Potret Nicolas Maduro Saat Dibawa ke Pengadilan New York, Tangan Diborgol hingga Dijaga Ketat

Foto yang menampilkan Nicolas Maduro dibogol dan dijaga ketat beredar di media sosial.

Diterbitkan 06 Januari 2026, 13:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington D.C - Mantan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, tampil di hadapan Pengadilan Federal Manhattan, New York, dengan pengawalan ketat aparat keamanan Amerika Serikat pada Senin (5/1/2026) waktu setempat.

Penampilan ini menjadi yang pertama sejak Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap dalam operasi militer mendadak di Caracas pada Sabtu dini hari.

Berdasarkan foto yang beredar, Maduro terlihat mengenakan pakaian tahanan berwarna cokelat, dengan tangan diborgol dan dikawal sejumlah petugas bersenjata lengkap.

Ia berjalan tertunduk diapit aparat keamanan saat dibawa menuju gedung pengadilan. Pengamanan ekstra terlihat jelas, dengan petugas mengenakan rompi taktis dan perlengkapan pengamanan penuh, mencerminkan tingginya sensitivitas kasus yang menjeratnya.

Maduro, 63 tahun, didakwa atas tuduhan perdagangan narkoba federal yang diajukan oleh pemerintah Amerika Serikat. Dalam persidangan, ia dengan tegas menolak seluruh dakwaan dan menyatakan dirinya sebagai pemimpin sah Venezuela, dikutip dari laman AP News, Selasa (6/1).

“Saya ditangkap,” ujar Maduro dalam bahasa Spanyol di ruang sidang, sebelum ucapannya dipotong oleh hakim.

Saat diminta menyampaikan pembelaan, ia menegaskan, “Saya tidak bersalah. Saya bukan orang yang bersalah. Saya presiden konstitusional negara saya.”

Kehadiran Maduro di pengadilan Manhattan menandai dimulainya salah satu proses hukum paling signifikan yang pernah dilakukan Amerika Serikat terhadap kepala negara asing.

Penuntutan ini berlangsung di tengah ketegangan diplomatik yang lebih luas, menyusul kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump yang secara terbuka mendorong perubahan rezim di Venezuela.

 

Suasana Sempat Memanas

Maduro dibawa ke Manhattan menggunakan helikopter dari Brooklyn, lokasi penahanannya, sebelum diantar dengan kendaraan lapis baja ke gedung pengadilan. Ia dan Flores tiba menjelang tengah hari dengan mengenakan borgol kaki serta headset penerjemah untuk mengikuti jalannya persidangan dalam bahasa Inggris.

Saat meninggalkan ruang sidang, suasana sempat memanas ketika seorang hadirin melontarkan kecaman terhadap Maduro, menyebutnya sebagai presiden yang tidak sah. Aparat keamanan segera mengamankan situasi dan mengawal Maduro kembali keluar gedung pengadilan.

Kasus ini masih bergulir dan diperkirakan akan menjadi sorotan internasional, mengingat posisi Maduro sebagai figur sentral dalam dinamika politik dan krisis Venezuela selama lebih dari satu dekade terakhir.