, ia dibesarkan oleh keluarga yang penuh kasih sayang dan sekarang sudah bertemu ibu kandungnya. Sekarang, ia bisa memulai kehidupan baru.”